Kategori: Umum

  • Hari Lahir Pancasila, PDIP NTB Kirim Seribu Pohon Buah untuk Rumah Ibadah

    Hari Lahir Pancasila, PDIP NTB Kirim Seribu Pohon Buah untuk Rumah Ibadah

    MATARAM-MP-Memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2022, DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar upacara di Kantor DPD PDIP NTB, Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram.

    Upacara dipimpin Raden Nuna Abriadi, dengan diikuti oleh puluhan pengurus, kader PDIP di NTB serta kabupaten/kota dan para santri pondok pesantren.

    Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat, dalam pidatonya mengatakan mengimplementasikan nilai Pancasila tidak hanya dengan manghapal lima butir Pancasila, tapi bagaimana mengamalkan setiap nilai Pancasila yang terkandung dalam setiap butir.

    “Memaknai Pancasila tidak hanya dengan manghapal lima butir, tapi bagaimana mengamalkan. Menjaga persatuan dan tidak terpecah belah adalah bagian mengamalkan Pancasila,” kata H. Rachmat Hidayat.

    *Seribu Bibit Manggis*

    Rachmat mengatakan, dalam rangka Hari Pancasila sekaligus Bulan Bung Karno ini, PDIP NTB akan membagikan seribu bibit pohon manggis untuk ditanam di setiap tempat ibadah di Pulau Lombok.

    “Ada seribu bibit buah manggis yang akan kita bagi masing-masing cabang dan kita tanamkan di tempat-tempat ibadah. Ini salah satu cara implementasi Pancasila,” ujarnya.

    Membagikan pohon buah, kata Rachmat Hidayat sebagai bentuk mengamalkan nilai Pancasila dan menjaga hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan.

    “Masing-masing cabang (PDIP) kita bagikan 200 pohon. Ini untuk rumah ibadah, untuk menjaga hubungan manusia dengan manusia dan juga hubungan manusia dengan Tuhan,” katanya.

    Sebanyak lima truk mengangkut bibit pohon buah manggis untuk lima kabupaten dan kota di Lombok. Masing-masing truk berisi 200 bibit buah untuk ditanam di rumah ibadah di Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara dan Kota Mataram.

    Penyerahan bibit buah manggis ini secara simbolis diterima oleh masing-masing DPC PDIP se-Pulau Lombok.

    *Buah Kejujuran*

    H. Rachmat Hidayat mengatakan buah manggis memiliki filosofis. Buah tersebut dianggap sebagai buah kejujuran. Karena, pada kulit manggis terdiri dari beberapa garis yang sesuai dengan jumlah isi pada manggis tersebut.

    “Manggis merupakan buah kejujuran, karena jumlah garis pada kulit manggis, sesuai dengan jumlah isinya,” ujarnya.

    Bagian bawah kulit manggis yang menyerupai kelopak bunga mewakili jumlah isi manggis.

    Selain itu manggis adalah buah asli Indonesia yang sejarahnya berasal dari Indonesia.

    Selain itu, hampir semua bagian pada buah manggis memiliki manfaat. Selain isi, kulit dan biji juga digunakan untuk produk makanan, obat-obatan, kosmetik, jus, sirup atau bahkan bisa direbus dan airnya diminum untuk kesehatan tubuh.

    Wakil Ketua DPC PDIP Kota Mataram, I Gede Wiska, mengatakan akan membagikan bibit tersebut ke masing-masing tempat ibadah, mulai dari masjid, pura, gereja dan wihara.

    “Kota Mataram rencananya kita bagikan masing-masing PAC nanti ditentukan tempat ada masjid, pesantren, gereja, wihara. Kita berikan pemupukan untuk disiram,” kata Anggota DPRD Kota Mataram ini.

    Sementara, Ketua DPC PDIP Lombok Tengah, Suhaimi, mengatakan manggis merupakan pohon yang produktif. Sehingga sangat tepat untuk ditanam.

    “Sebagai bentuk implementasi Pancasila kita akan membagikan dan menanamkan bibit pohon buah yang produktif dan bermanfaat buahnya. Hari ini manggis, ada sawo nanti, duren, mangga,” ujarnya.(Tim-MP)

  • Dapat Amanah Jadi CEO Lombok FC, Rannya Pastikan Fasilitas Klub Beres Tepat Waktu

    Dapat Amanah Jadi CEO Lombok FC, Rannya Pastikan Fasilitas Klub Beres Tepat Waktu

    MATARAM-MP-Rannya Agustiyra Kristiono memegang mandat baru sebagai President/CEO Lombok FC, klub sepakbola profesional yang didirikan Anggota DPR RI Dapil NTB 2/P. Lombok H. Bambang Kristiono, SE (HBK). Segera setelah mendapat amanah tersebut, dara yang kini tengah merampungkan studinya di London, Inggris, ini bergerak cepat menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah sebagai persiapan menghadapi Liga 3 NTB pertengahan tahun ini.

    “Paling tidak, satu kali dalam seminggu, saya menggelar Zoom Meeting dengan Tim Pelatih dan Tim Manajemen Lombok FC untuk menyelesaikan berbagai hal yang menjadi pekerjaan rumah selama ini,” ungkap Rannya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (1/6/2022).

    Sejumlah hal yang kini menjadi fokus Rannya dalam membangun dan mengembangkan Lombok FC antara lain, penyelasaian pekerjaan pembangunan fasilitas-fasilitas Lombok FC seperti mess pemain, pos security, pembuatan lapangan bola mini, parkiran bus, dan ruang Gym untuk pemain.

    “Pengerjaannya kini sedang dikebut. Beberapa peralatan gym juga sudah berangkat dari Jakarta menuju Lombok,” ujar mahasiswi tingkat akhir Brunel University, London, ini.

    Terkait pemusatan latihan atau TC, Rannya menjelaskan, saat ini sudah memasuki tahap kedua. Fokus TC tahap kedua ini adalah untuk pengembangan kekuatan fisik pemain. Nantinya, pemain-pemain yang lolos TC tahap kedua, akan segera menandatangani kontrak, dan diperiksa kesehatan fisiknya di laboratorium fisik Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA), Mataram. Lombok FC sendiri telah menjalin kerja sama dengan Undikma Mataram untuk memeriksa, mengembangkan, dan memelihara kekuatan fisik para pemain-pemainnya.

    “Pada TC tahap kedua ini, para pemain yang berhasil masuk skuad inti, akan segera diberikan kontrak sehingga di akhir bulan Juni ini mereka sudah menerima gaji full,” kata Rannya.

    Hingga 30 Mei 2022, sudah terdaftar 17 pemain dari 25 pemain yang akan masuk skuad utama. Seluruh 17 pemain tersebut akan segera mendapatkan kontrak dari Manajemen Lombok FC.

    Dengan begitu, Lombok FC masih membutuhkan 8 pemain lagi untuk mendapatkan jumlah ideal pemain. Sebanyak 25 pemain tersebut, masing-masing tiga orang berposisi sebagai penjaga gawang dan 22 lainnya berposisi sebagai pemain lapangan.

    Beberapa pemain yang berasal dari Aceh, Jawa Timur, Maluku Utara, dan Papua sudah menyatakan kesiapannya untuk ikut seleksi menjadi pemain Lombok FC. Sebanyak 4 pemain dari Maluku Utara bahkan sudah berada di Mataram untuk kepentingan seleksi tersebut.

    Saat ini, kata Rannya, Lombok FC juga sudah memiliki dua pemain naturalisasi yang berasal dari Kamerun dan Mali, dua negara di Benua Afrika. Lombok FC pun masih melakukan pemantauan dan loby-loby kepada beberapa klub Liga 2, untuk mendapatkan satu pemain Naturalisasi lagi.

    “Paling tidak, ada satu pemain naturalisasi lagi yang akan bergabung di Lombok FC,” imbuh Rannya.

    Selain itu, Rannya juga menjelaskan, setelah memasuki TC tahap kedua, satu pemain lokal berbakat dari Kab. Lombok Utara atas nama Nanda Juanda mengalami cedera hamstring.

    Lombok FC pun memastikan komitmennya untuk mengobati dan mengembalikan kesehatan fisik Nanda Juanda dengan melakukan operasi hamstring di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

    “Setelah selesai melaksanakan pemeriksaan awal di RS di Mataram, in syaa Allah, kalau cederanya harus diselesaikan dengan operasi medik, maka Nanda Juanda akan dibawa ke RSPAD Jakarta. Talenta-talenta muda hebat seperti Nanda Juanda, tidak boleh terhenti karier sepakbolanya hanya karena cedera. Kita harus selamatkan kariernya,” tandas dara yang menjadi inspirasi generasi milenial NTB ini penuh komitmen.

    Lombok FC sendiri sangat bersungguh-sungguh untuk menjadi lokomotif kebangkitan sepak bola NTB, dan berharap mampu menjadi klub sepakbola asal NTB yang berkiprah di tingkat Nasional.

    Terkait hal ini, H. Bambang Kristiono menegaskan, Bali saja kini sudah memiliki dua klub sepakbola yang berkiprah di tingkat Nasional. Ada Bali United dan Dewa United yang berkiprah di Liga 1.

    “Masa kita orang NTB, ke Liga-2 saja nggak bisa-bisa. Padahal NTB dikenal sebagai salah satu daerah pemasok pemain-pemain Nasional, menurut saya, ini sangat tidak masuk akal,” kata HBK.

    Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini haqqulyakin, apabila Limbok FC mendapat dukungan penuh dan dorongan semangat, serta do’a dari segenap penggemar sepakbola di NTB,mudah-mudahan tahun depan Lombok FC akan dapat berkompetisi di Liga Nasional.(Tim-MP)

  • Minim Kasus, Pemkab Bima Raih Penghargaan Eliminasi Malaria

    Minim Kasus, Pemkab Bima Raih Penghargaan Eliminasi Malaria

    Kab bima-MP-Berdasarkan penilaian pada tahun 2021, kabupaten Bima bersama dengan Kabupaten Dompu dan kabupaten Lombok Timur tahun ini berhasil mendapatkan penghargaan Kementerian Kesehatan RI atas keberhasilan melakukan eliminasi (pengurangan) kasus malaria.

    Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Bima Drs. H.Dahlan M. Noer pada Peringatan Acara Puncak Hari Malaria Sedunia (HMS) tahun 2022 yang berlangsung Selasa (31/5) di VIP Deluxe Room Pertamina Mandalika International Street Circuit Lombok Tengah.

    Peringatan HMS tahun ini mengangkat tema “Ciptakan Inovasi Menuju Eliminasi, Wujudkan Indonesia Bebas Malaria. Selain dilakukan seremoni juga dilakukan penyerahan sertifikat eliminasi malaria oleh Menteri Kesehatan kepada Bupati dan Walikota yang telah berhasil mencapai eliminasi malaria dan penyampaian komitmen perwakilan Bupati/Walikota dalam mempertahankan statusbebas malaria yang dirangkaikan dengan penyerahan bebas frambusia. Pemerintah kabupaten Bima bersama 65 pemerintah kabupaten, 13 pemerintah kota dan 26 gubernur Se-Indonesia menerima penghargaan tersebut.

    Wakil Bupati Bima didampingi Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Bima Fahrurahman SE, M.Si dan Kabid P2PL Alamsyah SKM yang menghadiri acara penerimaan penghargaan tersebut menjelaskan, capaian ini merupakan buah dari kerja keras jajaran Dinas Kesehatan kabupaten Bima dimana dalam kurun waktu empat tahun terakhir tidak terjadi kasus malaria, kecuali pasien tentara dari Papua berdomisili di kecamatan Ambalawi.

    Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Bima Fahrurahman SE, M.Si mengungkapkan, malaria adalah salah satu penyakit yang menjadi fokus WHO dan Indonesia ditargetkan bebas malaria tahun 2030.

    “Kabupaten Bima memperoleh penghargaan tersebut setelah melalui penilaian pada tahun 2021 dimana eliminasi malaria adalah kepastian bagi daerah yang sudah tidak mengalami kasus lokal dan penularan setempat. Artinya lanjut mantan kadis Kominfostik kabupaten Bima ini bahwa jika masih ada kasus malaria, itu dipastikan karena adanya kasus import dari daerah lain yang masih ada endemik malaria”. Tandasnya.(Prokim-MP)

  • Pemkab Bima Siap Tindak lanjuti Penyerahan Aset

    Pemkab Bima Siap Tindak lanjuti Penyerahan Aset

    Kab bima-MP-Menyusul penandatanganan Kesepakatan Penyelesaian Penyerahan Barang Milik Daerah Pemerintah Kabupaten Bima kepada Pemerintah Kota Bima yang berlangsung Senin (30/5) di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pemerintah Kabupaten Bima siap menindaklanjuti hasil kesepakatan tersebut.

    Memperhatikan kesepakatan tersebut, beberapa langkah yang akan segera diambil kedua belah pihak secara bersama-sama sejak berita acara ditandatangani sampai dengan 14 Juni 2020 adalah melakukan inventarisasi, rekonsiliasi dan pertukaran dokumen barang milik daerah yang diperkirakan 391 item aset tidak bergerak. Hal lain yang akan segera ditindaklanjuti para pihak bersepakat pada tanggal 15 Juni 2022 akan melaporkan hasil inventarisasi dan Rekonsiliasi barang milik daerah tersebut di kantor gubernur provinsi Nusa Tenggara Barat

    Nantinya dua poin tersebut akan ditindak lanjuti Pemerintah Kabupaten Bima dan pemerintah kota Bima bersepakat pada tanggal 30 juni 2022 bertempat di kantor gubernur NTB menandatangani berita acara serah terima barang milik daerah dari pemerintah Kabupaten Bima dan kepada pemerintah kota Bima

    Kesepakatan yang dua dituangkan ke dalam berita acara nomor 032/032/07.3/2022 dan 032/130/V/2022 tersebut, selain ditandatangani Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE dan Walikota H. Muhammad Lutfi SE juga Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Ir.Hj. Rohmi Djalillah M.Pd, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri Dr. Tumpak Haposan Simanjuntak, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK Budi Waluya, Ketua DPRD Kabupaten Bima M. Putera Ferryandi S.IP dan Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan, S.Adm.(Prokim-MP)

  • Tim Ekspedisi Sejarah PDIP NTB dan Mi6 menerima sejumlah informasi  situs artefak yang belum terpecahkan asal usulnya

    Tim Ekspedisi Sejarah PDIP NTB dan Mi6 menerima sejumlah informasi situs artefak yang belum terpecahkan asal usulnya

    Mataram-MP-Tim Ekspedisi Mistis Situs Sejarah dan Kebudayaan Sasak yang di inisiasi oleh PDI Perjuangan NTB dan Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 mendapat respon positif dari Masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme citizen diberbagai plafform media sosial yang membincangkan publikasi media action tim ekspedisi Mi6 dan PDIP NTB.

    Kehadiran Tim Ekspedisi Sejarah Mi6 dan PDIP NTB seolah-olah mengobati kerinduan dan penasaran Warga Sasak terhadap eksistensi dan kisah sejarah masa lalu leluhurnya yang banyak belum terungkap dan kerap menjadi cerita rakyat semata.

    “Alam bawah sadar masyarakat lombok mulai ‘ngeh’ ketika Tim Ekspedisi Sejarah terbentuk. Hal ini dibuktikan dengan ramainya atensi diberbagai medsos maupun liputan media nasional yg masiv. Ditambah lagi sejumlah informasi yang diterima langsung Tim Ekspedisi dari Warga utk menginvestigasi sejumlah kisah sejarah dan bukti artefak yang belum terpecahkan asal usulnya,” kata Ketua Tim Ekspedisi Mistis, H Ruslan Turmuzi melalui Siaran Pers , Senin ( 30/5 ) .

    Menurut Pria yang akrab disapa RT melanjutkan bahwa Tim Ekspedisi Sejarah PDIP NTB dan Mi6 sesuai arahan dan perintah Ketua DPD PDIP NTB, H Rachmat Hidayat agar terus bergerak dan mengungkap rekam jejak sejarah kebudayaan para leluhur agar diketahui oleh generasi penerus bangsa agar tidak kehilangan jati dirinya.

    “Misalnya di Lombok Utara, ada masjid kuno yang berdiri dan dikelilingi oleh perkampungan Hindu. Kisah ini perlu diungkap ke publik kenapa hal tersebut bisa terjadi. Apa pesan yang hendak disampaikan oleh leluhur dengan mendirikan masjid kuno di lingkungan ummat Hindu,” tutur RT menirukan ucapan Rachmat Hidayat.

    Lebih jauh Politisi PDIP ini mengatakan dalam waktu dekat ini Tim Ekspedisi akan melakukan sejumlah investigasi dan menelisik bukti-bukti artefak maupun kisah mitologi masa lalu agar dapat dibuktikan kronologi fakta sejarah secara detail melalui berbagai kajian multi disiplin keilmuan, khususnya arkeologi dan metafisika.

    “Beberapa waktu lalu Tim Ekpedisi didatangi warga dari Kedatuhan Benue dusun dasan lekong, desa selebung , kecamatan batu kliang yang menginginkan Tim Ekspedisi untuk menelisik lebih jauh sejumlah peninggalan benda kuno yang diduga kuat peninggalan Kedatuhan Benue,” imbuh RT.

    Selanjutnya Ruslan Turmuzi juga mengungkapkan fenomena yang belum terpecahkan terkait bukti artefak dan nama-nama desa yang melingkari kota Praya, Kabupaten Lombok Tengah dari *empat penjuru mata angin* yang selalu di awali dengan kata ‘BATU’.

    ” Sebelah Selatan Kota Praya ada Desa Batujai, Sebelah Barat ada Desa Batu-Tulis, Sebelah Utara batu tambun dan batu menek, Sebelah Timur ada Desa Batunyale dan tengah kota Praya ada Batuson,” kata Ruslan sembari mengatakan Tim Ekspedisi akan menggali dan menelisik benang merah nya agar fenomena ini bisa terklarifikasi secara obyektif.

    *Misteri Misi Anak Raja Seran di Kampung Rumbuk*

    Sementara itu Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto mengungkapkan dirinya tidak menyangka jika respon publik terhadap Tim Ekspedisi Sejarah sedemikian besar. Hal ini akan semakin memotivasi Tim Ekspedisi untuk semakin giat mengungkap kisah sejarah masa lalu agar tidak menjadi mitos dan cerita rakyat semata.

    “Minggu kedua II Juni mendatang, Tim Ekspedisi Mi6 dan PDIP NTB akan turun ke Lapangan menelisik dan menginvestigasi sejumlah peninggalan bangunan kuno, termasuk rumah ibadah di lombok agar bisa diuraikan benang merah kronologi dan faktanya sejarahnya,” ujar pria yang akrab disapa didu.

    Selanjutnya didu menginformasi Tim Ekspedisi akan mengungkap Kisah Putera Mahkota Raja Seran II yang tinggal di desa Rumbuk Seran dikaitkan dengan bukti peninggalan Masjid Kuno yang pertama di desa Rumbuk yakni Masjid At-Taqwa.

    “Pertanyaan kemudian selain syiar agama Islam kala itu, Kenapa Raja Seran yang istananya diduga di Air Suning, Kabupaten Sumbawa Barat justru mengutus putera mahkotanya tinggal di Rumbuk. Ada apa dan ada siapa di Rumbuk ?. Ini yang mau kita telisik benang merah sejarahnya,” kata didu.

    Didu menambahkan, konon Ekspedisi Putera Raja Seran ke Rumbuk ini diiringi sejumlah hulu balang dan masyayikh. Maka tak heran kemudian bahasa masyarakat di seputaran Rumbuk Seran yakni Kembang Kerang, Rempung, Pringgasela , Jantuk berdialeg Seran.

    “Diduga pengikut Putera Mahkota Seran menyebarkan syiar agama islam dan tinggal di desa-desa tersebut yang memiliki dialek Seran leluhurnya,” ungkap didu .

    Lebih jauh didu mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya , bahwa di dusun Bangkang , Desa Kuta Lombok Tengah diduga ada benda kuno prasejarah yang menyerupai pengolahan emas maupun mineral lain.

    “Jika artefak pengolah logam emas itu benar, patut diduga nenek moyang leluhur suku Sasak sudah mengetahui peta kandungan mineral logam berharga dikawasan tersebut,” tukas mantan direktur Walhi NTB ini.(Tim-MP)

  • Keluarga Besar FWN Mendukung Para Oknum Brimob Di LP Ke Mabes Polri, Tentang Pengeroyokan Terhadap Wartawan

    Keluarga Besar FWN Mendukung Para Oknum Brimob Di LP Ke Mabes Polri, Tentang Pengeroyokan Terhadap Wartawan

    Kota Tangerang-MP-Naas kembali lagi dirasakan Wartawan jadi korban kebiadaban oleh dua orang oknum anggota Brimob, dimana Wartawan bernama Abdul Wahid (AW) Korlip dari media Peka Nusantara, yang sedang melakukan peliputan, Seketika dikeroyok dengan membabibuta oleh dua orang yang mengaku dari anggota Brimob kelapa dua, Jum’at (27/05/2022). Kejadian naas pengeroyokan yang dialami AW ditengah proyek galian kabel optik Linknet diperkirakan pukul 13:30 Wib,yang diduga dilakukan oleh dua orang oknum anggota Brimob,dengan membabibuta lakukan perbuatan tidak terpuji kepada Wartawan dengan cara memperlakukan kesewenang-wenangan dan tanpa sebab dan tentu merusak citra institusi Kepolisian Republik Indonesia.

    Kejadian yang berawal saat AW bersama Asep Subarna alias Barna selaku Pimred Media Wartakum7.com, yang sedang kebetulan melintas di Jl. Dr. Sitanala, namun ditengah perjalanan terlihat salah seseorang pria yang sedang dipukuli oleh dua orang pria. setelah dipastikan ketempat kejadian, dengan keadaan ramai berkerumun berikut lalu lalang dan sedikit macet AW yang perlahan nyebrang jalan dan disusul Barna dan langsung menghampiri kepada kedua orang yang terlihat sebagai pelaku pemukulan terhadap seseorang pria tersebut.

    Selang beberapa menit kemudian setelah AW mempertanyakan atas kejadian tersebut, namun belum sempat pada titik pertanyaan, dua orang yang mengaku dari anggota Brimob dengan intonasi nada keras dan akhirnya AW kena sasaran dengan posisi yang langsung didorong dan dipiting tampa basa basi. Walau kendati demikian, sebelumnya telah memberitahukan kepada kedua oknum yang mengaku Brimob tersebut bahwa AW adalah Wartawan yang sedang bertugas,namun Brimob itu tidak menggubris AW dan malah mau menembak AW, “gua tembak luh, kata salah seorang anggota Brimob dengan nada keras.

    AW yang tidak merasa salah dengan menimpali omongan anggota yang mengaku anggota Brimob itu, “tembak saja” jawab AW dengan nada kesal. Sesekali oknum anggota Brimob tersebut berkata “ini proyek brimob proyek saya, mau apa kamu, saya juga bayangkara, ini proyek ada ijin nya” dan terus berlangsung pemukulan.

    Walau demikian, sebelumnya telah memberitahukan kepada kedua oknum yang mengaku Brimob tersebut bahwa AW adalah Wartawan yang sedang bertugas, namun Brimob itu tidak menggubris AW dan malah mau menembak AW, “gua tembak luh, kata salah seorang anggota Brimob dengan nada keras. AW yang tidak merasa salah dengan menimpali omongan anggota yang mengaku anggota Brimob itu, “tembak saja” jawab AW dengan nada kesal.

    Sesekali oknum anggota Brimob tersebut berkata “ini proyek brimob proyek saya, mau apa kamu, saya juga bayangkara, ini proyek ada ijin nya” dan terus berlangsung pemukulan. Naas tanpa mengindahkan kenyamanan masyarakat, kedua oknum anggota yang mengaku Brimob tersebut langsung memukuli dan menendang dengan membabibuta kepada saudara AW, sehingga terbentur jatuh kebawah dalam posisi di dengkek leher dengan kaki diinjak-injak keras badan dan leher, di tendang dan terus dipukuli, AW dalam keadaan pasrah tidak melawan, akibat kejadian tersebut AW mengalami di bagian pipi biru dan bengkak serta berdarah karena robek akibat bertubi-tubi di pukul.

    Dalam insiden yang terjadi suasana masih dalam keadaan menegang namun mencoba mengkonfirmasi kepada pihak anggota yang mengaku dari Brimob kelapa dua itu, melalui yang mengaku Mustofa selaku kepala tim dari dua anggotanya bernama Aji dan Andry, dimana setelah terjadi pengeroyokan terjadi kepada AW, bahwa katanya itu kesalah pahaman dan meminta untuk berdamai secara kekeluargaan mencegah agar jangan lapor. namun masalah belum terselesaikan karena menyangkut keprofesian adanya penghalangan terhadap peliputan dan belum ada perjanjian hitam diatas putih.

    Menurut salah satu anggota Brimob yang mengaku bernama Andry, dimana suasana sedikit mereda, ia mengatakan bahwa mereka telah di tegur dan diomelin pimpinannya, “saya tadi sedang latihan menembak, komandan saya nelepon anjing babi kerja luh ngapain aja” kata Andry disampaikan kepada awak media.

    setelah ada perintah itu mereka (anggota Brimob) datang ke proyek yang menjadi TKP penyiksaan dua orang diantaranya salah satu Wartawan dan salah satu anggota Ormas Pemuda Pancasila berinisial M. pihaknya mengatakan karena proyek galian Kabel yang sudah digali tersebut ditimbun kembali.

    Anehnya ketiga yang mengaku anggota Brimob itu dengan posisi tidak berseragam lengkap, namun memakai rompi yang bertuliskan Brimob dan heran nya kenapa ada dilahan proyek kabel optik Linknet. Dihari yang sama berkaitan dengan izin yang disampaikan pihak yang mengaku dari anggota Brimob tersebut, menurut Ismanto selaku RW 01 kelurahan Mekarsari, dirinya membenarkan bahwa proyek yang berada di Jl. Dr. Sitanala memang belum ada ijin kepadanya, “iya saya hentikan proyek itu karena belum ada ijin lingkungan”, kata Ismanto dirumahnya.

    Hal ini juga ditanggapi oleh Barna selaku Pimred Media Wartakum7.com, “saya nyatakan bahwa tiga orang yang mengaku sebagai anggota Brimob terlepas benar dan tidak itu perbuatan tidak terpuji dan tidak mencotoh kepada masyarakat umum, dimana pihak kepolisian itu melindungi, mengayomi dan melayani itu harus benar-benar melekat dan bisa dirasakan warga masyarakat, bukan malah sebaliknya berprilaku anakis yang terjadi kepada saudara AW, terlebih AW wartawan yang sedang bertugas”, Ujarnya. Lanjut Barna, “Kita ketahui kiprah kepolisian yang sangat mulia itu harus rusak lantaran oknum yang tidak bertanggung jawab, terlebih diduga memback’up proyek yang tidak berizin, alangkah kotornya jika melacurkan profesi”, terang Barna.

    Atas insiden tersebut, Barna berharap kepada Walikota Tangerang agar pihak nya bisa melakukan tindakan yang tegas jika memang perusahaan Linknet diduga tidak memiliki izin,dan segera pihak terkait yakni Satpol – PP sebagai penegak perda monitor terhadap dugaan proyek nakal”,ucapnya, Dilain tempat, Esok harinya Barna menyampaikan kejadian tersebut kepada A’idin via telp seluler pada (28/05/2022) selaku Admint di group Forum Wartawan Nasional yang tergabung”Wartawan Indonesia Bersatoe” menurut A’idin kalau benar apa yang perlakukan oleh kedua orang oknum anggota Brimob yang diduga penganiayaan terhadap Wartawan saat sedang liputan, Maka kedua oknum tersebut dapat dijerat pasal berlapis, Diantara nya pasal 351 dan serangkaian pasal 18 Tentang pasal penganiayaan dan pasal tentang melanggar Undang-undang No.40 tahun 1999 tentang Pers”,terang A’idin.

    Selain itu kata A’idin,Saya atas nama keluarga besar di Forum Wartawan Nasional tetap akan kawal proses perkembangan, Berdasarkan nomor (LP/B/796/V/2022/ yang dikeluarkan oleh (SPKT) Polres Metro Tangerang Kota, Baik pengawalan secara fisik maupun pengawalan pemberitaan, Diketahui juga dikala Wartawan sedang melakukan peliputan itu dilindungi Undang-undang, sebagaimana UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 4 ayat (3) disebutkan bahwa:Untuk menjamin kemerdekaan Pers,Pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh,dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.Dalam hal ini kepada siapa saja yang sengaja melawan hukum, menghambat,atau menghalangi ketentuan Pasal 4 ayat (3), maka dapat dipenjara maksimal 2 tahun, dan denda paling banyak Rp 500 juta.

    Dijelaskan bahwa fungsi dan tugas pokok Kepolisian telah diatur dalam Pasal 1 angka 1 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menyatakan segala hal ihwal yang berkaitan dengan fungsi dan lembaga Polisi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sedangkan Pasal 2 dalam UU Kepolisian menyatakan Fungsi Kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan Negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Dalam melaksanakan tugas memelihara kehidupan bernegara dan bermasyarakat, ada beberapa larangan bagi anggota Kepolisian. Larangan itu diatur dalam Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pasal 5 PP No.2/2003: Dalam rangka memelihara kehidupan bernegara dan bermasyarakat, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dilarang: melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan dan martabat Negara, Pemerintah, atau Kepolisian Negara Republik Indonesia; Melakukan kegiatan politik praktis; mengikuti aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa; bekerjasama dengan orang lain di dalam atau di luar lingkungan kerja dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan kepentingan Negara; bertindak selaku perantara bagi pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari kantor/instansi,Ungkapnya.
    (Firman)

  • Bupati Bima Membuka Event Teka Tambora Tahun 2022

    Bupati Bima Membuka Event Teka Tambora Tahun 2022

    Kab bima-MP-Dalam rangka peringatan 207 tahun Gunung Tambora Meletus,bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri SE,secara resmi membuka Event Nasional Teka Tambora 2022, Jumat (27/05/2022) sekitar jam 2 siang wita di halaman kantor Bupati Bima. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H. Yusron Hadi ST. M. UM, Wakil Bupati Dompu, Ketua DPRD Kab. Bima M. Putra Feriyandi ST, Dandim 1608/Bima Letkol Inf Muhammad zia Ulhak S. Sos.l, Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko SIK,Kapolres Kota Bima, Seluruh OPD Kabupaten Bima, Para Camat dan Peserta Pendaki Tambora.

    Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri SE, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, setelah dua tahun kita vakum melaksanakan kegiatan memperingati meletusnya Gunung Tambora, pada tahun ini 207 tahun adalah usia yang luar biasa, Tambora membuktikan diri dimata Dunia, tidak hanya ditingkat Kabupaten-Kota maupun NTB, tetapi Tambora dimata Dunia.

    Berbicara tentang Tambora adalah merupakan kebanggaan bagi masyarakat kabupaten Bima-Dompu NTB, bahkan masyarakat Internasional, pada masanya dengan kegagahannya bisa merubah iklim sampai ke benua Eropa, oleh karena itu tujuan kita kembali menggugah, mengingatkan pada setiap generasi yang hadir, lahir di kabupaten bima-Dompu NTB, untuk mengenal lebih dekat, untuk mengetahui tidak hanya melalui Literasi tentang kemegahan Gunung Tambora.

    “disaat momen inilah, dalam rangka memperingati 207 tahun, hari ini kita kembali membuka event Teka Tambora,” ungkap Bupati Bima, hj indah dhamayanti putri.

    Lanjut Bupati Bima hj, indah dhamayanti putri bahwa melalui Taman Nasional, yang sebelumnya Tambora hanya memiliki satu jalur pendakian yaitu yang berada di desa Pancasila yang ada di Kabupaten Dompu, hari ini kita kembali melakukan kegiatan memperkenalkan jalur di Desa Piong Kecamatan Sanggar yang merupakan bagian dari sejarah meletusnya Gunung Tambora.

    “Jalur yang berada di desa Piong ini memiliki rute yang paling dekat menuju puncak, bisa dilalui melalui offroad yaitu mobil maupun motor,” jelasnya.

    Kedahsyatan Tambora diperingati setiap tahunnya bukan untuk membanggakan beberapa wilayah dan beberapa jalur pendakian, akan tetapi masyarakat yang berada di lingkaran Gunung Tambora wajib untuk memperkenalkan dan membanggakan diri.

    “Kita harus lebih tahu apa yang bisa kita tawarkan sehingga orang tidak hanya membaca Tambora, masyarakat harus bisa hadir dan melihat secara langsung keindahan yang berada di puncak Gunung Tambora,” harapnya.

    Bupati Hj, indah dhamayanti putri SE, meminta kepada seluruh masyarakat kabupaten bima terutama keluarga besar yang berada di Kecamatan Sanggar dan Tambora, untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah yang baik, berikan kesan hangat dan ramah bagi siapapun yang hadir untuk melihat kemegahan dan keindahan Tambora.

    Bupati Hj, indah dhamayanti putri SE,juga menegaskan, menjadi kewajiban kita bersama untuk turut ikut mensukseskan kegiatan tersebut, tahun ini, banyak Pemerintah dan wisatawan diluar Bima, hadir secara khusus untuk memastikan serta mensukseskan kegiatan Teka Tambora,

    Dengan melaksanakan kegiatan event Teka Tambora melalui jalur desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima tahun 2022 ini, tentunya semoga berbagai kegiatan terutama sekali para pendaki yang mencapai puncak dapat memposting dengan sebanyak mungkin melalui media sosial untuk ikut membantu mempromosikan keindahan Tambora di mata dunia.

    “Kegiatan ini semoga kita akan mampu memperkenalkan Tambora di mata dunia dan selalu menjadikan kebanggaan dalam diri kita sebagai bagian yang terdekat dari Gunung Tambora,” tambah Bupati Bima, Hj, indah dhamayanti putri, SE.(Yuli).

  • Desa Besari di Lombok,Hilang Misterius dan Sering Muncul Tiba-tiba

    Desa Besari di Lombok,Hilang Misterius dan Sering Muncul Tiba-tiba

    LOMBOK UTARA-MP-Lombok memiliki beragam budaya dan tradisi. Banyak juga legenda dan kisah-kisah turun temurun yang diyakini masyarakat hingga saat ini. Salah satu kisah yang sangat mistis adalah Desa Besari, sebuah desa yang secara misterius menghilang.

    Untuk menguak kebenaran dari kisah tersebut, Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 dan PDIP NTB melakukan ekspedisi mistis mengungkap kebenaran . Ekspedisi tersebut melibatkan paranormal.

    Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat mengatakan ekspedisi mistis tersebut dilakukan untuk mengedukasi generasi muda agar mencintai budaya leluhurnya.

    “Ini agar generasi muda tidak kehilangan arah. Mereka lebih mencintai kebudayaan dan adat istiadat leluhur,” ujarnya, Rabu ( 25/5 )

    Ekspedisi mistis tersebut juga menggandeng seorang paranormal, Ustad Nasir. Dari hasil penerawangan di Desa Besari, dia melihat aktivitas penduduk gaib yang hingga saat ini masih ada.

    “Saat ini penduduk beraktivitas seperti berniaga dan bertani. Penduduk serupa dengan manusia biasa, namun wujud mereka tidak kasat mata,” ujar Ustad Nasir.

    Ustad Nasir juga mendeskripsikan batas wilayah Desa Besari berdasarkan hasil penelusurannya secara non sains. Dari sana kebenaran demi kebenaran mulai terungkap. Cerita yang disampaikan melalui penerawangan gaib serupa yang disampaikan pemangku adat setempat.

    *Asal usul Desa Besari yang Hilang*

    Desa Besari dipercaya berada di Dusun Kertaraharja, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Desa dan penduduknya diyakini berpindah alam ke alam gaib.

    Pemangku Adat Dusun Kertaraharja, Amiq Kholid mengatakan asal usul hilangnya Desa Besari pada akhir abad ke 17. Saat itu Kerajaan Karangasem telah berhasil menaklukkan Mataram dengan mendirikan pusat kerajaan di Cakranegara Mataram.

    Raja melihat Kedatuan (Kerajaan) Besari sangat makmur dengan penduduk berniaga dan bertani. Mereka kemudian menawarkan kerjasama. Namun Datu (Raja) Besari menolak tawaran tersebut, karena berpikir tidak menguntungkan bagi Kedatuan Besari.

    Raja Karangasem mengutus sebagian besar prajurit untuk menginvasi Besari.

    “Kemudian Datu Besari mengirim 100 hingga 200 prajurit untuk ke daerah pintu masuk kedatuan untuk bernegosiasi dengan Karangasem agar tidak terjadi pertumpahan darah,” kata Amiq Kholid.

    Tawaran perdamaian ditolak oleh Karangasem. Akhirnya, )Datu Besari memerintahkan seluruh penduduk agar berkumpul membawa ternak mereka ke Kedaton.

    “Saat semua kumpul, datu mengambil batok kelapa diisi air dan didoakan. Kemudian air tersebut digunakan untuk menyirami seluruh Kedatuan tersebut. Dengan kehendak Allah SWT Kedatuan Besari hilang dan berubah menjadi hutan,” ujarnya.

    Sejak saat itu Desa Besari menghilang. Para prajurit yang sebelumnya berada di luar bersedih karena mereka ditinggalkan. Namun suara misterius dari bekas Kedatuan Besari muncul menasehati prajurit.

    “Suara itu muncul, mengatakan jika semua orang ikut hilang, siapa yang akan menceritakan kisah ini ke generasi berikutnya,” kata Amiq Kholid.

    Dari kejadian tersebut, hingga saat ini secara turun temurun kisah hilangnya Desa Besari menjadi cerita masyarakat setempat.

    *Museum Desa*

    Amiq Kholid juga mendirikan sebuah museum yang diberi nama Museum Desa Genggelang. Di sana, beberapa benda peninggalan Kedatuan Besari dapat dijumpai.

    Benda-benda tersebut berupa rompi raja Besari hingga lampu minyak. Di sana juga ada lontar yang mengisahkan kedatuan pertama di Lombok dan peta batas wilayah kedatuan.

    Ada juga tempat tinta yang digunakan Carik (sekretaris negara), alat khitan zaman dulu, gelang, aneka piring dan lainnya.

    “Ada juga papan Warige untuk ilmu astronomi atau perbintangan zaman dulu,” ujarnya.

    *Cerita Mistis*

    Meskipun Desa Besari telah hilang, namun desa tersebut sering muncul dan menunjukkan wujud kepada orang luar desa yang berada di sana.

    Saat gempa Lombok 2018, Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Jawa Barat membentuk posko di pintu masuk Air Terjun Kerta Gangga yang berada sangat dekat di lokasi Desa Besari. Relawan gempa melayani pengobatan untuk masyarakat.

    “Anehnya banyak warga datang berobat jam 2 dini hari sampai subuh,” ujar Amiq Kholid.

    Pasien-pasien yang berobat di sana justru sangat asing dan bukan berasal dari Desa Ganggelang. Keesokan harinya saat dokter melihat catatan nama pasien, nama pada catatan tersebut justru menghilang sendiri.

    Tim dokter dan tentara yang bertugas di posko relawan sangat heran atas kejadian tersebut.

    Beberapa hari berselang, posko relawan tersebut mendapat telepon dari Jakarta karena ada komplain tidak melayani penduduk Desa Genggelang untuk berobat. Itu membuat tentara yang bertugas mendatangi Kepala Desa Genggelang.

    “Dua tentara yang bertugas di posko bertanya, kok ada komplain mereka tidak melayani masyarakat. Padahal setiap dini hari banyak masyarakat berobat,” ujarnya.

    Saat Kepala Desa Genggelang bertanya, masyarakat mana yang berobat, para relawan posko kesehatan tersebut menyebut nama  Desa Besari. Ini tentu menjadi keanehan karena desa itu tidak ada secara nyata.

    Ada juga cerita penjual tikar yang pertama kali masuk ke Desa Besari dan mendapatkan keuntungan besar. Jualannya habis terjual. Namun keesokan hari akan berdagang ke sana, dia menjumpai seorang penduduk Desa Genggelang.

    “Warga tanya pedagang itu mau ke mana, kemudian dijawab mau ke Besari. Warga langsung menjelaskan tidak ada desa di sana,” katanya.

    Seketika itu pedagang itu sadar. Desa yang sebelumnya dilihat berubah menjadi hutan.

    *Penggalian Arkeologi*.

    Sementara itu Direktur Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH menambahkan, untuk action plan selanjutnya setelah ekspedisi mistis ini berhasil mengungkapkan telaah dari sisi non sains atau metafisika, yakni lewat penerawangan dengan ditemukannya dugaan kuat lokasi situs desa besari yang hilang yakni letak benteng, bentuk bangunan petilasan dan wujud bangunan lainnya. Maka untuk membuktikan kebenaran eksistensi desa besari , perlu dilakukan penggalian arkeologi situs desa besari , apalagi di kawasan tersebut ditemukan prasasti atau bekas pondasi masjid kuno dikedatuhan besari. Hal ini tentu untuk mengungkap lebih jauh rahasia desa besari yang seutuhnya.

    “Maka menjadi tugas sains yakni Arkeolog untuk memetakan landscape desa besari yang hilang guna mencari reruntuhan petilasan lain di kawasan tersebut,” ungkapnya.(Tim-MP)

  • Wagub NTB Sambut Kunjungan Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbudristek

    Wagub NTB Sambut Kunjungan Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbudristek

    Mataram—MP-Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, menyambut kunjungan kerja (Kunker) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (Dirjen PAUD) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Jumeri, S.TP. M.Si, di Aula Pendopo Wagub, Mataram, pada Selasa (24/05).

    Pada kesemptan tersebut Wagub dan Dirjen PAUD-Dikdasmen berdiskusi mengenai kondisi pendidikan di wilayah NTB. Tak terkecuali mengenai bagaimana cara peningkatan literasi dan numerasi di NTB.

    “Kami ingin dan mudah-mudahan literasi dan numerasi di NTB terdapat peningkatan, maka dari itu semua elemen-elemen untuk meningkatkan kedua hal tersebut harus dibenahi segera,”ucapnya.

    Lanjutnya, Ummi Rohmi panggilan akrab Wagub, memaparkan bahwasanya Provinsi NTB memiliki program unggulan yaitu Revitalisasi Posyandu. Dimana peran PAUD turut serta dalam menyukseskan program ini.

    “Di sini kami memiliki program unggulan Revitalisasi Posyandu. Posyandu merupakan pusat edukasi berbasis dusun, mulai dari masalah kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Disana kami juga menggandeng PAUD didalamnya guna menyukseskan program ini,”terangnya.

    Sementara itu, Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri, S.TP. M.Si, mengatakan kunjungannya bersama tim di Provinsi NTB untuk memastikan kerjasama antara pemerintah pusat dengan daerah berjalan baik.

    “Kunjungan kerja kami disini tentu untuk memastikan kerjasama antara pemerintah pusat dengan daerah berjalan dengan baik. Adapun tugas kami membantu daerah agar pelayanannya membaik, tentunya terkait dengan pelayanan pendidikannya,”tandasnya.

    Tak lupa juga ia berharap kerjasama dan kolaborasi akan tetap terjalin dengan baik antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Ditjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbudristek RI.

    “Terimakasih sebelumnya bu Wagub telah menerima kami dengan baik, tak lupa juga agar kita terus menjalin kerjasama dan berkolaborasi untuk meningkatkan pendidikan di NTB,”harapnya.

    Turut hadir dalam pertemuan, Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB bersama jajaranya dan Sekretaris Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi NTB. (diskominfotikntb-MP).

  • Kunker Ke Kota.Bima,Hj.Niken:Peran Ketua Kunci Keberhasilan Program TP.PKK

    Kunker Ke Kota.Bima,Hj.Niken:Peran Ketua Kunci Keberhasilan Program TP.PKK

    Bima-MP-Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah, mengingatkan ketua TP. PKK kecamatan dan kelurahan se-Kota Bima, menyadari betapa penting perannya untuk keberhasilan program dalam lembaga di daerah.

    “Kunci Keberhasilan Program TP. PKK disuatu wilayah atau daerah tergantung peran seorang ketua,”pesan Bunda Niken sapaan populernya, pada rangkian kunjungan kerja (Kunker) TP. PKK Provinsi NTB, Senin (23/5/2022) di Gedung Seni dan Budaya Kota Bima.

    Menurutnya, sukses dan lancar atau tidaknya berbagai program TP.PPK disuatu daerah salahsatu kuncinya adalah keberadaan dan peran ketuanya. Maka Ibu-ibu TP. PKK di kota Bima harus memegang teguh dan memahami tupoksi dan perannya dalam sebuah organisasi. Salahsatunya dalam mendampingi suami dalam menjalankan tugas sebagai seorang ketua TP. PKK.

    Banyak program-program pemerintah dari pusat hingga dikelurahan, harus ikut dibantu dan disukseskan oleh lembaga seperti TP. PKK yang memiliki jaringan, luas dan banyak hingga tersebar ke tingkat keluarga.

    “Jadi satu-satunya organisasi yang bisa masuk hingga keluarga adalah PKK,”jelas wanita yang juga menjabat ketua Dekranasda Prov. NTB ini.

    Selain itu, lanjutnya dengan adanya Dhasawisma diharapkan pengelolaan tiap keluarga, semakin terorganisir, bisa terkelola dengan baik dan semakin banyak keluarga-keluarga yang merasakan manfaat dari program PKK.

    “Kita ingin ketua PKK tau, bahwa dirinya sangat penting, memiliki posisi yang luar biasa, yang akan menggerakan kesejahteraan pemberdayaan ibu-ibu diwilayahnya masing-masing,”pesannya.

    Program PKK tidak hanya satu, namun ada 10 program PKK yang harus dilaksanakan bersama-sama.

    Ia berharap pengurus dalam TP. PKK dapat bergerak dan berkoordinasi menggerakan program-program PKK. Sehingga lembaga ini harus memiliki sekretariat, plan nama lembaga, atribut, pengurus dan program kerja.

    Apalagi, TP. PKK adalah mitra utama pemerintah. Baik pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan hingga Pemerintah tingkat Desa dan Kelurahan. Begitu besarnya pengaruh dan keberadaan TP. PKK telah disebutkan oleh Presiden dan Menteri Dalam Negeri dalam berbagai kesempatan.

    Sementara itu, Ketua TP. PKK Kota Bima Hj. Elly Alwain Muhammad Lutfi, menyampaikan bahwa menindakkanjuti program TP.PKK Provinsi, pihak terus bersinergi dengan TP. PKK kecamatan hingga kelurahan.

    “Untuk terus menguatkan untuk program dasawisma dan program kerja PKK,”kata istri Walikota Bima ini.

    Penguatan program kerja seperti posyandu keluarga, pelayanan KB, penyuluhan keluarga dan 10 program PKK untuk bersama mewujudkan NTB emilang.

    Usai kegiatan tersebut Ketua TP.PKK Prov. NTB secara simbolis menyerahkan bibit tanaman keluarga kepada Ketua TP.PKK Kota Bima dan penyerahan bantuan kerawanan pangan sebanyak 40 paket, kepada 6 orang perwakilan dari lansia, ibu hamil dan balita kurang gizi. Serta meninjau pelayanan KB serta display diversifikasi pangan lokal.

    Turut mendampingi ketua TP. PKK Prov. NTB dalam kunker ke Pulau Sumbawa yaitu Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu yaitu, Dinas Ketahanan Pangan Prov. dan BP3AP2KB Provinsi NTB.

    Hadir juga pada kegiatan tersebut, Kepala BNN Bima, Kepala OPD lingkup Pemkot Bima, IBI Kota Bima, DKP Kota Bia dan UP2K PKK Kelurahan Rabanggodu Utara. (diskominfotik ntb-MP)

  • Mi6 Prediksi Golkar,Gerindra dan PDIP NTB sulit berpisah jalan dlm memainkan Ritme Politik Konstelasi Pilkada 2024

    Mi6 Prediksi Golkar,Gerindra dan PDIP NTB sulit berpisah jalan dlm memainkan Ritme Politik Konstelasi Pilkada 2024

    MATARAM-MP-Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 menilai Kemesraan Politik antara Partai Gerindra NTB , PDIP NTB dan Partai Golkar NTB diprediksi akan tetap berlanjut hingga Pilkada Serentak di NTB 2024. Saat ini publik di NTB sudah melihat kemesraan hubungan politik ketiga Parpol yang sudah satu kemestri, saling memahami maksud untuk menyongsong koalisi strategis dalam gelaran Pilkada 2024.

    Ibarat *Three Musketeers* , PDIP NTB , Golkar NTB dan Gerindra NTB sudah membuktikan power politiknya dalam merespon dinamika politik yang ada di NTB. Misalnya dalam perubahan AKD ( Alat Kelengkapan Dewan ) di DPRD NTB, ketiga Parpol tersebut plus Parpol lain di luar parpol koalisi penguasa daerah ,berhasil merubah struktur susunan kepemimpinan AKD tanpa perlawanan yg berarti dari Parpol koalisi Penguasa.

    Akibatnya secara Politik , Mi6 mempredikai akibat *insiden politik* ini akan merepotkan Pemerintahan Zul Rohmi ketika harus berurusan untuk mendapatkan legitimasi Politisi oposisi Udayana yg menguasai secara sistematis unsur-unsur pimpinan AKD tsb.

    “Dalam konteks Politik Lebih luas , diakui atau tidak , usai pertemuan tiga pucuk pimpinan Parpol yakni Mohan Roliskana dan H Bambang Kristiono di kediaman H Rachmat Hidayat merupakan sinyal yang kuat sekaligus test the water tiga parpol itu untuk berjalan seiring dan searah untuk makin menguatkan politik kemanusiaan,” Kata Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto, SH kepada Media , Sabtu ( 21/5).

    Menurut pria yang akrab disapa didu ini menambahkan apabila kemesraan ketiga Parpol ini tetap berlanjut hingga Pilkada serentak 2024 , maka dipastikan akan ada *sharing power politik* dlm konstestasi Pilkada serentak di NTB , November 2024 mendatang.

    “Dukungan PDIP NTB untuk Rannya Agustyra Kristiono sebagai Calon DPD RI yang juga Puteri tercinta Petinggi Gerindra yakni H. Bambang Kristiono harus dimaknai sebagai upaya untuk saling membesarkan dan saling memanusiakan secara politik,” ujar didu.

    Lebih jauh didu mengulas langkah awal PDIP NTB yang mengusung Rannya Agustyra Kristiono sebagai sinyal awal membangun pondasi awal menuju sharing power politik dalam arti yang sesungguhnya,” ujar didu .

    Didu menyakini dengan kapasitas dan performance yang dimiliki ketiga tokoh parpol itu akan sulit *mencla mencle* dan tidak konsisten pada apa yang telah digagas meskipun sebatas obrolan tidak resmi.

    “Kabarnya paska pertemuan tiga tokoh di PM 15, ketiga tokoh parpol itu aktif berkomunikasi secara intensif untuk membahas dinamika sosial dan politik yang berkembang di NTB every day,” ungkap didu

    *Platform dan Mapping Kekuasaan Politik*

    Terkait Platform politik menuju Pilkada serentak di NTB 2024 yang tinggal 2 tahun lagi yang perlu digarisbawahi disini adalah bagaimana ketiga parpol itu yakni PDIP , Golkar dan Gerindra mampu menemukan formula politik yang pas terkait sharing power politik disetiap wilayah dikabupaten/kota di NTB.

    “Secara mapping Politik, ketiga parpol tsb memiliki wilayah kekuasaan politik berdasarkan hasil konstetasi pileg dan pilkada sblmnya. Misalnya , kota mataram, Walikota dipegang Golkar yakni Mohan Roliskana dan Ketua DPRD kota Mataram dipegang Golkar yakni Didi Sumardi. Peroleh Kursi Golkar di Pileg 2019 yakni 9 Kursi. PDIP NTB 5 Kursi dan Gerindra 6 Kursi,” ujarnya.

    Sementara itu utk Lombok Tengah baik Kepala Daerah dan Ketua DPRD Loteng dipegang oleh Kader Gerindra yakni Pathul Bahri dan M. Tauhid. Demikian juga untuk Kabupaten Sumbawa Barat , baik Bupati dan Ketua DPRD KSB dijabat oleh kader PDI Perjuangan yakni Musyafirin dan Kahar.

    Lebih jauh didu menambahkan ketiga contoh wilayah kekuasaan politik yang dipegang parpol tersebut setidaknya akan menjadi pijakan untuk menentukan sinergitas menuju Pilkada NTB 2024, termasuk di kabupaten lain maupun Pilgub NTB. Tentu dengan tetap mengacu pada hasil perolehan kursi pileg 2024 sebagai tolok ukur utama menentukan posisi tawar untuk papan satu dan papan dua.

    “Mi6 menyakini apabila koalisi taktis dan strategis ketiga Parpol ini terjadi akan menyederhanakan prosedur dan pengambilan keputusan politik lebih cepat, simple dan efisien dari sisi waktu, beaya maupun kepastian politik. mengingat ketiga tokoh parpol tersebut memiliki decision maker yang kuat, ” kata mantan eksekutif daerah Walhi NTB dua periode ini.

    Terakhir didu menggarisbawahi bahwa konstestasi Pilkada 2024 akan diwarnai dengan dinamika politik yang menarik. Salah satunya munculnya figur- Figur baru yang akan mengikuti konstestasi tersebut. Hal ini mencerminkan Pilkada masih menjadi daya pikat yang kuat sebagai kawah candradimuka sirkulasi kepemimpinan daerah pujaan hati Rakyat.(Tim-MP)

  • Buka BIMTEK Implementasi Kurikulum Merdeka, Wabup Dahlan Beri Motivasi

    Buka BIMTEK Implementasi Kurikulum Merdeka, Wabup Dahlan Beri Motivasi

    Kab bima-MP-Dalam upaya percepatan implementasi Kurikulum Merdeka pada satuan pendidikan secara bertahap, Kementerian Pendidikan,Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melalui Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi NTB dan Forum Komunikasi Wakasek Kurikulum SMP se – Kabupaten Bima, Selasa (17/05) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis ( Bimtek ), Implementasi Kurikulum Merdeka ( IKM ), Tingkat SMP Se – Kabupaten Bima.

    Kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka ini yang diikuti oleh Seluruh Kepala Sekolah, dan Wakil Kepala Sekolah Kurikulum SMP Se – Kabupaten Bima tersebut mengangkat tema “Pimpin perubahan, Bergerak mewujudkan Merdeka Belajar “ yang dilaksanakan di Aula SMP 1 Woha, tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan, M. Noer, di hadiri oleh Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan ( LPMP ) Provinsi NTB, Drs, H, Muh. Irfan, M.M, dan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Bima, Zunaidin, S.Sos, MM.

    Wakil Bupati dalam arahannya menyampaikan apresiasi yang sangat besar dengan diadakannya kegiatan Bimtek ini, dengan harapan para kepala sekolah maupun jajaran pendidikan dapat bergerak mewujudkan merdeka belajar. Dalam kesempatan ini Wabup juga memberikan motivasi dan inspirasi kepada para peserta Bimtek.

    “Dengan adanya Kurikulum Merdeka ini, maka sekolah diberikan kebebasan untuk menentukan kurikulum yang akan dipilih, ini adalah motivasi yang sangat kuat untuk pihak sekolah, dalam pengembangan kompetensi peserta didik. Belajar menjadi lebih mendalam, bermakna, dan sangat menyenangkan.”, ujar Wabup Dahlan.

    Sementara itu Kepala LPMP Provinsi NTB, Drs, H, Muh. Irfan, M.M dalam paparannya mengatakan, satuan pendidikan, dapat mengimplementasikan kurikulum merdeka secara bertahap sesuai kesiapan masing – masing satuan pendidikan, dengan harapan, peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep, dan menguatkan kompetensi. Guru juga memiliki kebebasan untuk memilih perangkat pengajaran sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar.

    “Satuan pendidikan menentukan pilihan, berdasarkan Angket Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka, yang mengukur kesiapan guru dan tenaga kependidikan. Semakin sesuai maka semakin efektif implementasi Kurikulum Merdeka. “ ujarnya.(Tim-MP)