Kab bima-MP-Kawasan Samota yang terdiri dari Teluk Saleh,Moyo, dan Tambora di pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat atau NTB resmi menjadi cagar biosfer dunia.Peresmian ini dideklarasikan pada hari ketiga pertemuan The 31st Session of The Man and The Biosphere (MAB) Programme International Coordinating Council di Paris, Prancis,Rabu,19 Juni 2019.
Wakil Gubernur NTB,Sitti Rohmi Djalilah yang datang mewakili Indonesia,menggunakan kesempatan itu untuk mengenalkan Samota sebagai bagian dari Sunda Kecil. Kawasan ini mencakup dataran rendah hingga ke perbukitan dan gunung-gunung yang ketinggiannya bervariasi dari 0 hingga lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut.
Di sana ada Gunung Tambora yang memiliki ekosistem vulkanik dan erupsinya telah mengguncang dunia di tahun 1815,Kawasan ini adalah rumah bagi berbagai macam flora dan fauna.“Kawasan ini juga memiliki komunitas lokal dengan budaya yang mengesankan.
Demi menerapkan konsep cagar biosfer di Nusa Tenggara Barat (NTB),pemerintah dan masyarakat NTB telah siap dan bersedia mengambil langkah nyata demi menerapkan konsep cagar biosfer ini.
Dengan memiliki cagar biosfer memberikan akses bagi NTB untuk tampil di forum Internasional Misalnya,di Forum International Co-ordinating Council-The Man and The Biosphere atau ICC MAB yang terdiri dari 122 negara.
Maka pemerintah dan masyarakat, cagar biosfer bermanfaat untuk pengembangan ekonomi berkelanjutan,mempertahankan nilai sosial budaya,juga citra pemerintah.Bagi sektor swasta, cagar biosfer akan memberikan nilai penyediaan komoditas.
BUPATI BIMA,Hj,Indah dhmayanti putri,SE,Dan Dahlan M NOER,OPTIMIS Sektor Pariwisata,Akan menjadi penggerak pembangunan dan Ekonomi Pertumbuhan di kabupaten bima.
Pada hari kamis Tanggal 18 Maret 2021 tepatnya di Kawasan wisata Kaki Gunung Tambora yang telah ditetapkan sebagai Geopark gunung Tambora sekitarnya memulai memantapkan Langkah,langkah maju dan optimisme bahwa pariwisata akan digerakan secara masif, total,fokus dan akan menjadi andalan Membangun Bima dengan pariwisata.
Komitmen luar biasa.Tidak main- main Bupati Bima IDP dan wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer hadir bersama dan membawa semua pasukan OPD yang terkait dengan membangun pariwisata Kabupaten Bima Geopark Tambora di mulai dari komitmen menjadikan SAMOTA (Teluk Saleh-Moyo-Satonda) sebagai pintu masuk wisatawan ke Tambora dan Sanggar sebagai hub terdekat dan menjadikan SAKOSA(Sangyang-Sape-Komodo-Lambu-Langgudu),sebagai pusat aktifitas pariwisata kelas dunia berbasis bahari.
Optimisme ini sangat selaras dengan komitmen camat Tambora dan Sanggar menjadikan kaki gunung Tambora pusat pariwisata dan pertumbuhan ekonomi kreatif dan tumbuhnya UMKM lainnya.
Bupati Bima dan Kepala Taman Nasional Sama2 optimis
Kehadiran Kepala Taman Nasional Geopark Tambora memberikan visi yang sama dengan Bupati Bima IDP sektor pariwisata harus lebih di dorong untuk membangkitkan pertumbuhan dan kesejahteraan maka bupati bima dan Kepala Taman Nasional Geopark Tambora yang baru akan sama-sama gerak cepat-“Gerak Bersama-Gerakan semua potensi ( Gercep-Geber-Gaspol) dalam membangun Tambora dan Sanggar dan wilayah sekitarnya.
Dalam suasana damai dan tenang Air Terjun Oi Marai Kawinda Toi dalam standing meeting menemukan benang kusut selama ini bahwa membangun Pariwisata harus dilakukan bersama-sama tidak bisa sendiri,tidak ada superman yang ada superteam.
Maka bupati Bima dan Kepala Taman Nasion Geopark Tambora bersama camat,kades,pengelola wisata dan berbagai stakeholder pariwisata utk menggairahkan pariwisata sebagai salah satu :
1.Peningkatan pembagunan daerah
2.Peningkatan Kesejahteraan masyarakat.
3.Peningkatan PAD,pendapatan Desa .
4.Peningkatan Kemajuan geopark dan sekitarnya
5.Pertumbuhamxrkraf,desa wisata dan aktifnya seni budaya.
GEOPARK TAMBORA DAN TAMAN NASIONAL SIAP BRANDING baru event Tambora dan sekitarnya
Kisah Tambora adalah peristiwa masa lalu dan sejarah global yang harus diingat dunia dan menjadi masa depan Bima dan NTB
Peristiwa meletusnya gunung Tambora menggemparkan dunia pada waktu itu.Eropa gelap 1 bulan,Asia berdampak Afrika berdampak,bahkan sampai Amerika latin berita keheboan Tambora.peristiwa ini akan menjadi memori bagi Bima utk dikenang ulang dalam bentuk festival,event dll.
Maka telah dibicarakan isu strategisnya adalah menarik minat wisata dunia dengan kreatifitas event “WORLD TAMBORA FESTIVAL( WTF)”yaitu Festival Historia Tambora dengan berbagai aktifitas
2.Hiking,climbing,edukasi,terjun payung
2.Pameran ekraf
3.Cross country
4.Trialtron (Lari-“Bersepeda-berenang)
5.Diving,snorkelling
6.Perahu dan Sampan Tradisional,lomba renang,mancing.
7.Festival madu dan Festival edukasi geowisata dan penyu.
8.World Flags Festival negara2 terdampak erupsi Tambora dan peserta undangan negara lain
9.Festival kopi,madu,cenkeh
10.Festival produk eraf desa wisata
11.Festival budaya
12.Kompetisi desain Logo WTF (World Tamnora Festival ) yamg merupakan program monumental Pemkab Bima dan Taman Nasional .
12.Pacuan Kuda Pantai
13.Festival Bakar ikan di pantai Kananga dan Kaniki
14.Festival Perahu Tradisiomal
15.Festival Nelayan,Petani dan Pegunungan yang menampilkan ciri masing-masing budaya nelayan,petani,dan masyarakat pegunungan
Dispar Bima Langsung Ambil Langkah GERCEP-GEBER DAN GSSPOL
Komitmen bupati dan Taman Nasional Geopark Tamnora dimulai dari Desa,camat dan Leading Sector
Pemkab Bima melalui Dispar Bima mantapkan pengelolaan Destinasi wisata Oi Marai Desa Kawinda Toi Kec.Tambora.
Destinasi wisata Air Terjun Oi Marai yaitu memantapkan,menata, mengedukasi serta memberikan kewenangan Karang Taruna Desa setempat agar memberikan harapan untuk menghasilkan PAD, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan bergeraknya ekonomi kreatif potensi secara keseluruhan yang di desa Kawinda Toi.
Destinasi air terjun oi Marai Desa Kawimda Toi merupakan keterpaduan wisata alam air terjun,pendakian,wisata edukasi geologi,geopark,geodiversity, biodiversity sehingga diharapkan Oi Marai mampu menjadi Lokomotif pertumbuhan ekonomi dan pergerakan barang dan jasa dengan desa wisata sekitarnya yaitu Destinasi wisata Kananga,Desa wissta Kawinda
Na’e,Desa wisata Oi Wobo,Oi bura,agro wisata kopi Tambora, Berkembang pekat,Calabai, Satonda dan semakin mendunianya big iconic dari aspek keberadaan wisata Geodiversity Geopark Park Gunung Tambora
Tambora .
Bupati Bima IDP dan Kepala Taman Nasional Geopark Park Tambora Sama,sama Yakin Wilayah SAMOTA-SAKOSA akan menjadi pusat pariwisata dunia,dan mulai serius menata Pariwisata ini dibuktikan dengan kehadiran dengan melakukan perjalanan keliling kaki gunung Tambora mulai dari arah Pekat-Calabai-Kananga’kaeinda Nae-Kawinda Toi-melewati Sanggar dengan tantangan medan yang cukup berat karena dibeberapa desa jembatan putus yang merupakan jalan provinsi.
Hal ini tidak menyulutkan semangat bupati dan seluruh kepala OPD bahkan sampai di desa Woro Kec .Sanggar harus melewati jembatan putus.Keyakinan ini adalah semangat bagi pelaku pariwisata agar SAMOTA-TAMBORA GEOPARK-SAKOSA mampu menjadi tulang punggung berkembangnya destinasi lain di Bima,Pulau Sumbawa serta Destinasi Bima Selatan Teluk Waworada dan Bima Selatan yg telah diteteapkan dalam KSPD menurut PERDA NTB nomor 7 Tahun 2013 RIPPARDA NTB 2013-“2028 ( Teluk Waworada-Pantai Baba- Sera Nae-Wane).
KESIMPULAN :
Tambang Emasnya Kabupaten Bima adalah Pariwisata.Hanyalah pariwisata yang bisa digarap maksimal karena Bima sudah ditakdirkan negeri yang elok, cantik dengan kekayaan sumber daya Alam dan budaya yang melimpah.
Maka pariwisatalah yang mampu menciptakan sumberdaya alam ini lebih bernilai dalam segala hal.Bima ibarat Bali pulaunya cantik dan elok dan penuh keindahan,Ibarat Jogja,Solo, Malang,Jember,Banyuwangi dan Lombok budayanya menarik,khas dan membanggakan.Semoga kita segera berbenah.
Pariwisata adalah kunci kesejahteraan,kebahagiaan, kemakmuran dan Keberlanjutan Bima.Pariwisata adalah tulang punggung Pembangunan Bima dan Nasional.”Salam Pesona Dana Mnojo Pesona IndonesiaIndonesia”.
Penulis:Sirajuddi,SST, p,MT,pan,M, Sc par
Editor:Yuli