Kategori: Umum

  • Kapal ADRI, Pengangkut Jembatan Merapat di Pelabuhan Bima

    Kapal ADRI, Pengangkut Jembatan Merapat di Pelabuhan Bima

    Bima-MP-Kapal ADRI-LI yang mengangkut perlengkapan untuk membangun tiga jembatan di Kecamatan Madapangga,yang rusak akibat bencana alam banjir bandang,beberapa waktu lalu, merapat dengan selamat di pelabuhan laut Bima,Kelurahan Tanjung,Kecamatan Rasanae Barat,Kota Bima,Jumat,9 April 2021,sekitar pukul 13.45, siang.

    Dalam pelayarannya dari Jakarta menuju Bima,kapal KRI ADRI-LI itu,dipimpin Letkol Czi Alid Setiawan (Dansatgas Bencana Alam Bima NTB dan Adonara NTT). Membawa 57 personel dari satuan Yonzikon 13/KF.

    Selain membawa alat dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam proses pembangunan jembatan,juga mengangkut Dump truck 10 unit,Crane cargo dua unit,Excavator PC70 dua unit. Acrow panel tipe 2:1,12 petak, Compact tipe 1:1,10 petak, Backhoe loader satu unit.Mobil R.O,satu unit,Trado/self loader satu unit.

    Truk tanki Air satu unit, Lighting tower dua unit,Crane 20 ton satu unit,Genset 10 kva dua unit,Mobil Strada satu unit,Truk2,5 ton NPS satu unit, MotorKLX,tiga unit,Tolkit listrik,satu kotak,Tenda Ton, satu set,Tenda serbaguna,tiga set,Velbed,51 buah dan Alat masak,dua set.

    Tiba di pelabuhan laut Bima, ADRI,disambut sejumlah pejabat yakni Kepala PT.Pelni wilayah Bima,Kepala Pelindo wilayah Bima,Kepala Sahbandar Bima.

    Dandenkes Mataram Letkol Ckm Budi, Danden Zibang Mataram Letkol Czi Heri,Danpos TNI AL Bima Pelda Muhammad,Dansub Pom Bima Kapten Cpm Fajar.

    Gelar Upacara Penyambutan
    Bupati:Terima Kasih Panglima dan Kasad

    Sebelum menuju Kecamatan Madapangga,dilakukan upacara penyambutan dan penerimaan personel Yonzikon 13/KF. Dipimpin Danrem 162/Wira Bakti, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramadhani.Upacara digelar di areal parkir Pelabuhan Bima, sekitar pukul 16.30, sore.

    Danrem Rizal mengatakan kehadiran Yonzikon di wilayah Kabuetan Bima,sangat diharapkan,untuk membantu memulihkan kondisi yang porak poranda,setelah dihantam banjir bandang beberapa waktu lalu.

    Acrow panel atau jembatan besi akan dipasang pada tiga lokasi yakni Desa Rade,Desa Campa dan Desa Woro,Kecamatan Madapangga.

    “Terima kasih pada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD),Jenderal TNI Andika Perkasa,atas bantuan untuk masyarakat korban banjir bandang di Bima,’’ujar Danrem, dihadapan Wali Kota Bima, Bupati dan Wakil Bupati Bima, Ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhammad Putra Feriyandi,S.Ip, yang ikut menghadiri upacara penerimaan.

    Danrem Rizal berharap,semua prajurit dapat berkomunikasi yang baik dengan seluruh warga. Dan dampak banjir bandang ini, tidak sedikit menimbulkan kerugian moril maupun materil. Untuk dapat menuntaskan semua tugas,TNI dan Polri harus bersinergi membantu pemulihan.

    Danrem menghimbau,semua prajurit dapat menjaga,agar tidak terjadi miskomunikasi diantara satuan tugas yang diperbantukan dalam bekerja. Sebab,kata Rizal,saat ini dihadapkan dengan masyarakat yang benar benar membutuhkan pertolongan kita semua.

    Sementara itu,Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE,usai mengikuti upacara,menyampaikan ucapan terima kasih pada Panglima TNI dan Kasad.Juga telah merespon dengan cepat, melakukan video conference, sehari pasca kejadian banjir bandang.

    Kehadiran pasukan untuk memulihkan keadaan,kata Bupati Umi Dinda,merupakan yang tecepat di dalam menangani musibah di daerah.

    “Sebagai masyarakat Kabupaten Bima,kami sangat bangga menerima kehadiran prajurit TNI.Ditengah rasa duka yang dialami masyarakat kami mengucapkan terima kasih,’’ujar Bupati.

    Bupati berharap semua prajurit yang bertugas,merasa nyaman dan tidak menghadapi kendala apa pun.

    Penulis:ProKom
    Editor:Yul
    Sumber:Metro pembaharuancq

  • Tujuh Ribu Paket Bantuan Presiden Tiba di Bima

    Tujuh Ribu Paket Bantuan Presiden Tiba di Bima

    Kab bima-MP-Paket Sembako,Bantuan Presiden RI Joko Widodo,gelombang pertama,untuk korban banjir bandang Bima,telah tiba dengan selamat di Posko Utama Kantor Bupati Bima,Jln Soekarno-Hatta No 01 Desa Godo,Kecamatan Woha,Jumat,09 April 2021,sekitar Pukul 19.05 malam.

    Bantuan gelombang pertama tersebut sebanyak 7000 paket. Dikirim oleh
    Presiden RI melalui jalur darat,menggunakan 9 Unit kendaraan Truk.Berupa Beras kemasan 5 kg,Minyak Goreng 1 Liter,Teh Celup 25 sch,Gula Pasir kemasan 1 kg dan Biskuit 230 gr.

    Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Bima, mengatakan,bantuan dari Presiden sebanyak 17 truk.Yang tiba lebih awal 9 (sembilan) truk,masih dalam perjalanan 8 (delapan) truk.

    ‘’Bantuan itu akan di bongkar besok Sabtu,10 April 2021,akan diserahkan pada Forkopimda,’’ujar M Chandra Kusuma AP.

    Dijelaskan,Kabag Prokopim, sejumlah paket bantuan itu, saat ini tengah diamankan di posko induk.Dan akan dibagikan pada masyarakat korban banjir bandang yang ada di seluruh Desa di empat Kecamatan.

    Pemerintah Kabupaten Bima menyampaikan ucapan terima kasih,atas bantuan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo.bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi keluarga terdampak banjir.Bantuan tersebut tiba dengan selamat di hari ke tujuh pasca peristiwa banjir melanda wilayah Kabupaten Bima.

    Penulis:ProKom
    Sumber:Metro Pembaharuan
    Editor:Yuli

  • Lagi,Bupati Bima Trauma Healing di Pela

    Lagi,Bupati Bima Trauma Healing di Pela

    Kab bima-MP-Agenda Trauma Healing,Bupati Bima,Hj Indah Dhamayanti Putri SE,kembali dilakukan di Desa Pela, Kecamatan Monta,Jumat 9 April 2021,pagi.

    Selain menyemangati dan menghibur ratusan anak-anak sekolah,Bupati Umi Dinda,pagi hari Jumat itu,juga menyerahkan ratusan bingkisan tanggap darurat,bagi warga terdampak. Kegiatan dipusatkan di Lapangan olah raga Desa Pela.

    Bupati Umi Dinda,mengatakan, Desa Pela,yang pertama kali menerima luapan air banjir. Oleh karena itu, kita harus memastikan anak-anak dapat menkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.Sehingga bisa berakftivitas dan dijauhkan dari beban fikiran yang macam-macam. Anak-anak harus bisa menerima pelajaran dengan baik.

    ‘’Terima kasih. Kita sudah bisa bertemu, bertatap muka dengan seluruh anak-anak, ibu guru dan keluarga yang ada di Desa Pela, korban bencana banjir. Mohon maaf, tidak bisa sering menyambangi keluarga di Desa Pela. Karena kita berkeliling juga, untuk memberikan semangat yang sama bagi masyarakat yang ada di desa-desa yang lain,’’kata Bupati Umi Dinda.

    Selain menyemangati anak-anak sekolah, Bupati Bima dua periode ini juga bertemu dengan orang tua murid dan warga korban banjir.

    Didampingi Camat Monta Drs. Nurdin, anggota Dewan dari Partai Golkar, asisten Setda dan sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Bima, Bupati Bima mengatakan, berterima kasih dapat bersama Bank BRI Bima, untuk memberikan bantuan sembako bagi keluarga terdampak banjir.

    Bupati mengaku, sehari setelah banjir, sudah datang di RT 09 bersama Gubernur NTB, meninjau langsung keluarga yang kena musibah.

    ‘’Saya berharap keluarga di Pela bersabar menghadapi musibah banjir. Tidak saling menyalahkan. Ini adalah ujian, dan kalau kita sabar melaluinya, maka Allah akan meninggikan derajat kita,’’ujar Bupati.

    Kepada Kades Pela, Ketua RT, RW, Kadus dan para relawan, Bupati berharap, dapat membagikan ratusan bingkisan secara merata. Sehingga beban keluarga yang berduka dapat berkurang.

    Data yang diperoleh sedikitnya 137 KK, di Desa Pela ikut jadi korban saat banjir bandang beberapa hari lalu. Mereka kebanyak berada pada wilayah pemukiman. Selain itu, ratusan hektar lahan pertanian dan ratusan ekor ternak warga ikut jadi korban.

    Sumber:ProKom

    Editor:Yuli

  • Datangi Korban Banjir,Bupati Bima,Hj,Indah Dhamayati Putri,SE,Berikan Bantuan

    Datangi Korban Banjir,Bupati Bima,Hj,Indah Dhamayati Putri,SE,Berikan Bantuan

    Bupati bima Hj,Indah dhamayanti putri,SE,kembali menyerahkan bantuan sembako kepada korban banjir yang terjadi pada 2 april 2021 yang lalu.

    Penyerahan bantuan tersebut diawali desa rade 100 paket sembako di Kecamatan madapangga.Lanjut menuju desa tambe kec bolo dengan memberikan 100 paket sambako pada hari kamis(7/4-2021).

    Selain menyerahkan bantuan sebanyak
    100 paket sembako,
    di tiap,tiap posko,dalam kesempatan tersebut bupati juga memberikan semangat kepada warga untuk tetap tabah dalam menghadapi musibah
    yang terjadi saat ini.

    “Kepada korban yang terdampak banjir kami harap dapat tetap bersabar dalam menerima musibah ini,kami siap membantu,saat ini Kami akan memberikan bantuan sebanyak 100 paket sembako kepada masyarakat,semoga ini dapat meringankan,”ujar bupati bima

    Sementara itu,Di tempat terpisah Kepala Dinas BPBD Kabupaten kabupaten bima Aris munandar menjelaskan bahwa kejadian bencana banjir kali ini terjadi di Empat Kecamatan yang ada di Kabupaten bima diantaranya Kecamatan woha, monta,bolo,madapangga.

    Dari Empat kecamatan tersebut akan tetap di diserahkan bantuan paket sembako kepada korban yang terkena banjir serta teknis penyaluran melalui posko di masing-masing wilayah.

    “Kita akan upayakan untuk membantu masyarakat yang terkena musibah banjir,dan bantuan sembako ini akan di berikan langsung ke posko dan nanti akan diteruskan diberikan kepada masyarakat,”ujar Aris munandar

    Hadir dalam kesempatan tersebut BPBD Kabupaten bima Dinas sosial Kabupaten bima,Camat madapangga,camat bolo,kades serta masyarakat yang penerima bantuan korban

    banjir.Penulis:Yuli
    Editor: Yuli

  • Kabupaten Bima, Dorong Peran Relawan Kebencanaan, BPBD-ADRA Helat Pelatihan

    Kabupaten Bima, Dorong Peran Relawan Kebencanaan, BPBD-ADRA Helat Pelatihan

    Kab bima-MP-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima bekerjasama dengan Yayasan Adventist Development and Relief Agency (ADRA) Indonesia, melalui program Locally Led Disaster Preparedness and Protection (LLDPP) Project (Kepemimpinan Lokal Dalam Kesiapsiagaan dan Perlindungan Bencana),menggelar Pelatihan pemetaan Potensi bencana secara partisipatif (Training And Participatory Hazard Mapping).

    Kegiatan ini terlaksana secara konsorsium dengan Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC),Redr Indonesia,Pujiono Centre,Plan International Indonesia yang didukung penuh oleh European Commission Humanitarian AId (ECHO) Rabu, 7 April 2021 di Aula Kantor Bupati Bima.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima Aries Munandar ST.MT selaku Wakil Komandan Tim Tanggap Darurat Bencana Hidro Metereologi Kabupaten Bima dalam pengantarnya dihadapan 25 orang peserta pelatihan mengatakan,sesuai arahan Bupati Bima,BPBD kabupaten Bima dengan didukung ADRA Indonesia, menginisiasi adanya pertemuan antara relawan penggiat kebencanaan,Unsur TNI,POLRI, SAR,BMKG, OPD teknis,TRC, Tagana,PMI,NGO,OPD teknis dan tim tanggap darurat bencana hidrometeorologi di kabupaten Bima.

    “Pelatihan ditujukan untuk melakukan identifikasi sebaran relawan pada desa desa terdampak dan pemetaan pendistribusian relawan agar lebih berdampak dan saling bersinergi dalam efektivitas pelayanan kebencanaan di masyarakat”.Jelas Aries.

    Pada Kesempatan tersebut Dandim 1608/Bima Letkol (Inf) Teuku Mustafa Kamal selaku Komandan Tim Tanggap Darurat Bencana Hidro Metereologi kabupaten Bima yang didampingi Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin-Bima Satria Topan Primadi. S.Si,Regency Coordinator ADRA Robert D. Saunoah,Kabid Penanganan Bencana dan Kebakaran BPBD Kabupaten Bima M.Gunawan dalam arahannya di hadapan 25 orang relawan mengatakan bahwa Posko harus segera diaktifkan.

    Evaluasi perlu dilakukan setiap hari unuk mengetahui apa yang sudah dan belum dikerjakan.
    Dalam rapat besok Kamis (8/4) perlu ada perwakilan dari OPD sehingga ada data kerugian dan data lainnya yang valid.Kepada para relawan,Dansatgas meminta agar mendata jumlah relawan dari semua organisasi untuk selanjutnya dibagi pada area yang sudah ditentukan termasuk apa tugasnya.
    Sehingga seluruh wilayah tercakup.Sebab jika tidak terorganisir dengan baik maka akan ada daerah yang tidak terjamah”.Terang Dandim.

    Pada sesi diskusi yang dipandu Gunawan/Kabid Penanganan Bencana dan Kebakaran BPBD Kabupaten Bima tersebut, Regency Coordinator ADRA Robert D.Saunoah mengatakan, berdasarkan pengalaman selama ini,orang-orang yang hadir dalam satu kondisi bencana adalah orang yang mempertaruhkan segalanya dan bahkan meninggalkan keluarga yang berada di tempat lain dalam kondisi terancam untuk menjadi bagian dari perjuangan.

    “Kita semua bersama-sama merespon situasi yang tidak diinginkan oleh kita sekalian dan ada dua orang fasilitator ADRA yang hadir untuk membantu bagaimana pemetaan kegiatan penanganan bencana di Kabupaten Bima bisa berjalan dengan baik dan terarah”.Terang Pria yang akrab disapa Robby ini.

    Peserta selanjutnya diberikan pembekalan pengisian form aplikasi online pendataan bencana untuk memudahkan distribusi logistik dan penanganan dampak bencana oleh fasilitator,Fasilitator ADRA Petrasa Wacana dan Sofyan (ADRA/Sangga Buana)
    Patra menjelaskan,“Kaji cepat tanggap darurat bencana kabupaten Bima melalui aplikasi ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi bencana,untuk memetakan dampak bencana yang terjadi dan memetakan semua sumberdaya dalam melakukan respon kemanusiaan,siapa melakukan apa dimana,kapan kepada siapa dan bagaimana untuk mengkoordinasikan kolaborasi kerjasama semua pihak pentahelix dalam penanggulangan bencana”.Tandasnya.

    Sumber:Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kab Bima didukung oleh Tim Komunikasi Publik Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Bima

    Editor:Yul

  • Tim Assesment Kemenkopolhukam RI Ke Bima,Ini Paparan Sekda

    Tim Assesment Kemenkopolhukam RI Ke Bima,Ini Paparan Sekda

    Kab bima-MP-Enam anggota assesment dari tim Desentralisasi dan Otonomi Daerah,Kemenkopolhukam RI, diterima Sekretaris Daerah,Drs H Taufik HAK,M.Si,di Aula Rapat Sekda,Rabu 7 April 2021,siang.

    Tim berada di Bima hanya sehari,dipimpin asisten Deputi Koordinasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah,Drs.Syamsudin, M.Si.Tim Pimpinan Deputi tersebut,akan melakukan assesment terkait dengan Pengelolaan Dana APBD,Dana Desa dan Batas Wilayah Kabupaten Bima dengan wilayah tetangga.

    Dihadapan tim assesment,Sekda Taufik memaparkan,bahwa total pendapatan anggaran,Pemerintah Kabupaten Bima pada tahun 2020 setelah perubahan,ditargetkan Rp.1,77 triliun.Terealisasi sebesar Rp.1,74 Triliun,atau mencapai 98,30 persen.

    Total belanja daerah Tahun Anggaran 2020,setelah perubahan Rp.1,81 triliun dan terealisasi sebesar Rp.1,775 triliun atau mencapai 98,58 persen.

    Dijelaskan Sekda,terkait penanganan Covid-19,Pemkab Bima telah mengeluarkan kebijakan yakni,Keputusan Bupati Bima,Tentang Status Tanggap Darurat Bencana non Alam Covid-19.Dan Peraturan Bupati Nomor 37 Tahun 2020, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19.

    “Kemudian dilakukan refocusing anggaran.Semula direncanakan sebesar Rp.50 milyar.Dibahas di APBD perubahan menjadi sebesar Rp.19 milyar.Akhirnya realisasi sebesar Rp.15,9 milyar Untuk penanganan kesehatan dan penyediaan Jaring Pengaman Sosial (JPS),yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan,BPBD,RSUD dan Dinas Sosial serta instansi terkait lainnya,”ujar Sekda Bima.

    Pemerintah Kabupaten Bima,kata Sekda,telah melaksanakan langkah-langkah teknis dalam penanganan Covid-19.

    Terkai dengan penyelesaian sengketa batas daerah kabupaten Bima.Menurut Taufik,terdapat masalah dengan Kota Bima dan Kabupaten Dompu.

    Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 tahun 2016,tentang Batas Daerah Kabupaten Bima dan Kota Bima, masih terdapat dua titik lokasi yang masih harus difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi.

    Yaitu antara Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi dengan Kelurahan Kolo,Kecamatan Asakota,Kota Bima. Dan antara Desa Ntori,Kecamatan Wawo dengan Kelurahan Lampe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima.

    Sedangkan,untuk penanganan batas wilayah dengan Kabupaten Dompu.Sesuai Permendagri Nomor 37 tahun 2016,tentang batas Daerah Kabupaten Bima dengan Kabupaten Dompu.

    Masih terdapat satu titik lokasi yang harus difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi NTB. Yaitu antara Desa Madawau Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima dengan Desa Mangge Nae, Kecamatan Dompu,Kabupaten Dompu.

    Sementara itu,asisten Deputi, Drs.Syamsudim,M.si, menyampaikan,terkait batas wilayah masih menjadi persoalan.Terjadi tarik menarik di beberapa wilayah pemekaran di Indonesia.

    “Dan merupakan salah satu sumber masalah di daerah,”aku Syamsudin.

    Dijelaskan Syamsudin,untuk pelaporan keuangan yang disampuikan oleh Pemerintah Daerah,masih ada daerah yang keliru menyampaikan laporan keuangan mereka,yang disampaikan kepada Dirjen Keuangan RI.

    “Apa yang disampaikan telah diterima.Tim akan segera memetakkan masalah-masalah yang ada.Mudah-mudahan secepatnya bisa selesai,”tambah Syamsudin.

    Sumber:ProKom
    Editor:Yuli

  • Tangani Stunting, Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal   Disosialisasikan

    Tangani Stunting, Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal Disosialisasikan

    Kab bima-MP-Diseminasi secara daring menggunakan aplikasi zoom meeting Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal (PGS-PL) bagi anak Balita dan Sosialisasi program “Anakku Sehat dan Cerdas”Kabupaten Bima kerjasama Southeast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO), Regional Centre for Food and Nutrition (RECFON),Kementerian Kesehatan RI,The Global Alliance for Imoprioved Nutrition (GAIN),Poltekkes Kemenkes Mataram dan Pemerintah Kabupaten Bima berlangsug Selasa (6/04) di Aula Kantor DP3AP2KB Kabupaten Bima.

    Diseminasi yang mengundang 20 peserta tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan S.Pd,Tim Konvergensi Stunting Kabupaten Bima dan Pejabat perangkat daerah terkait.

    Kepala Bappeda Provinsi NTB Dr. Ir. H.Amry Rahkman,M.Si dalam arahannya mengatakan,merujuk pada Visi Pembangunan Nasional, Presiden RI menekankan bahwa kemajuan Indonesia harus dimotori oleh kemajuan sumber daya manusia (SDM) dan dijabarkan melalui beragam program pemerintah.

    Dikatakannya,saat Kabupaten/kota di provinsi NTB masih menghadapi permasalah gizi makro dan mikro,khususnya kejadian stunting pada balita. Mengacu pada hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) sebelumnya dan akan dilaksanakan kembali pada tahun 2023,kita masih harus terus bekerja keras untuk memenuhi target RPJMD Provinsi NTB”.

    Aspek lainnya yang perlu menjadi perhatian lanjut H. Amry adalah persepsi tentang pangan yang mahal harus dapat ditepis.Karena kalau kita identifikasi di sekitar kita banyak pangan lokal bergizi dan berkualitas.Ini berarti bahwa terkait pangan dan gizi ini terdapat tantangan luas dalam konteks pangan nasional yang perlu diterjemahkan ke dalam pangan lokal dan daerah.

    “Oleh karena itu perlu dipahami pedoman gizi seimbang berbasis pangan lokal dan pemahaman tentang pangan gizi panduan gizi seimbang perlu terus didorong untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam upaya pencegahan stunting”. Ungkapnya.

    Sebelumnya,Kepala Bappeda Kabupaten Bima yang wakili LKabid Perencanaan Sosial Budaya Raani Wahyuni ST,MT, M.Sc dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kebersamaan pihak terkait dan adanya kesempatan kepada Kabupaten Bima untuk berbagi cerita berkaitan dengan penanganan stunting.

    Dikatakan Raani,aksi konvergensi penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Bima mengacu pada Peraturan Bupati Bima Nomor 37 Tahun 2019 Tentang Percepatan Penanganan Dan Pencegahan Stunting.

    Regulasi ini selanjutnya dijabarkan dalam Integrasi Program Kegiatan Prioritas Penanganan Stunting Kedalam RKPD dan APBD melalui Musrenbang Kab dan Musrenbang Khusus Kelompok Inklusif (Perempuan,Anak,Lansia dan Berkebutuhan Khusus.Ada dua intervensi yang dilaksanakan yaitu “Intervensi Spesifik Melalui Gerakan Bersama Kabupaten Bima Anti Stunting, Kekurangan Gizi Dan Anemia (GEBRAK BIMANTIKA) .

    Pendekatan lainnya adalah intervensi sensitif lintas sektor.“Aksi Konvergensi Penanganan dan Pencegahan Stunting di tingkat Kecamatan dilaksanakan oleh Pembina Teknis Pemerintahan Desa (PTPD) melalui pembinaan dan fasilitasi perencanaan, penganggaran pembangunan desa (Penyusunan RKPDes,APBDes) yang selajan dengan arah dan kebijakan penanganan dan pencegahan stunting Pemerintah Kabupaten.

    Langkah strategis ini berhasil menurunkan secara dignifikan angka stunting di kabupaten Bima dari 40.8 % pada tahun 2013 menjadi 24 41% pada 2020. Pada tahun 2020 juga telah dilakukan intervensi pada 30 desa lokus yang menyebar pada 18 Kecamatan”.Terang Raani.

    Diseminasi Panduan Gizi yang dipandu Irianto SKM, M.Kes/Poltekkes Kemenkes Mataram ini juga menghadirkan Aziz Jati Nur Ananda M.Gz/ Perwakilan SEAMEO yang memaparkan tema“Pengembangan PAUD Holistik Integratif sebagai Upaya Penanggulangan Stunting di Tingkat Kabupaten dalam kerangka“Anakku Sehat dan Cerdas”menjelaskan Konsep Pengembangan PAUD HI sebagai Upaya Penanggulangan Stunting.

    Diperlukan penguatan komponen kesehatan,gizi,dan Perawatan dengan kegiatan membawa bekal sehat bergizi,pemberian makanan tambahan denganq penguatan panduan gizi seimbang berbasis pangan lokal(PGS-PL),Praktik PHBS (cuci tangan,kebersihan kuku),Pemantauan makanan bergizi (skor keberagaman pangan),Pengukuran berat badan,tinggi badan,lingkar kepala dan Pemeriksaan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK)”.

    Penguatan lainnya yang perlu menjadi prioritas yaitu komponen pengasuhan dengan kegiatan sesi edukasi orangtua (parenting) terkait topik kesehatan,gizi,perawatan, pengasuhan dan lainnya”.Urai Aziz.

    Sesi terakhir ditutup dengan pembahasan rencana tindak lanjut diseminasi dan sosialisasi Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal (PGS-PL)

    Sumber:Tim Komunikasi Publik
    Editor:Yul

  • Presiden Joko Widodo Pimpin Ratas Daring Bahas Bencana Banjir di NTB dan NTT

    Presiden Joko Widodo Pimpin Ratas Daring Bahas Bencana Banjir di NTB dan NTT

    Kab bima-MP-Untuk mendapatkan gambaran menyeluruh penanganan bencana akibat Siklon Tropis Seroja dan Cuaca ekstrem yang telah memicu terjadinya bencana banjir bandang dan longsor di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) Selasa (6/04) Pukul 09.30 WIB berlangsung Rapat Terbatas (Ratas) melalui video conference yang dipimpin Presiden RI H.Joko Wododo berlangsung secara khusus membahas Penanganan Bencana di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri SE dan Wabup Drs. H. Dahlan M.Noer yang mengikuti Ratas tersebut dari kantor Bupati Bima memaparkan sejumlah penanganan yang telah dilakukan,baik koordinasi lintas sektoral,evakuasi dan penyelamatan korban,kaji cepat dampak bencana,pengiriman logistik ke lokasi terdampak banjir,pembangunan Posko Induk dan Posko Lapangan,pendirian tenda pengungsian dan pos kesehatan,dapur umum serta pembersihan lokasi pasca banjir.

    Pemerintah
    Kabupaten Bima juga jelas BUpati telah mendapatkan bantuan senilai Rp.500 juta dari BNPB,Pemkab Bima juga tekah menerima bantuan Senilai Rp 1,28 Milyar dari Kementerian Sosial RI,sejumlah instansi dan relawan.

    Dalam rapat yang digelar melalui konferensi video ini, Presiden Jokowi menyampaikan sejumlah instruksi antara lain percepatan proses evakuasi, pencarian,dan penyelamatan korban yang belum ditemukan.

    Presiden Jokowi meminta jajaran terkait untuk memastikan hadirnya pelayanan kesehatan dan pertolongan medis yang dibutuhkan oleh para korban.

    Presiden juga meminta jajaran terkait untuk segera menangani dan memenuhi kebutuhan para pengungsi,mulai dari logistik hingga sanitasi,percepatan perbaikan infrastruktur penunjang yang rusak akibat bencana dan mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi akibat cuaca sangat ekstrem yang melanda berbagai kawasan di Indonesia.

    Mengacu pada surat nomor: Und.45/Seskab/DKK/04/2021 tanggal 5 April 2021 yang ditanda tangani Sekretaris Kabinet Pramono Anung tersebut, sebanyak 25 pejabat di tingkat pusat dan daerah diundang Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,Menteri Sekretaris Negara,Sekretaris Kabinet,Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan,Menteri Sosial,Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,Panglima Tentara Nasional Indonesia, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia,Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana,Kepala Badan Meteorologi,Klimatologi,dan Geofisika,Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.

    Pertemuan tersebut juga mengudang Gubernur Provinsi NTB,Gubernur NTT,Bupati Bima, Walikota Kupang,Bupati Flores Timur,Bupati Lembata,Bupati Sabu Raijua,Bupati Sumba Timur, Bupati Alor,Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana,KAPOLDA NTB,KAPOLDA NTT,dan Koordinator Staf Khusus Presiden (Ari Dwipayana).

    Sumber:Tim Komunikasi Publik.

    Editor:Yuli

  • Anggota Komisi VIII DPR RI,H, Nanang Samodra Dapil Ntb 2 Mengunjungi Lokasih Banjir Di Kabupaten Bima

    Anggota Komisi VIII DPR RI,H, Nanang Samodra Dapil Ntb 2 Mengunjungi Lokasih Banjir Di Kabupaten Bima

    Kab bima-MP-Hujan yang tinggi melanda Kabupaten bima,Nusatenggara barat(NTB) Pada hari Jumat (2-4-2021), mengakibatkan banjir di beberapa Kecamatan kabupaten bima.

    Anggota Komisi VIII DPR RI H,Nanang Samudra mengunjungi lokasi banjir di Desa naru kecematan woha Senin (6-4-2021) di dampingi oleh ketua Demokrat Kabupaten bima bapak imam,guna menyalurkan sejumlah bantuan bagi masyarakat terdampak.

    “Menurut warga setempat,penyebab banjir karena hujan setiap harinya nga henti,henti sepanjang hari dan meluapnya air di Dam pela parado.Beberapa warga seperti lansia dan anak-anak taruh di tenda penampung tempat yang telah di sediakan pemerintah,setelah mereka membersihkan rumahnya tergenang air,mereka akan kembali kerumahnya lagi.

    Pada kesempatan tersebut,bapak H,Nanang Samudra juga menyerahkan langsung bantuan kepada masyarakat berupa makanan siap saji,dan air mineral.“Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan warga terdampak banjir,agar tak masuk angin,dan jatuh sakit,” jelas,H,Nanang.

    Bantuan yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak bisa meringankan beban dan bermanfaat.“Saya berharap bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat terdampak,”ungkap,H,Nanang.

    “Saat ini air sudah surut karna curah hujan sudah mulai berkurang,”tambah politisi Fraksi Partai Demokrat dari dapil Ntb 2.

    Tidak lupa bapak,H,Nanang Samudra juga mengajak warga kabupaten bima,untuk tetap waspada terhadap bencana yang dapat terjadi tiba,tiba diakibatkan oleh hidrometeorologi.“Menurut prediksi BMKG,fenomena alam la nina.,”tutup legislator dapil Ntb 2.

    Penulis:Yuli
    Editor:Yuli

  • Bupati Ratas Dengan Presiden RI Laporkan Langkah Strategis dan Dana Bantuan

    Bupati Ratas Dengan Presiden RI Laporkan Langkah Strategis dan Dana Bantuan

    Kab bima-MP-Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, diundang oleh Presiden Republik Indonesia,untuk ambil bagian dalam Rapat Terbatas (Ratas) melalui video conference, Selasa, 6 April 2021,di ruang Kerja Bupati,di dampingi Wakil Bupati Drs. H Dahlan HM Noer.

    Selain Bupati Umi Dinda, yang ikut dalam Ratas terkait Penanganan Bencana di Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Propinsi Nusa Tenggara Timur itu adalah Menko PMK, Mensesneg, Seskab, Mendagri, Menkes, Mensos, MenPUPR.

    Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB, Kepala BMKG, Kepala BNPP, Gubernur NTB,Gubernur NTT, Bupati Bima, Wali Kota Kupang, Bupati Flores Timur, Bupati Lembata, Bupati Sabu Raijua, Bupati Sumba Timur, Buopati Alor, Pangdam IX/Udayana, Kapolda NTB, Kapolda NTT, Koordinator SKP Ari Dwipayana.

    Bupati Umi Dinda menyampaikan aksi yang telah dilakukan Pemkab Bima dalam menangani banjir bandang yakni berkoordinasi lintas sektor dan membentuk tim komando tanggap darurat.

    Mengevaluasi dan penyelamatan korban, melakukan kaji cepat, mengirirm logistik ke lokasi terdampak berupa; beras 15 ton, air mineral 1598 dus, Mie instan 1550 dus, pop mie 572 dus, sembako 1160 paket, selimut 150 lembar, perlengakapan bayi 731 paket, nasi 19365 bungkus (terdistribusi) dan perlengkapan mandi 350 paket.

    Kemudian, kata Bupati, Pemkab Bima telah membangun posko induk dan posko lapangan, mendirikan tenda pengungsian dan pos kesehatan. Mendirikan dapur umum dan pembersihan lokasi.

    Pemerintah juga telah menerima bantuan dari PNPB pusat uang senilai lima ratus juta rupiah, menerima bantuan melalui Pusdalop berupa; air mineral 2302 dus, Mie Instan 1342 dus, Sembako 60 paket, selimut 100 lembar, terpal 50 lembar, paket sandang 25 paket, paket lauk pauk 25 paket.

    Perlengakapan bayi 15 paket, perlengakapan keluarga 15 paket, nasi 455 bungkus, gula 315 kg, beras 2005 Kg, pakaian 6 karung, telur 11 krak, karpet 50 lembar.

    Bupati Umi Dinda, juga menyampaikan bahwa total bantuan penangan banjir senilai Rp. 1.289.302.685 M.

    Sementara itu, Presiden Jokowi menyampaikan lima hal penting yakni, meminta Kepala BNPB, Kepala Basarnas dibantu dengan Panglima TNI, dan Kapolri dengan seluruh jajarannya, mengerahkan tambahan personel SAR. Sehingga dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak termasuk wilayah terisolir.

    Menghimbau pihak terkait, memastikan pelayanan kesehatan penanganan korban yang membutuhkan pertolongan medis. Tim bantuan perlu secepatnya sampai dilokasi dan memperbanyak tempat pelayanan kesehatan di lapangan. Mempersiapkan Rumah Sakit (RS) untuk menangani para korban serta memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan.

    Segera menangani dan memenuhi kebutuhan para pengungsi. Kemudian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah daerah, segara mendata titik pengungsian. Memastikan logistik, tenda, dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Juga kebutuhan untuk bayi dan anak-anak, terutama air bersih dan MCK.

    Menteri Pekerjaan Umum (PU) mempercepat infrastruktur yang rusak. Jembatan yang roboh, akses jalan, pulihkan listrik, jaringan telekomunikasi, jaringan internet, juga distribusi dan BBM, sehingga bantuan dapat segera tersalurkan ke masyarakat korban.

    Presdien Jokowi menghimbau tetap mengantisipasi adanya cuaca yang sangat ekstrem, yang terjadi di berbagai kawasan di Indonesia. Terhadapa BMKG untuk menggencarkan peringatan cuaca ekstrem dari siklon tropis seroja ini.

    ‘’Seluruh kepala daerah dan masyarakat dapat mengakses, memantau prediksi cuaca dan iklim yang dikeluarkan oleh BMKG,’’ujar Presidien.

    Masyarakat, kata Presiden, harus tahu semuanya agar bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman risiko. Baik angin kencang, bahaya banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

    Sumber:ProKom
    Editor:Yuli

  • Mensos Di Dampingi Bupati Bima Tinjau Bencana Banjir

    Mensos Di Dampingi Bupati Bima Tinjau Bencana Banjir

    Kab bima-MP-Bencana banjir melanda kabupaten bima Kementerian Sosial RI,Dalam kunjungan Mensos Risma didampingi Bupati bima, Hj,Indah dhamayanti putri,SE. dan jajaran Forkompinda Kabupaten bima,bersama Gubernur ntb,kapolda ntb,wali kota bima, Danrem,kapolres bima,kota,dandim 1068,melakukan kunjungan di beberapa titik yang kena dampak banjir yang ada di kabupaten bima,nusatenggara barat (NTB).

    Pada hari Senin (5/4/2021) , pukul 2 siang Wita Menteri Sosial Tri Rismaharini tiba dibandarah Muhamad salahuddin langsung meninjau desa naru kecematan woha,Setiba di lokasi Mensos langsung memberikan semangat,dengan menghibur sambil bernyanyi,bersama anak, anakanak,dengan mrmberikan bantuan logistik berupa, makanan siap saji,makanan, anak,anak,matras,kasur.

    Selanjutnya menuju desa leu kecematan bolo dengan agenda yang sama untuk meninjau korban banjir,Setiba di lokasi Mensos langsung memasuki gang,gang untuk meliat kondisi rumah warga masyrakat yang kena bencana banjir,dengan memberikan bantaun yang sama disalurkan berupa makanan siap saji,makanan anak matras,kasur.

    Banjir di Kabupaten bima terjadi pada hari jum’at (2-4-2021).Ada beberapa kecamatan, yakni monta,woha, bolo,madapangga terdampak bencana tersebut.

    Selain merusak sejumlah sarana umum,banjir juga memutus tiga jembatan,yakni jembatan antardesa dan satu Kerusakan terparah adalah jembatan di Desa bolo menuju desa rade,yang merupakan jembatan penghubung dan kerugian lainnya.

    Mensos Tri Rismaharini melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait penanganan bencanan,termasuk dengan pihak aparat kepolisian dan TNI.

    Penulis: Yuli
    Editor:Yul

  • Tangani Bencana Pemkab Bima Gelar Rakor

    Tangani Bencana Pemkab Bima Gelar Rakor

    Kab bima-MP-Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Banjir, digelar di aula sidang utama, Kantor Bupati Bima,Godo-Woha, Minggu 4 April 2021,siang.

    Rakor dipimpin Bupati Bima,Hj Indah Dhamayanti Putri SE, dihadiri sejumlah Dinas terkait,empat Camat yang wilayahnya terdampak Banjir, Kalak BPBD Kabupaten Bima, Tagana,TNI dan Polri.Hadir pula Sekretaris Daerah Drs.H Taufik HAK, M.Si.

    Bupati Umi Dinda menyatakan, yang utama dilakukan adalah kesepahaman untuk menentukan Desa yang sangat parah di empat Kecamatan.Agar nantinya bisa ditentukan jenis bantuan dan penanganan yang akan diberikan.

    Kemudian OPD terkait,Camat dan juga para Kades dapat melakukan pendataan jumlah warga yang mengalami kerusakan kategori berat dan sedang,menghindari terjadinya miskomunikasi.

    “Saya minta,bantuan yang distribusikan,tepat sasaran di seluruh desa yang terdampak banjir,”ujar Umi Dinda dihadapan sejumlah peserta Rakor.

    Dijelaskan Bupati,Dropping Mie Instan,air mineral dan kebutuhan lainnya akan tetap dilakukan hingga beberapa hari kedepan.Melalui posko bantuan yang ada di masing-masing kecamatan dan desa.

    Pendirian Dapur umum,kata Bupati,wajib ada di masing-masing kecamatan agar bisa menjangkau warga terdampak di seluruh desa.Bupati mengakui menangani bencana gampang-gampang sulit,karena lebih banyak yang ikut memantau dan menyaksikan.

    Kepada Dinas dan OPD terkait hingga pada tingkat penyuluh, Bupati berharap segera merumuskan laporan yang valid. Agar dapat di sampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui menteri Sosial RI dan BNPB.

    Selanjutnya kepada Inspektorat dan BPBD Kabupaten Bima,dapat berhati-hati dalam penggunaan dana bencana.

    Sementara itu Sekretaris Daerah Drs H Taufik HAK, M.Si, menyatakan,Dapur umum di empat kecamatan segera dibentuk karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat terdampak.

    Kantor Kecamatan langsung dijadikan Posko Induk,di kecamatan yang akan dibantu oleh posko bantuan di masing-masing desa.Dinas Sosial,BPBD dan Tagana Kabupaten Bima akan siap membantu selama dua puluh empat jam.

    Meminta kepada seluruh ASN di masing-masing kecamatan terdampak,dapat secara bergotong royong membersihkan sampah sisah banjir.

    “Menyangkut air bersih,PDAM, Perkim dan BPBD Kabupaten Bima siap mengangkut menggunakan delapan armada.Dibagi pada empat Kecamatan yang terdampak. Selain itu,juga akan disiapkan tandom penampungan air,”ujar Sekda Taufik.

    Terkait dengan Pemulihan dan Pemeliharaan hutan,Sekda, meminta pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk selalu berkoordinasi dengan Provinsi, melalui Petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kehutanan di wilayah masing-masing.

    Sumber:ProKom

    Editor:Yuli