Kategori: Umum

  • Dinas Dikbudpora Bima Tegaskan: Tak Pernah Cetak Ijazah!    

    Dinas Dikbudpora Bima Tegaskan: Tak Pernah Cetak Ijazah!  

    Kab Bima-MP-Menanggapi berbagai dinamika informasi,isu,serta kesalahpahaman yang beredar di tengah masyarakat terkait dokumen kelulusan dan ijazah,Kadis (Dikbudpora) Kabupaten Bima,Zunaiddin,S, Sos,MM,merasa perlu menyampaikan beberapa hal penting sebagai berikut:
    ​

    1.Tegaskan Tidak Pernah Terbitkan Ijazah
    ​Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima TIDAK PERNAH dan TIDAK MEMILIKI WEWENANG untuk menerbitkan atau mencetak blangko ijazah. Pencetakan dan pengadaan blangko ijazah sepenuhnya merupakan kewenangan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,Riset,dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang didistribusikan secara berjenjang.
    ​

    2.Hanya Menerbitkan Surat Keterangan (Suket)Sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku (Permendikbud No.29 Tahun 2014), Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima hanya melayani penerbitan Surat Keterangan (Suket).Penerbitan Suket ini diberikan khusus untuk kasus-kasus tertentu, seperti:
    ​Ijazah/STTB yang hilang (dibuktikan dengan Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian).Ijazah/STTB yang rusak atau tidak terbaca.Penyesuaian data atau perbaikan kesalahan penulisan (satu dan lain hal yang diatur oleh peraturan perundang-undangan).
    ​

    3.Syarat dan Mekanisme Terbitnya Suket
    ​Surat Keterangan (Suket) tidak diterbitkan secara sembarangan,melainkan wajib melalui mekanisme verifikasi yang ketat,antara lain:Permohonan resmi dari yang bersangkutan/orang tua wali.​Pengisian berkas dan bukti autentik kelulusan (Buku Induk Sekolah,Daftar Nominasi Tetap/DNT,atau Pangkalan Data).
    ​Suket bukan merupakan pengganti ijazah bermasalah/palsu,melainkan dokumen sah pengganti ijazah asli yang hilang/rusak.
    ​

    “Kami ingatkan masyarakat: Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima TIDAK PERNAH mencetak maupun menerbitkan ijazah.Ijazah sepenuhnya wewenang sekolah.Yang ada hanyalah Surat Keterangan (Suket)-dengan syarat sangat ketat. “(Yuli).

    ​

  • Pernyataan Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima Tentang Penerbitan Suket

    Pernyataan Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima Tentang Penerbitan Suket

    Kab Bima-MP-Kasus ijazah bermasalah yang terjadi pada siswa SMPN 6 Monta Satap mendapat tanggapan pihak Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima.Kepala Sekurpedik P2K, Dr. Karyadin mengatakan,sesuai dengan tahunnya, siswa tersebut merupakan 22 siswa peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Itu artinya,kata,Dr. Karyadin,ini masih menggunakan blanko konvensional manual dari pusat.

    Blanko ijazah tersebut diberikan hanya kepada peserta UNBK yang terdaftar pada Daftar Nominasi Tetap (DNT) dan laporan kelulusan sebagai peserta UNBK pada setiap sekolah. Sesuai prosedur.

    lanjutnya,pemberian ijazah dilakukan hanya sekali saja.Kalaupun dinyatakan hilang maka menurutnya,sekolah mengeluarkan surat keterangan (Suket) pengganti ijazah yang diketahui Kepala Dinas setelah melalui prosedur yang berlaku seperti Suket Hilang dari kepolisian.kata putra Lambu tersebut, Suket yang telah dikeluarkan itu telah sesuai dengan prosedur.Berdasarkan tahun lulusannya,siswa ini adalah lulusan UNBK tahun 2022.Sesuai prosedur, mereka mendapatkan blanko ijazah yang telah diterbitkan pusat dan dinas,mendistribusikan kepada sekolah sesuai jumlah yang telah ditetapkan pusat dalam DNT sebagai peserta UNBK.

    Pusat hanya menerbitkan satu blanko ijazah untuk satu siswa. Kalaupun ada cadangan, setelah selesai UNBK, sesuai prosedur blanko tersebut dimusnahkan untuk mencegah penyalahgunaannya. Jadi, dinas tidak memberikan blanko baru, tetapi Suket yang telah dikeluarkan sekolah dan diketahui Kepala Dinas,” tegasnya.

    Maka sejak dihapuskannya Ujian Nasional (UNBK) dan digantikan oleh Asesmen Nasional (ANBK),Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah melakukan transformasi besar-besaran dalam tata kelola kelulusan.Penerbitan ijazah tidak lagi menggunakan blangko konvensional manual dari pusat, melainkan bertransisi penuh ke sistem E-Ijazah (Digital Terpusat) yang terintegrasi berdasarkan Permendikbudristek No. 58 Tahun 2024.

    Kronologi Terungkapnya Kasus: Kasus dugaan ijazah bermasalah ini pertama kali terungkap saat proses seleksi TNI.Dokumen tingkat SMP milik salah satu alumnus sekolah tersebut dicurigai tidak sesuai prosedur.

    Pihak yang Diduga Terlibat:Informasi yang beredar menyeret nama Kepala SMPN 6 Satap Monta, Junaidi, yang diduga memberikan perintah kepada Wakil Kepala Sekolah/Bendahara/Operator (Julkifli) serta seorang guru (Fitri).Tercatat ada indikasi dua siswa yang ijazahnya diduga dipalsukan.

    Tuntutan dan Aksi Massa: Forum Komunikasi Pemuda Pelopor Pembangunan (FKP3) Kabupaten Bima telah melayangkan surat resmi desakan kepada DPRD Kabupaten Bima untuk segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mengusut tuntas masalah ini secara transparan. Warga dan aliansi pemuda juga mendesak agar Polres Kabupaten Bima serta Dinas Dikpora mengadili pihak-pihak sekolah yang terlibat.

    Dan ini Pernyataan Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima,Zunaidin,Sos,MM,kepada awak media metropembaharuan,bahwa untuk”Penerbitan Surat Keterangan (Suket) harus dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.”

    Syarat & Prosedur Penerbitan Suket (Sesuai Ketentuan Permendikbud No. 29 Tahun 2014)

    Dokumen yang wajib dilampirkan:

    -Surat permohonan dari pemohon
    ​
    – Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian (jika ijazah hilang) / Ijazah rusak
    ​
    – Fotokopi Akta Kelahiran & KTP/Kartu Keluarga
    ​
    – Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) di atas materai

    Alur prosesnya:

    1.Permohonan diajukan ke kepala satuan pendidikan yang masih beroperasi
    ​
    2. Sekolah melakukan verifikasi data kelulusan di arsip sekolah dan pangkalan data
    ​
    3.Jika data ditemukan & terverifikasi → Suket diterbitkan oleh sekolah
    ​
    4.Jika sekolah sudah tidak beroperasi / data tidak ditemukan → dialihkan ke Kepala Dinas Pendidikan
    ​
    5.Dinas akan memverifikasi dan bisa meminta minimal 2 orang saksi yang mengetahui siswa tersebut benar-benar lulus

    Penegasan Terkait Kasus SMPN 6 Monta Satap

    -Suket BUKAN pengganti ijazah yang bermasalah/palsu, melainkan hanya untuk ijazah yang asli tapi hilang atau rusak
    ​
    -Penerbitan Suket tetap harus melalui verifikasi data kelulusan yang sah-tidak bisa langsung diterbitkan tanpa data pendukung yang lengkap
    ​
    -Dinas akan memfasilitasi dokumen pengganti yang sah setelah kebenaran terungkap dari proses hukum yang sedang berjalan
    ​
    -Setiap penerbitan dokumen harus sesuai prosedur dan memiliki dasar hukum yang jelas.(Yuli).

  • kominda-ntb-keamanan-daerah-harus-dirasakan-masyarakat

    kominda-ntb-keamanan-daerah-harus-dirasakan-masyarakat

    MATARAM-MP-Keamanan daerah tidak cukup diukur dari ketiadaan gangguan. Keamanan harus dirasakan ketika masyarakat dapat bekerja, berusaha, memperoleh pelayanan publik, menyampaikan aspirasi, dan menjalankan kehidupan sehari-hari dengan tenang. Prinsip inilah yang mengemuka dalam Rapat Rutin Kominda Provinsi Nusa Tenggara Barat di Mataram, Kamis (15/10/2026).

    Rapat tersebut membahas perkembangan situasi global, nasional, dan daerah, dengan perhatian pada berbagai persoalan yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat. Pertukaran informasi antarlembaga diarahkan untuk membangun pemahaman bersama, memperkuat koordinasi, serta memastikan persoalan yang berkembang ditangani secara tepat sesuai kewenangan masing-masing.

    Sejumlah isu yang dibahas mencakup evaluasi penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, ketersediaan kebutuhan pokok dan bahan bangunan, ancaman kekeringan terhadap sektor pertanian, ketepatan penyaluran bantuan sosial, dinamika persoalan sosial, serta pelaksanaan program strategis pemerintah. Persoalan keselamatan pengunjung, perlindungan konsumen, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal dalam penyelenggaraan event besar juga menjadi bagian dari gambaran situasi yang perlu diperhatikan.

    Berbagai perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa stabilitas daerah berkaitan erat dengan kondisi ekonomi, kualitas pelayanan publik, perlindungan masyarakat, dan kepercayaan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, koordinasi lintas instansi diperlukan agar persoalan dapat dikenali lebih awal, diverifikasi, dan ditindaklanjuti sebelum berkembang lebih luas.

    Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menekankan pentingnya komunikasi publik yang cepat, akurat, terverifikasi, dan terkoordinasi. Informasi yang berkembang di tengah masyarakat perlu direspons dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan, klarifikasi yang proporsional, serta koordinasi dengan perangkat daerah dan instansi terkait.

    Menurutnya, komunikasi pemerintah tidak boleh berhenti pada penjelasan atau pelurusan informasi. Apabila suatu isu berakar pada persoalan nyata yang dirasakan masyarakat, komunikasi harus berjalan beriringan dengan penyelesaian masalah oleh instansi yang berwenang. Dengan demikian, masyarakat memperoleh kejelasan informasi sekaligus kepastian bahwa persoalannya mendapat perhatian.

    Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB, Drs. H. Surya Bahari, menyampaikan pentingnya menjaga harmoni kehidupan masyarakat dan hubungan yang baik antarelemen daerah. Menurutnya, kondusivitas tidak dibangun hanya melalui koordinasi kelembagaan, tetapi juga melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang terbuka, serta kesediaan memahami perbedaan secara dewasa.

    Upaya menjaga keamanan, lanjutnya, perlu berjalan seiring dengan pemeliharaan kerukunan dan ruang partisipasi masyarakat. Persoalan yang muncul perlu disikapi secara proporsional, mengedepankan dialog, dan diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, kebersamaan tetap terjaga tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

    Direktur Intelkam Polda NTB, Kombes Pol. Budi Wahyono, memaparkan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta berbagai isu yang memerlukan perhatian bersama. Paparan tersebut menekankan pentingnya deteksi dini, pertukaran informasi, komunikasi dengan para pemangku kepentingan, dan koordinasi lintas sektor melalui pendekatan profesional serta proporsional.

    Dalam diskusi, peserta rapat memiliki pandangan yang sama bahwa NTB harus terus dijaga sebagai daerah yang aman, nyaman, harmonis, dan memberi ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas secara optimal. Setiap instansi diharapkan saling melengkapi informasi, memverifikasi perkembangan yang diterima, dan menindaklanjuti persoalan sesuai tugas serta kewenangannya.

    Rapat diikuti unsur Kominda dari berbagai instansi, antara lain Bakesbangpoldagri NTB, Polda NTB, Korem 162/Wira Bhakti, Kejaksaan Tinggi NTB, Lanal Mataram, Direktorat Jenderal Pajak, Bea Cukai Mataram, Lanud Zainuddin Abdul Madjid, Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, serta unsur terkait lainnya.

    Kesamaan pandangan tersebut menegaskan bahwa keamanan, harmoni, dan kesejahteraan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Melalui koordinasi yang konsisten, komunikasi yang dapat dipercaya, dan penanganan persoalan secara tepat, Kominda NTB memperkuat ikhtiar bersama untuk menjaga daerah tetap kondusif, agar masyarakat dapat bekerja, berusaha, berinteraksi, dan berkontribusi dalam pembangunan dengan rasa aman.(KominfotikNTB-MP)

  • Bupati Bima Tutup Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch IV

    Bupati Bima Tutup Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch IV

    Kab Bima-MP-Bupati Bima, Ady Mahyudi, Kamis (15/10) secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 4 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima .

    Acara yang berlangsung di Aula Berdampak Disnakertrans ini dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Fatahullah, S.Pd, Kadis Nakertrans H.M. Syaeful Bahri, ST, M.Si Kepala DPMPTSP Darmin, SE, Sekretaris Bappeda Dadang Erawan, ME, Sekretaris Disnakertrans, dan Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan.

    Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian program pelatihan kerja pada enam kejuruan strategis, yaitu Operator Komputer, Teknisi Telepon Seluler, Teknisi AC Residential, Menjahit Pakaian dengan Mesin, Penyiapan Produk Roti, dan Teknik Las SMAW 3G.
    Dalam sambutannya, Bupati Bima berharap seluruh peserta dapat menyerap ilmu yang telah didapat dan terus mengasah keterampilan mereka setelah pelatihan usai. Beliau menekankan pentingnya menjaga kejujuran, menepati janji, mengutamakan keselamatan, serta memberikan hasil kerja terbaik. Menurutnya, kepercayaan dari masyarakat akan tumbuh secara alami seiring dengan kualitas pekerjaan dan sikap bertanggung jawab yang ditunjukkan oleh para peserta.

    Sebagai bentuk komitmen, Bupati Ady Mahyudi mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bima akan mengupayakan dukungan alat kerja secara bertahap, menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku serta kemampuan anggaran daerah. Harapan utamanya adalah agar keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat berkembang menjadi lapangan pekerjaan, unit usaha baru, dan sumber penghasilan yang memadai bagi keluarga para peserta.

    Sementara itu Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Bima H. M. Syaeful Bahri dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan pelatihan dari tanggal 26 Agustus – 12 Oktober 2026, dengan 96 peserta yang tersebar dari 18 kecamatan.

    Kegiatan penutupan ini menandai berakhrinya rangkaian program pelatihan kerja yang melatih para peserta pada 6 (enam) kejuruan strategis,yaitu, Operator Komputer, Teknisi Telepon Seluler, Teknisi AC Residential, Menjahit Pakaian dengan Mesin, Penyiapan Produk Roti,Teknik Las SMAW 3G.

    Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat pelatihan secara simbolis yang diserahkan oleh Bupati Bima didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Bima, Kadis Nakertrans, Kepala DPMPTSP,Sekretaris Bappeda,dan Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan. (Prokim-MP).

  • Kanit Patmor Sat Samapta Polres Bima Rela Merogoh Kantong Pribadi Tambal Jalan Berlubang di Rabakodo

    Kanit Patmor Sat Samapta Polres Bima Rela Merogoh Kantong Pribadi Tambal Jalan Berlubang di Rabakodo

    Kab Bima-MP-Aksi penuh kepedulian ditunjukkan oleh personel Kepolisian Resor (Polres) Bima.Kanit Patmor Sat Samapta Polres Bima,Bripka Arafe,melakukan aksi spontan dengan merogoh kantong pribadinya untuk membeli material sertu demi menambal jalan raya yang berlubang di wilayah Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.
    ​
    Langkah ini diambil Bripka Arafe saat melaksanakan patroli rutin dan melihat kondisi jalan lintas yang mengalami kerusakan cukup parah.Berlubang-lubang di ruas jalan tersebut dinilai sangat membahayakan para pengguna jalan,khususnya pengendara roda dua,serta berpotensi tinggi memicu kecelakaan lalu lintas.
    ​

    “Tindakan ini kami lakukan murni karena kepedulian terhadap keselamatan warga masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas.Kita tidak ingin ada korban jiwa atau kecelakaan akibat jalan berlubang ini,”Ujar Bripka Arafe di lokasi penambalan.
    ​
    Melihat inisiatif tersebut,warga sekitar dan para pengguna jalan yang melintas turut mengapresiasi atas aksi nyata Bripka Arafe ini menjadi bentuk Polri hadir di tengah masyarakat,tidak hanya dalam menjaga keamananan dan ketertiban,tetapi juga tanggap terhadap potensi bahaya keselamatan warga di lapangan.

    Maka Bripka Arafe ditemui awak media metro pembaharuan di lokasi jalan yang rusak menyampaikan,bahwa aksi sosial ini murni lahir dari niat tulus dari saya tanpa mencari pujian karna meliat kondisi jalan berlubang ini sudah lama dan sangat rawan dan memicu kecelakaan.

    Maka saya datangkan Material sertu (kerikil bercampur tanah) menggunakan truk dump untuk menimbun titik-titik kerusakan.Tak berhenti di situ,alat berat turut dikerahkan untuk meratakan dan memadatkan material agar jalan aman dilalui.Dengan penimbunan sertu yang dipadatkan dengan alat berat ini diharapkan bisa membuat jalan lebih rata dan aman untuk sementara waktu.Ini murni ladang amalan saya,makanya saya rela gunakan dana pribadi,”Ungkap Bripka Arafe.

    Inisiatif tanpa pamrih ini mendulang apresiasi hangat dari masyarakat setempat dan para pengguna jalan. Kehadiran sosok polisi di tengah warga tak sekadar menghadirkan rasa aman lewat patroli, tetapi juga memberi solusi nyata bagi keselamatan bersama.(Yuli).

  • SMP Negeri 1 Woha berhasil meraih juara 1 usai menundukkan SMPN 1  Wawo dengan skor akhir  3-2  Di partai final sepak bola Pelajar Kabupaten Bima Tahun 2026

    SMP Negeri 1 Woha berhasil meraih juara 1 usai menundukkan SMPN 1 Wawo dengan skor akhir 3-2 Di partai final sepak bola Pelajar Kabupaten Bima Tahun 2026

    Kab Bima-MP-SMP Negeri 1 Woha berhasil meraih juara usai menundukkan SMPN 1 Wawo dengan skor akhir 3-2 di partai final sepak bola pelajar yang berlangsung di Stadion talabiu Kabupaten Bima pada hari kamis tgl,8-10-2026 sore.

    Keberhasilan sekolah yang dipimpin ibu Nurjanah,Spd ini tidak lepas dari perjuangan para siswanya hingga pluit berbunyi tanda waktu telah berakhir dengan skor 3-2 di jenjang SMP tingkat Kabupaten Bima tersebut.

    “Alhamdulillah bisa menjuarai sepak bola 2026.Terima kasih kepada guru dan seluruh atlet (siswa) yang sudah berjuang hingga menit terakhir (pertandingan) l,” ujar Kepala SMPN 1 Woha, Nurjanah,Spd yang baru datang di lokasi.

    Menurutnya,SMPN 1 Woha puas mendapatkan gelar juara,karna selama dua kali perturut,turut juara di raih oleh SMPN 1 sape kini di dapat oleh SMPN 1 Woha adalah suatu kebanggan buat kami.

    Sementara itu,sekdis,H,Fatur yang didampingi Kasi olah raga, pak Nas menjelaskan bahwa program rutin yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai suatu media untuk talent scouting (penyeleksi bakat),semoga tahun depan akan lebih meriah lagi.

    “Setelah ini akan dilakukan suatu evaluasi terhadap para atlet,sehingga kami,dari dinas dikpora dan guru-guru olohraga maupun pelatih yang terkait dengan sepak bola akan evaluasi dan menseleksi untuk menentukan komposisi terbaik tim sepak bola yang mewakili Kabupaten Bima untuk tingkat provinsi.”ungkapnya.

    Program strategis yang dapat menjaring talenta dari usia dini ini,ia berharap kedepan kompetisi ini terus berlanjut dan lebih meriah.

    “Ketika berlanjut sampai ke tingkat provinsi maupun nasional,harapannya kan banyak klub-klub (sepak bola) yang mengincar,”pungkasnya.

    Adapun juara pada jenjang SMP tingkat Kabupaten Bima yakni juara I SMPN Woha, , juara II SMPN 1,Wawo,juara III SMPN 1 langgudu.(Yuli).

  • Hari Kedua Selasa Menyapa Kecamatan Woha, Dekatkan Layanan Publik Lewat Penghijauan, Infrastruktur, Hingga Layanan Kesehatan

    Hari Kedua Selasa Menyapa Kecamatan Woha, Dekatkan Layanan Publik Lewat Penghijauan, Infrastruktur, Hingga Layanan Kesehatan

    Kab Bima-MP-Pemerintah Kabupaten Bima terus mendekatkan pelayanan publik dan mempercepat pemerataan pembangunan melalui program “Selasa Menyapa” di Desa Dadibou dan Desa Penapali, Kecamatan Woha. Dipimpin langsung oleh Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy, rangkaian kegiatan diawali dengan senam pagi bersama, lalu dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon di area kantor desa dan lingkungan SDN Dadibou sebagai investasi lingkungan serta pendorong budaya gotong royong warga.

    Selain keberlanjutan lingkungan, pimpinan daerah menaruh perhatian besar pada pembenahan infrastruktur dengan meninjau secara langsung kondisi ruas jalan vital yang menghubungkan Desa Dadibou dan Dusun Minte. Di saat bersamaan, sektor kesehatan anak turut menjadi fokus utama melalui pemantauan layanan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan serta penyerahan bantuan telur secara simbolis kepada anak-anak terindikasi stunting demi mempercepat penanganan gizi buruk.

    Rangkaian kegiatan terpadu ini ditutup dengan penyediaan pelayanan publik langsung di tempat, mulai dari pengurusan dokumen kependudukan hingga pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi tes IVA, layanan KB, dan aksi donor darah. Melalui aksi jemput bola ini, Pemkab Bima berkomitmen memangkas alur birokrasi, mendekatkan akses layanan dasar, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga ke tingkat desa.

    Sebagai penutup rangkaian program “Selasa Menyapa”, masyarakat Desa Dadibou disuguhkan berbagai pelayanan kesehatan gratis secara terpadu. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan IVA, pelayanan Keluarga Berencana gratis, hingga aksi donor darah untuk membantu ketersediaan stok darah daerah. Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy mengimbau seluruh warga agar memanfaatkan fasilitas kesehatan ini secara rutin sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan berbagai penyakit sejak awal.

    Tidak hanya layanan kesehatan dan pembenahan fasilitas fisik, program terpadu ini juga menghadirkan pelayanan kepengurusan dokumen kependudukan secara langsung di tempat. Melalui pendekatan pelayanan terpadu dan terintegrasi ini, Pemerintah Kabupaten Bima mempertegas komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Langkah nyata ini diharapkan dapat memperkuat kesejahteraan warga desa serta memastikan seluruh masyarakat mendapatkan hak pelayanan dasar secara merata.(Prokim-MP)

  • Ngopi Bareng Selasa Menyapa di Desa Penapali & Dadibou, Kecamatan Woha-Kabupaten Bima

    Ngopi Bareng Selasa Menyapa di Desa Penapali & Dadibou, Kecamatan Woha-Kabupaten Bima

    Kab Bima-MP-Program “Selasa Menyapa” adalah program unggulan Pemerintah Kabupaten Bima yang digagas oleh Bupati Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr.H.Irfan Zubaidy, sebagai jembatan komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat .

    Tujuan untuk Mendekatkan pelayanan publik ke masyarakat desa,mendengar langsung aspirasi,keluhan,dan kebutuhan warga
    ​
    “Ngopi Bareng”Bagian dari kegiatan ini,sesi diskusi santai,akrab,tanpa sekat antara pemimpin daerah dan warga,Desa Penapali & Desa Dadibou-keduanya berada di kantor bupati Kecamatan Woha,Kabupaten Bima.

    Kegiatan ini adalah dialog langsung warga dengan pemerintah,Penyerahan bantuan dan pelayanan publik di lokasi,Diskusi santai “Ngopi Bareng”-warga bebas menyampaikan harapan & kendala yang dihadapi,Pembahasan solusi untuk pembangunan desa.

    Dihadiri oleh Bupati,Ady Mahyudi dan Wakil Bupati,dr. H. Irfan Zubaidy,Ketua TP-PKK Kabupaten Bima,Ny.Murni Suciyanti,Ketua GOW Kabupaten Bima,Ny.Anita H.Irfan,izin,Camat Woha,Unsur Muspika Kecamatan Woha,Kepala Desa Penapali & Kepala Desa Dadibou,Para Kepala Perangkat Daerah,OPD lingkup Pemkab Bima,Para Kepala Bagian lingkup Sekretariat Daerah,Tokoh & Masyarakat,Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat,Bhabinkamtibmas Desa,Masyarakat Desa Penapali & Desa Dadibou

    Ini kata Bupati Bima, Bapak Ady Mahyudi:

    “Alhamdulillah,kehadiran kami hari ini di Desa Penapali dan Desa Dadibou adalah wujud nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat. Program Selasa Menyapa bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan ruang bagi kami untuk mendengar langsung suara warga, mengetahui kebutuhan yang paling mendesak, dan merasakan denyut nadi kehidupan masyarakat secara langsung.”

    “Kami ingin memastikan setiap program pembangunan yang kami jalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.Silakan sampaikan apa yang menjadi keluhan, harapan,dan aspirasi Bapak Ibu sekalian kami dengar,kami catat,dan kami cari solusinya bersama.”

    “Kami berkomitmen penuh untuk mewujudkan visi Bima Bermartabat.Pembangunan tidak hanya dari atas,tapi dibangun bersama seluruh masyarakat,termasuk warga Penapali dan Dadibou.”

     

    Ini Kata Wakil Bupati Bima,dr.H.Irfan Zubaidy:

    “Kehadiran kami di sini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bima untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.Tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyat-kami adalah satu keluarga,satu tujuan.”

    “Dengan segala keterbatasan yang ada,kami tetap berupaya maksimal untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan yang telah kami tetapkan. Kehadiran kami hari ini adalah bukti bahwa kami tidak lupa janji,dan tidak akan berhenti berjuang untuk kesejahteraan seluruh warga Kabupaten Bima,termasuk di Kecamatan Woha ini.”

    “Silaturahmi ini mempererat hubungan kita. Mari kita bergandengan tangan-pemerintah dan masyarakat-membangun desa kita, kecamatan kita,dan Bima yang lebih baik bersama-sama.”.(Yuli).

  • Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional

    Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional

    JAKARTA-MP-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M.Si, menghadiri Sidang Paripurna Luar Biasa Ke-3 DPD RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan lembaga perwakilan daerah dalam mengawal kepentingan pembangunan daerah di tingkat nasional.

    Sidang yang berlangsung dalam rangkaian peringatan HUT ke-22 DPD RI tersebut membahas sejumlah agenda kelembagaan, termasuk penyampaian laporan kinerja tahunan DPD RI serta pengambilan keputusan atas hasil kerja alat kelengkapan dewan. Salah satu keputusan penting adalah penetapan pertimbangan DPD RI terhadap 10 calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI periode 2026–2031 untuk disampaikan kepada DPR RI.

    Bagi daerah, Wagub NTB menilai forum DPD RI memiliki arti penting karena menjadi salah satu ruang yang mempertemukan kepentingan daerah dengan agenda kebijakan nasional.

    “Bagi kami di daerah, kehadiran dalam forum seperti ini penting karena pembangunan nasional pada akhirnya harus kembali menjawab kebutuhan masyarakat di daerah. DPD RI memiliki posisi strategis untuk membawa aspirasi daerah ke tingkat nasional, sehingga komunikasi antara pemerintah daerah dan para senator perlu terus diperkuat. Kita ingin berbagai kebutuhan pembangunan NTB dapat terus tersampaikan, dikomunikasikan, dan menjadi bagian dari perhatian dalam perumusan kebijakan nasional,” ujar Umi Dinda.

    Menurutnya, hubungan pemerintah daerah dengan lembaga perwakilan daerah tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi perlu diterjemahkan menjadi komunikasi dan koordinasi yang konstruktif agar kebijakan nasional semakin mampu merespons keragaman persoalan serta potensi yang dimiliki masing-masing daerah.

    “Kita juga berharap penguatan tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan negara berjalan semakin baik, karena setiap kebijakan dan anggaran pada akhirnya harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Daerah membutuhkan kebijakan nasional yang mampu memperkuat pemerataan pembangunan, memperluas akses pelayanan dasar, membuka ruang pertumbuhan ekonomi, dan memberikan kepastian bagi daerah untuk bergerak lebih cepat sesuai dengan potensi dan kebutuhannya,” lanjutnya.

    Salah satu agenda yang mendapat perhatian dalam sidang tersebut adalah penetapan pertimbangan terhadap 10 calon anggota BPK RI. Sebelumnya, Komite IV DPD RI telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon anggota BPK sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi konstitusional DPD RI.

    Agenda tersebut memiliki relevansi langsung bagi daerah karena pengelolaan keuangan negara dan daerah membutuhkan tata kelola, pengawasan, serta akuntabilitas yang kuat. Pemeriksaan keuangan negara juga berkaitan dengan bagaimana anggaran pembangunan, termasuk transfer pemerintah pusat kepada daerah, dikelola dan dipertanggungjawabkan.

    Sidang tersebut juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-22 DPD RI dengan tema “Dari Daerah untuk Indonesia”. Peringatan ditandai antara lain dengan kehadiran para anggota DPD RI mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing.

    Representasi tersebut menjadi gambaran keberagaman daerah yang menjadi basis keberadaan DPD RI. Setiap provinsi memiliki karakteristik, potensi, sekaligus kebutuhan pembangunan yang berbeda, sehingga kebijakan nasional membutuhkan perspektif daerah agar pelaksanaannya semakin sesuai dengan kondisi masyarakat.

    Dalam konteks NTB, penguatan komunikasi dengan lembaga perwakilan daerah menjadi bagian dari upaya memastikan berbagai kebutuhan pembangunan daerah terus tersampaikan di tingkat nasional. Hal tersebut mencakup kepentingan pemerataan pembangunan, penguatan pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan potensi ekonomi daerah.

    Kehadiran Wagub Umi Dinda dalam forum tersebut sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara Pemerintah Provinsi NTB dan DPD RI sebagai representasi daerah di tingkat nasional.

    Pada akhirnya, pembangunan nasional tidak dapat dilepaskan dari kekuatan daerah. Ketika aspirasi daerah tersampaikan dengan baik dan kebijakan nasional mampu membaca kebutuhan setiap wilayah, maka hubungan pusat dan daerah tidak hanya menjadi hubungan administratif, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama memastikan pembangunan benar-benar hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat.(KominfotikNTB-MP)

  • SELEKSI GURU & PAUD TINGKAT KABUPATEN BIMA TAHUN 2026-Melalui Gebyar PAUD, Kita Wujudkan Anak Usia Dini yang Cerdas dan Berakhlak Mulia

    SELEKSI GURU & PAUD TINGKAT KABUPATEN BIMA TAHUN 2026-Melalui Gebyar PAUD, Kita Wujudkan Anak Usia Dini yang Cerdas dan Berakhlak Mulia

    Kabupaten Bima-MP-Gebyar PAUD Tingkat Kabupaten Bima tahun 2026 digelar dengan semangat baru.Di balik seleksi dan penilaian yang dilakukan,tersemat satu tujuan mulia: menghadirkan guru dan lembaga PAUD yang berkualitas,demi mencetak generasi anak usia dini yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia.

    Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bunda PAUD Kabupaten Bima bersama Dinas Gebyar PAUD Tingkat Kabupaten Bima digelar di halaman dinas dikpora pada hari kamis tgl, 1-10-2026,di hadiri oleh guru dan anak
    PAUD se kebupaten bima dengan tema:

    “Gerakan Anak Hebat Masuk PAUD-Mewujudkan Anak Usia Dini yang Cerdas dan Berakhlak Mulia”

    Seleksi ini bukan sekadar mencari juara, melainkan memastikan setiap anak di Kabupaten Bima berada di tangan yang tepat-guru yang tidak hanya mengajar,tetapi juga menjadi teladan; lembaga yang tidak hanya mendidik,tetapi juga membentuk karakter.

    Ini kata Sekretaris Dikpora Kabupaten Bima, bapak,H,Fatur

    “Gebyar PAUD dan seleksi yang kita laksanakan tahun 2026 ini bukan sekadar perlombaan atau penilaian biasa. Ini adalah upaya nyata kita untuk memastikan setiap anak usia dini di Kabupaten Bima mendapatkan pendidikan terbaik,dari guru-guru yang berkompeten dan berakhlak mulia.”

    “Kualitas pendidikan di usia emas ini sangat menentukan masa depan anak. Oleh karena itu, melalui seleksi guru dan lembaga PAUD ini, kita ingin memastikan bahwa yang membimbing anak-anak kita bukan hanya orang yang mampu mengajar, tetapi juga pribadi yang menjadi teladan-cerdas ilmunya,mulia akhlaknya.”

    “Harapan sek dikpora,bapak fatur,melalui Gebyar PAUD ini,semakin banyak guru dan lembaga PAUD yang terpacu untuk meningkatkan kualitasnya,sehingga cita-cita kita mewujudkan anak-anak Bima yang cerdas,berkarakter,dan berakhlak mulia dapat terwujud bersama.”

    “Dan pendidikan bukan hanya soal kecerdasan otak,tetapi juga pembentukan hati dan karakter.Di PAUD-lah fondasi itu diletakkan.Maka,mari kita jaga kualitasnya bersama.Anak-anak Bima berhak mendapatkan yang terbaik.”

     
    Dengan semangat kebersamaan,Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen terus meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini.Melalui Gebyar PAUD 2026,kita melangkah bersama satu tekad,satu tujuan: Mencetak generasi Bima yang cerdas pikirannya,mulia akhlaknya,dan membanggakan masa depan tutupnya.(Yuli).

  • KODIM 1608/BIMA GELAR LOMBA BARIS-BERBARIS HUT KE-81 TNI, RATUSAN PELAJAR SE-BIMA SEMANGAT UNJUK KEKOMPAKAN

    KODIM 1608/BIMA GELAR LOMBA BARIS-BERBARIS HUT KE-81 TNI, RATUSAN PELAJAR SE-BIMA SEMANGAT UNJUK KEKOMPAKAN

    BIMA-MP-Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, Komando Distrik Militer (Kodim) 1608/Bima menggelar Lomba Baris Berbaris (LBB) tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK sederajat se-Kota dan Kabupaten Bima.

    Kegiatan yang mengusung slogan “Su’u Sawa’u Sia Sawale” ini berlangsung meriah mulai tanggal 28 September hingga 1 Oktober 2026, dipusatkan di Aula Makodim 1608/Bima.

    Perlombaan yang dibuka secara gratis ini diikuti oleh puluhan regu perwakilan sekolah yang bersaing memperebutkan total hadiah jutaan rupiah serta trofi bergengsi.

    Dandim 1608/Bima melalui panitia pelaksana menyampaikan bahwa Lomba Baris-Berbaris ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kekompakan, keserasian gerakan, serta semangat nasionalisme di kalangan generasi muda sejak dini.

    Antusiasme dan keseriusan peserta dalam menghadapi ajang ini terlihat sangat tinggi. Salah satunya ditunjukkan oleh regu siswi perwakilan SMPN 2 Monta. Sebelum bertolak bersama-sama menuju arena lomba di Aula Makodim, seluruh anggota regu berkumpul terlebih dahulu untuk melaksanakan doa bersama di halaman sekolah SMPN 2 Monta.
    Dengan mengenakan seragam putih-biru lengkap yang rapi dan jilbab putih, para siswi tampak khidmat mendengarkan arahan serta doa pemberangkatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 2 Monta, Dedi Darmanto S S.

    Dalam arahannya, Kepala Sekolah berpesan dan mendoakan agar seluruh kontingen diberikan keselamatan selama perjalanan sampai ke tujuan, serta mampu menampilkan performa terbaik demi membawa pulang hasil yang maksimal dan meraih gelar juara.

    Ada 4 kategori utama yang dilombakan dalam ajang ini, yaitu Tingkat SMA/MA/SMK Putra, Tingkat SMA/MA/SMK Putri, Tingkat SMP/MTs Putra, dan Tingkat SMP/MTs Putri. Pihak panitia telah menyiapkan apresiasi berupa Piala, Piagam Penghargaan, serta Uang Pembinaan dengan rincian:

    • Juara 1: Rp 5.000.000,- + Piala dan Piagam

    • Juara 2: Rp 4.000.000,- + Piala dan Piagam

    • Juara 3 Bersama: Masing-masing Rp 3.000.000,- + Piala dan Piagam

    • Seluruh peserta tim yang berpartisipasi juga mendapatkan Piagam Penghargaan Partisipasi.

    Adapun aspek penilaian utama dalam perlombaan ini meliputi tingkat kerapian, kekompakan, keserasian gerakan, kedisiplinan, ketepatan waktu tampil (maksimal 15 menit), hingga semangat yang ditunjukkan oleh masing-masing regu di lapangan.

    Melalui momentum peringatan HUT ke-81 TNI yang bernapaskan tema “TNI & Rakyat Prima”, diharapkan kegiatan ini dapat membentuk karakter generasi muda Bima yang disiplin, loyal, solid, tangguh, dan profesional, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan lembaga pendidikan serta masyarakat luas.(TG-MP).

  • Wagub NTB dan Wabup Bima Hadiri Wisuda  STKIP  ke-XXII Tahun 2026: Apresiasi Lulusan Sebagai Aset Bangsa

    Wagub NTB dan Wabup Bima Hadiri Wisuda STKIP ke-XXII Tahun 2026: Apresiasi Lulusan Sebagai Aset Bangsa

    Kab Bima-MP-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat dan Wakil Bupati Kabupaten Bima secara resmi menghadiri pelaksanaan Wisuda ke-XXII STKIP Tahun 2026, yang digelar dengan penuh kehangatan dan kebanggaan, Sabtu (26/9/2026). Acara yang berlangsung khidmat di Aula STKIP dihadiri oleh para pimpinan institusi pendidikan,pejabat daerah,Kapolres bima,polres kota dan Dandim 1608,tokoh masyarakat, para orang tua, serta ratusan wisudawan dan wisudawati yang tampil berseri menapaki babak baru kehidupan.

    Upacara wisuda kali ini menjadi momen istimewa bagi seluruh wisudawan dan wisudawati setelah menempuh perjalanan belajar yang panjang,penuh perjuangan,dan ketekunan.Suasana penuh haru dan kebahagiaan terasa menyelimuti ruang acara, seiring dengan bergantian nama mereka dipanggil untuk naik ke panggung kebanggaan.

     
    Dalam sambutannya,Wakil Gubernur NTB,Hj,Indah Dhamayanti Putri,SE, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia menegaskan bahwa momen ini adalah bukti nyata keberhasilan mereka meraih ilmu pengetahuan.

    “Wisuda ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar. Kalian adalah aset bangsa, harapan keluarga, dan masa depan daerah kita. Teruslah belajar, berkarya, dan jadilah pribadi yang bermanfaat bagi sesama,” ujar Wagub dengan hangat.

    Sementara itu,Wakil Bupati Bima,dr, H, Irfan juga turut memberikan pesan yang menyentuh hati:

    “Kami bangga atas pencapaian kalian semua. Jangan pernah lupakan asal-usul dan jasa orang tua. Ilmu yang kalian miliki, amalkanlah di tengah masyarakat. Kabupaten Bima menanti kontribusi kalian untuk membangun daerah tercinta menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera,” tegas Wabup.

     
    Pada kesempatan tersebut, Wagub dan Wabup juga berkesempatan menyerahkan penghargaan kepada wisudawan dan wisudawati berprestasi sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar terus berjuang meraih cita-cita di masa mendatang.

    Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ucapan selamat yang tulus kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Wisuda STKIP ke-XXII Tahun 2026. Semoga ilmu yang didapat menjadi bekal yang berguna, membawa keberkahan, dan membawa perubahan positif bagi lingkungan, daerah,serta bangsa dan negara.(Yuli)