Kategori: Umum

  • Bupati Bima:STQ Ajang Motivasi Baca-Tulis Al Quran

    Bupati Bima:STQ Ajang Motivasi Baca-Tulis Al Quran

    Kab bima-MP-“STQ seperti ini diharapkan akan terus menjadi motivasi para guru TPA dan TPQ yang kita miliki untuk mereka melatih anak-anak didiknya baca tulis Al Quran dan siap menjadi qori dan qoriah yang akan meraih juara.
    Kita patut bersyukur mengingat Kabupaten Bima memiliki begitu banyak potensi qori dan Qoriah yang lahir dari masing-masing kecamatan dan desa yang akan terus membawa harum nama kabupaten Bima di kancah nasional dan internasional.

    Ungkap Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE saat membuka secara Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Kecamatan Lambu tahun 2022 yang ditandai penekanan tombol sirine Sabtu (17/9) di Gedung Serba Guna Lapangan Desa Melayu Kecamatan Lambu.

    Bupati Bima yang didampingi Camat Lambu Drs. M. Sidik, anggota DPRD Fraksi Golkar Ir. Suryadin, Kepala OPD, Kabag Lingkup Setda dalam sambutannya yang diawali penyerahan Al Qur’an dan Alat musik Marawis kepada Camat Lambu dan Ketua Panitia, menyampaikan ucapan terima kasih mengingat Kecamatan Lambu sudah merampungkan penyelenggaraan STQ mukai dari tingkat desa, tingkat kecamatan dan selanjutnya bisa mengikuti STQ tingkat Kabupaten yang rencananya digelar akhir tahun 2022 ini.

    Bupati juga mengapresiasi pelaksanaan lomba tilawah antar kepala desa, “Insya Allah ini menunjukkan bahwa para pemimpin di kecamatan Lambu bisa membaca tulis Alquran dengan baik dan mampu menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat yang dipimpinnya.” Ujar Bupati Bima.
    Dihadapan seluruh Kepala Desa yang hadir Bupati Hj. Indah juga berharap kepada Kepala Desa yang baru saja dilantik untuk segera membangun dan menata desa dengan lebih baik serta selalu berani menjadi tuan rumah bagi setiap event-event pelaksanaan, baik itu kegiatan keislaman maupun kegiatan olahraga.

    Sebelumnya, Ketua Panitia STQ, Abdul Haris, S.H dalam laporannya mengatakan, penyelenggaraan STQ tahun sedikit berbeda karena adanya lomba tilawah antar 14 Kepala Desa di Kecamatan Lambu.

    “STQ tahun ini akan berlangsung selama lima hari mulai Sabtu – Kamis (17 – 22) September 2022 yang mencakup mata lomba tilawah 77 peserta dan 39 peserta lomba tahfiz sehingga total 116 peserta”. Jelasnya.

    Prosesi pembukaan STQ ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Bupati Bima yang didampingi Anggota DPRD Kabupaten Bima, Camat Lambu dan Ketua Panitia.(Prokim-MP)

  • Bupati IDP: Tenun Bima, Identitas Bima

    Bupati IDP: Tenun Bima, Identitas Bima

    Kab bima-MP-“Kita harus ikut mempromosikan beragam corak tenun yang dimiliki masyarakat Kabupaten Bima yang menjadi bagian dari identitas daerah dengan mengenakan busana pakaian kerja pada hari tertentu.

    Ungkap Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE saat memberikan sambutan pada penutupan Festival Bima RAMAH Tahun 2022, sebuah event yang menampilkan beragam rancangan busana, produk ekonomi kreatif dan pagelaran Seni budaya yang digelar selama dua hari Kamis – Jumat (15 -16) September 2022 di Taman Panda Palibelo.

    Bupati yang hadir bersama Wakil Bupati Drs.H Dahlan M. Noer, Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhammad Putera Ferryandi S.IP, FORKOMPIMDA, Sekda Drs H. M. Taufik, HAK, M.Si pada Kepala OPD, Kabag dan Camat, mitra kerja pemerintah daerah, kembali mengharapkan dukungan semua elemen masyarakat agar produk tenun Bima memiliki daya saing yang tinggi.

    “Saya berharap kepada bapak, ibu dan masyarakat mempromosikan tenunan Bima, mengenalkan kepada khalayak ramai dan memastikan bahwa tenun yang dibeli dari daerah kita memiliki nilai jual dan mampu meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat”. Jelas Bupati.

    Ketua Panitia Festival Bima RAMAH Tahun 2022 Ir.Hj Nurma M.Si dalam laporannya mengatakan, kegiatan tersebut mengusung tema, Khasanah Fashion Mendunia Yang Ramah” merupakan event perdana sebagai persembahan kepemimpinan Dinda-Dahlan Periode II.

    “Festival merupakan wahana ntuk mempromosikan hasil kerajinan, seni budaya, adat istiadat, sejarah, legenda, destinasi pariwisata dan segenap potensi yang ada melalui beragam kegiatan yaitu Lomba Rancang Busana Tenun Bima dan Fashion Show, Parade Busana, Pentas Seni Budaya, Lomba Marawis dan Pameran Produk UMKM”. Jelas Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima ini.

    Festival Bima Rama tahun ini diikuti 80 beserta yang terdiri dari 13 peserta kategori busana couple camat, 26 peserta kategori busana kerjaa Organisasi Perangkat Daerah, 24 peserta kategori busana casual umum 24, 13 peserta kategori busana SD dan 9 busana SMP.
    Selain lomba empat kategori, Festival Bima RAMAH tahun ini juga dimeriahkan tampilan eksibisi pada model busana hasil rancangan Ketua Ikawati BPN Kabupaten Bima, Rancangan karya Rosidin (Odi) dan Karya Muttaqin.

    Dirinya menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan bantuan pendanaan dari para sponsor dan mitra yang memberikan kontribusi pada penyelenggaraan festival tahun ini.(Prokim-MP)

  • Pimpinan Pengadilan Agama Se Bali-NTB Silaturahmi dengan Bupati Bima

    Pimpinan Pengadilan Agama Se Bali-NTB Silaturahmi dengan Bupati Bima

    Kab bima-MP-Sebanyak 74 pejabat yang merupakan Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Mataram, Hakim, Panitera, Sekretaris, Ketua Pengadilan Agama, Panitera dan Sekretaris PA Se Provinsi Bali dan NTB melakukan silaturahmi dengan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan M Noer, Staf Ahli dan Asisten Setda Kamis (15/9) di Pendopo Bupati.

    Bupati Bima dalam pengantar penerimaan rombongan Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Mataram mengungkapkan, meskipun silaturahmi berlangsung sederhana, mudah-mudahan bisa menggambarkan keramahtamahan masyarakat Kabupaten Bima menerima tamu yang berkunjung ke daerah ini.

    Pemerintah Kabupaten Bima memberikan apresiasi atas peningkatan status Pengadilan Agama Bima dari kelas 1.B ke kelas 1.A mudah-mudahan akan lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ungkap Bupati.

    Menurut Bupati, Pengadilan Agama (PA) Bima telah banyak mendukung Pemerintah Kabupaten Bima dalam sidang-sidang isbat untuk penerbitan dokumen kependudukan dan upaya ini cukup membantu dalam menertibkan administrasi kependudukan. Dukungan diharapkan dapat lebih ditingkatkan dan pemerintah Kabupaten Bima siap mendukung program PA di Kabupaten Bima”. Kata Bupati.

    Dijelaskan Bupati, peningkatan status pengadilan dari kelas 1A memerlukan kerjasama yang baik dan pemerintah daerah berkomitmen mendukung penyiapan lahan pembangunan infrastruktur PA Bima.

    Pada silaturahmi tersebut, Kepala PTA Mataram Dr.H.M.Fud Mahfudin SH, MH dalam sambutannya menyampaikan sehubungan adanya pelantikan Ketua Pengadilan Agama Bima yang baru, mohon pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bima menerima pimpinan yang baru dan membangun kerjasama yang saling menguntungkan.

    Ditambahkannya wilayah kerja Pengadilan Tinggi Agama Mataram mencakup Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat yang membawahi 17 Kantor Pengadilan Agama dan peningkatan kelas pengadilan Agama Kabupaten Bima dari I.B menjadi I.A merupakan satu kehormatan yang diberikan oleh Mahkamah Agung dengan mengacu kepada penilaian yang ada dan mudah-mudahan bisa memberikan bobot kualitas penanganan perkara.Tandasnya(Prokim-MP)

  • Rentenir Berkedok Koperasi Makin Berkembang Di Tanggerang

    Rentenir Berkedok Koperasi Makin Berkembang Di Tanggerang

    Tanggerang-MP-Tidak tanggung-tanggung bunga pinjaman yang tinggi,mulai dari 20% hingga 30%, siap menjebak para nasabahnya. Biasanya para rentenir yang berkedok koperasi ini pedagang kecil yang kekurangan modal.

    Rentenir yang berkedok koperasi dengan istilah lain Bank Keliling yang mengatasnamakan koperasi sangat meresahkan warga masyarakat dan pedagang kecil.

    Hal ini disebabkan untuk memajukan koperasi yang melahirkan Undang-undang tentang Perkoperasian No.17 Tahun 2012 perubahan dari Undang-undang No.25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian sebelumnya. Namun perubahan Undang-undang ini menghilangkan Roh koperasi bahkan Undang-undang No.17 Tahun 2012 ini kental dengan nuansa korporasi.

    Selain karena berjiwa korporasi, Undang-undang Perkoperasian telah menghilangkan azas kekeluargaan dan gotong-royong yang menjadi ciri khas koperasi.Sehingga atas pertimbangan itu Undang-undang No.17 Tahun 2012 ini,telah dibatalkan oleh MK dengan No putusan : 28/PUU-XI/2013.

    Menurut Mahkamah, Undang-undang Perkoperasian 2012 bertentangan dengan UUD 1945,dan menjadi tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat setelah putusan ini.Namun pada kenyataannya dilapangan masih ada rentenir yang berkedok koperasi atau yang lebih dikenal dengan Bank Keliling yang berpraktek dengan dasar Undang-undang No 17 tahun 2012 yang sudah dibatalkan.
    Terkait munculnya dan merajalela Bank Keliling atau Rentenir berkedok koperasi, dwilayah tanggerang yang didominasi pedagang kecil dan sangat meresahkan warga masyarakat.

    Seorang pedagang kecil di pasar tanggerang mengatakan rentenir yang berkedok koperasi atau bank keliling juga merajalela dimana-mana selain diwilayah tanggerang kota dan kabupaten,hampir setiap pasar yang ada di Kabupaten dan kota tanggerang, bahkan lebih parahnya bank keliling tersebut meminjamkan uang dengan iming-iming proses mudah namun bunganya sangat mencekik dengan patokan 20% sampai 30%.Maka dari itu kami sebagai rakyat kecil meminta kepada pemerintah untuk melakukan rajia kepada renyenir yang berkedok koprasi di setiap pasar yang ada di tanggerang.(wirman-MP)

  • Kuliah Umum di Universitas Mataram, Hasto Kristiyanto Ajak Mahasiswa Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

    Kuliah Umum di Universitas Mataram, Hasto Kristiyanto Ajak Mahasiswa Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

    MATARAM-MP-Doktor Ilmu Pertahanan Hasto Kristiyanto menyampaikan Kuliah Umum di Universitas Mataram dalam kunjungannya di Pulau Lombok, kemarin (15/9). Tenaga pengajar Universitas Pertahanan (Unhan) RI yang juga Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut mengajak mahasiswa terlibat aktif berjuang membangun kepemimpinan di segala aspek.

    Kuliah Umum dengan tema “Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya Terhadap Pertahanan Negeri” tersebut merupakan kuliah umum ke-14 yang disampaikan Hasto. Sebelumnya, sejumlah perguruan tinggi ternama di tanah air telah lebih dahulu menggelar Kuliah Umum dengan tema yang sama.

    “Inti utama Geopolitik Soekarno yang harus terus diperkuat adalah bagaimana rakyat Indonesia, termasuk generasi muda, harus selalu berjuang membangun kepemimpinan di segala aspek kehidupan,” kata tokoh kelahiran Jogjakarta tersebut.

    Alumnus Universitas Gadjah Mada ini menekankan, dirinya hadir di Unram bukan untuk kepentingan politik praktis.

    “Pemilu masih jauh,” imbuhnya dan disambut tepuk tangan hadirin yang hadir.

    Hasto tiba di Unram didampingi Anggota DPR RI yang juga Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat, Pandam IX Udayana Mayjen Sonny Aprianto, dan Danrem 162/WB Brigjen Sudarwo Aris Nurcahyo. Tak lama kemudian, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah juga tiba di lokasi Kuliah Umum yang digelar di gedung Rektorat Unram dengan dihadiri mahasiswa, para dosen, dan staf akademika perguruan tinggi terbesar di NTB ini.

    Sementara dari Jakarta, Hasto didampingi Sekretaris Umum DPP Bamusi sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru atau karib disapa Gus Falah.

    Sebelum Kuliah Umum dimulai, Rektor Universitas Mataram Prof Bambang Hari Kusumo menyampaikan sambutan selamat datang. Disusul dengan sambutan Gubernur Zulkieflimansyah.

    Prof Bambang dalam kesempatan tersebut memyampaikan ucapan terima kasihnya atas nama seluruh civitas akademika Unram atas keluangan waktu Hasto untuk menghadiri agenda Kuliah Umum di Unram. Hasto kata Prof Bambang, hadir menyampaikan Kuliah Umum sebagai Dosen Unhan RI.

    Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Fakultas Pertanian tersebut menekankan pentingnya pentingnya mahasiswa tidak melupakan sejarah. Sebab, sejarah banyak berulang dan banyak negara yang hancur justru karena melupakan sejarah. Itu sebabnya, pemikiran Bung Karno selalu relevan dengan kondisi saat ini.

    Gubernur Zulkieflimansyah mengemukakan, para mahasiswa dan seluruh civitas akademika Unram begitu beruntung dengan hadirnya Hasto dalam Kuliah Umum tersebut. Orang nomor satu di NTB ini memang bersahabat dengan Hasto. Pertemanan keduanya begitu terentang lama. Dimulai saat keduanya sama-sama duduk di Komisi VI DPR RI di awal karir. Saat itu, Anggota Komisi VI DPR RI memang banyak diisi oleh politisi muda dan berlatar belakang aktivis mahasiswa. Hasto sendiri sebelumnya memang tercatat sebagai Ketua Senat Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Sementara Gubernur Zul tercatat sebagai Ketua Senat Universitas Indonesia.

    “Mas Hasto adalah bintang. Adik-adik mahasiswa harus banyak belajar. Beliau ditawari menjadi menteri tapi beliau tidak bersedia. Mudah-mudahan, ini bukan kedatangan Mas Hasto yang terakhir ke NTB,” kata Gubernur yang lalu meminta big applause untuk Hasto dari seluruh hadirin yang hadir.

    Dalam Kuliah Umum ini, Hasto memaparkan hasil temuan risetnya yang menjadi disertasi doktoralnya di Unhan RI mengenai teori geopolitik Soekarno. Termasuk bagaimana perbedaan geopolitik Soekarno yang menjadi antitesa dari geopolitik ala Barat. Geopolitik Soekarno berorientasi membebaskan bangsa di dunia dari penjajahan dan menuju perdamaian abadi, sementara geopolitik ala Barat orientasinya ekspansi dan cenderung menjajah.

    Ditegaskannya, pemikiran Geopolitik Soekarno didasarkan pada ideologi Pancasila. Tujuannya adalah untuk membangun tata dunia baru berdasarkan prinsip bahwa dunia akan damai apabila bebas dari imprerialisme dan kolonialisme. Geopolitik Soekarno juga menekankan betapa pentingnya solidaritas bangsa berdasarkan koeksistensi damai (peaceful co existence) dan berorientasi pada struktur dunia yang demokratis, sederajat, dan berkeadilan.

    “Kekuatan pertahanan negara dibangun untuk menjaga perdamaian dan sebagai benteng bagi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa,” kata Hasto menekankan.

    Dengan segala keterbatasan pada masa memimpin Indonesia, Geopolitik Politik Soekarno telah mampu menghadirkan kepemimpinan Indonesia di tengah dunia. Indonesia di bawah kepemimpinan Soekarno telah melampaui cara pandang geopolitik. Misalnya, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 yang melahirkan Dasa Sila Bandung yang luar biasa.

    “Bung Karno mengalahkan konspirasi kolonialisme Belanda dalam pembebasan Irian Barat. Modalnya hanya merancang Konferensi Asia Afrika,” katanya.

    Untuk melakukan hal tersebut, Indonesia tak menunggu menjadi negara yang memiliki sumberdaya melimpah. Modal Bung Karno untuk menggelar Konfrensi Asia Afrika hanya ide, imajinasi geopolitik, semangat juang, dan hospitality. Memadukan intelektualitas dengan berbagai faktor sumber daya yang ada seperti demografi, teritori, politik, dan lainnya sehingga menjadikan seluruh variabel geopolitik sebagai instrument of national power.

    “Hotel disediakan, makanannya disediakan khas kuliner nusantara. Kesemuanya ditampilkan penuh kebanggaan. Namun hasilnya adalah deklarasi Dasa Sila Bandung yang luar biasa,” urai Hasto sembari menjelaskan bagaimana para mahasiswa dan mahasiswa terlibat sangat aktif selama berlangsungnya konfrensi yang dihadiri delegasi negara-negara Asia Afrika tersebut.

    Hasto pun menampilkan secara khusus, foto-foto bersejarah yang memperlihatkan keterlibatan para mahasiswa Indonesia kala konferensi tersebut.

    *Aktualisasi di NTB*

    Bagaimana aktualisasi Geopolitik Soekarno untuk NTB di masa kini? Hasto menekankan bagaimana NTB merupakan provinsi yang memiliki sumber daya yang besar. Hasto menyebut potensi perkebunan jagung di NTB yang mencapai 270 ribu hektare. NTB juga merupakan daerah yang memiliki potensi sektor peternakan yang besar.

    Pun di bidang kelautan dan perikanan. Potensi rumput laut NTB mencapai 25 ribu hektare. Juga potensi mutiara terbaik di dunia, dan bibit lobster di mana Lombok Timur diakui sebagai sentra benih lobster di Indonesia yang diakui sebagai yang terbaik di dunia. NTB juga punya produksi tembakau virginia dengan kualitas nomor wahid.

    Seluruh potensi yang dimiliki NTB tersebut harus dibangun dengan berdasar pemahaman geopolitik. Misalnya NTB, tidak perlu lagi mengirim benih lobster ke Vietnam. Tetapi dengan mempekerjakan orang-orang Vietnam untuk mengembangkan lobster di NTB sehingga menjadikan NTB sebagai pemain utama pasokan lobster di dunia.

    “Dalam hal ini, perguruan tinggi juga bisa mengambil peran besar. Perguruan tinggi tidak boleh menjadi Menara gading. Tapi perguruan tinggi harus membumi dengan memberi kemanfaatan yang besar untuk masyarakat. Termasuk dalam hal pengolahan sumber daya yang ada di depan mata,” tandas Hasto.

    Di sinilah, para mahasiswa dan sleuruh civitas akademika Unram bisa terlibat aktif. Kuncinya tentu saja dengan memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperbanyak riset dan inovasi.

    Selain itu, kampus juga harus bisa melakukan kaderisasi kepemimpinan mahasiswa. Perguruan tunggi harus mempersiapkan seluruh aspek kepemimpinan nasional dengan membangun kesadaran cara pandang geopolitik dalam mendayagunakan seluruh potensi instrument of national power bagi ketahanan nasional, kemajuan pembangunan, dan pertahanan negara Indonesia.

    Hasto menekankan, pendidikan menjadi faktor terpenting kedua setelah variabel kepentingan nasional, jika Indonesia mau maju. Dalam hal ini, perguruan tinggi harus menjadi salah satu motor penggerak kemajuan tersebut. Perguruan tinggi menjadi pelopor tindakan yang bersifat progresif revolusioner dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sains dan teknologi melalui riset dan inovasi yang berpihak pada kemajuan daerah dan bangsa.

    “Kampus bisa menjadi pusat pemikiran yang kritis dan menjadi ujung tombak pembangunan serta kemajuan bangsa Indonesia, dengan perkembangan zaman yang semakin modern,” tandasnya.

    Kepada para mahasiswa yang hadir, Hasto meminta mereka menyiapkan diri menjadi generasi muda dengan berorientasi prestasi. Menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Dan menggembleng diri dari sekarang.

    “Jadilah pemimpin negarawan yang punya tradisi membaca. Tiada hari tanpa membaca buku dan berdiskusi,” katanya.

    *Disambut Kader*

    Sementara itu, Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat mengungkapkan, Hasto menggelar kunjungan dua hari di NTB. Hasto disambut kader semenjak tiba di Bandara Internasional Lombok. Puluhan kader PDIP menyemut di sana. Ada pula musik gendang beleq.

    Hasto dan Gus Falah kemudian mendapat pengalungan kain tenun khas Suku Sasak, populasi utama yang mendiami Pulau Lombok. Selain memberikan Kuliah Umum di Unram, Hasto kata Rachmat melanjutkan kegiatan dengan membuka Rapat Kerja Daerah PDIP NTB di Kantor DPD PDIP NTB di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram.

    Sementara pada pagi ini, Hasto akan mengikuti senam Sicita di Kantor DPD NTB dan kemudian meresmikan musala yang akan menjadi tempat ibadah bagi masyarakat. Sebelum betolak ke Jakarta, Hasto menutup kegiatan dengan mengunjungi Desa Sade, salah satu desa adat di Lombok Tengah.(Tim-MP)

  • Gubernur NTB dan Bupati Bima Hadiri Pembukaan Festival Uma Lengge Wawo

    Gubernur NTB dan Bupati Bima Hadiri Pembukaan Festival Uma Lengge Wawo

    Kab bima-MP-Penyelenggaraan Festival Uma Lengge Ke-5 di Situs Uma Lengge Desa Maria Kecamatan Wawo yang pada tahun ini mengusung tema “Karawi Kataho, Toho Ndi Tuha” dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah M.Sc Rabu (14/9) di Situs Uma Lengge Maria. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemotongan “humpa” (tanaman merambat) dan pemukulan Gong oleh Gubernur NTB dan Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE,

    Festival tersebut dihadiri juga Walikota Bima H.Muhammad Lutfi SE, Ketua TP. PKK Kota Bima Hj. Elly Alwainy, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lingkup pemerintah Provinsi NTB dan lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.

    Gubernur Zul yang mengawali cerita penuh makna tentang petani Thailand antara macan dan ular yang penuh motivasi mengungkapkan, kita harus percaya bahwa setiap ada keinginan, akan selalu ada jalan. Festival Uma Lengge harus menulis kesimpulan untuk kembali hadir pada kegiatan yang akan datang.

    Dikatakan Gubernur, semua Festival bukan hanya sekedar seremoni tetapi mengandung makna mendalam, mengingatkan agar selalu ingat kepada Allah SWT. Mudah-mudahan yang peserta yang hadir mampu memaknai Festival sebagai rasa syukur”. Ungkapnya.

    Bupati Bima dalam sambutannya dihadapan Camat dan Muspika Kecamatan Wawo, Kepala desa dan Panitia mengatakan, Uma Lengge merupakan kebanggaan masyarakat Wawo dan kita bisa melihat, sejak dahulu begitu besar menfaat bangunan ini yang tidak hanya menjadi tempat menyimpan berbagai kebutuhan pangan tetapi menjadi tempat berkumpul, bermusyawah dan merencanakan berbagai hal. Terang Bupati.

    Berkaitan dengan pelaksanaan Festival, pemerintah daerah memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh Kepala Desa dan panitia melalui inisiasi kegiatan Festival Uma Lengge yang memiliki ciri khas. Masyarakat Maria diharapkan dapat menjaga dan memelihara situs Uma Lengge dan pemerintah daerah sendiri terus berupaya agar dalam hal pemeliharaan bangunan mendapatkan dukungan dari pemerintah.

    Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur dan upaya-upaya promosi destinasi wisata Kabupaten Bima oleh Pemerintah provinsi NTB.

    Pada kesempatan tersebut Bupati IDP menyerahkan bantuan pribadi senilai Rp 10 juta untuk mendukung pendanaan event. Hal yang sama juga disampaikan Gubernur NTB yang memberikan sumbangan dana Rp 100 juta bagi penyelenggaraan kegiatan Festifal.

    Sebelumnya, Kepala desa Maria Imran Ibrahim S.Pd yang didampingi Ketua Panitia dalam pengantarnya menyampaikan, mewakili seluruh elemen masyarakat Desa Maria menyampaikan ucapan terima kasih kehadiran Gubernur, Bupati dan Walikota Bima(Prokim-MP)

  • Pentingnya peran orang tua dalam Pendidikan anak

    Pentingnya peran orang tua dalam Pendidikan anak

    Oleh: Nuraini Spd.

    Orangtua adalah orang pertama yang mengajarkan pendidikan kepada anaknya,mulai balita,anak-anak hingga dewasa.Namun,ada juga orangtua yang tidak dapat membimbing anak dalam belajar karena dengan alasan sudah sekolah dan ada guru yang mengajar,ataupun karena sibuk. Nah, disinilah harus dilakukan suatu evaluasi,dimana orangtua tidak bisa terlepas membimbing anaknya dalam belajar walaupun anak sudah sekolah,ada guru yang mengajar ketika di sekolah, tetapi orangtua harus tetap membimbing belajar anak dan memantau kegiatan sehari-hari anak.

    Guru memang mereka adalah orangtua kedua anak apabila di sekolah dan guru akan mengajar dan membimbing anak apabila di sekolah,selain itu adalah tanggung jawab orangtua di rumah. Nah,disinilah begitu pentingnya peran orangtua dalam pendidikan anak.

    Peran orangtua dalam pendidikan anak sangat penting,dengan perhatian dan seporot yang akan membuat anak semangat.
    Beberapa hal penting yang harus dilakukan orangtua diantaranya:

    Membangun komunikasi yang baik dengan anak.Senantiasa menjadi pendengar setia anak,bisa mendengar keluhan,kebahagiaan dan keseharian anak.Memperhatikan pergaulan anak sehari-hari.
    Mengatur waktu anak.
    Berikan perhatian dan waktu kepada anak.Menjadi guru saat di rumah.
    Dengan demikian anak akan disiplin dan memilki semangat belajar.

  • Bupati Bima Ikuti Rakornas Pengadaan ASN

    Bupati Bima Ikuti Rakornas Pengadaan ASN

    Kab bima-MP-Rapat Koordinasi Persiapan Pengadaan ASN Tahun 2022 Selasa (13/9) dibuka secara resmi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Abdullah Azwar Anas di ballroom Hotel Grand Sahid Jakarta.

    Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE yang hadir bersama bersama para Gubernur, Bupati, Walikota dan kepala BKD seluruh Indonesia mengikuti dengan seksama Rakor yang mengusung. tema, Mewujudkan SDM ASN Unggul dan Adaptif: Mendukung Birokrasi Digital”.

    Menpan dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa arah kebijakan pengadaan ASN Tahun 2022 hanya untuk tenaga PPPK. Langkah ini sesuai surat edaran Menteri PANRB nomor B/1161/M.SM.01.00/2021 tanggal 27 Juli 2022 dan B/1551/M.SM.01.00/2021 tanggal 22 Oktober 2021.

    Ada empat arah kebijakan Kemenpan RB yaitu Pandemi Covid-19 dan Penyederhanaan Birokrasi merujuk pada perubahan pola kerja birokrasi melalui teknologi informasi secara masif akan mengubah kebutuhan ASN dari segi jumlah maupun kualitas.
    Kebijakan berikutnya Kata Menpan, berfokus pada pelayanan dasar guru dan tenaga kesehatan mengingat sisa formasi guru yang belum terpenuhi akan dibuka kembali untuk diusulkan oleh pemerintah daerah.

    Menpan juga menjelaskan keberpihakan pada eks Tenaga Honorer Kategori-II (THK-II) dimana kebutuhan dapat dialokasikan bagi THK-II yang memenuhi persyaratan, khususnya bagi setidaknya 144.239 tenaga honorer selain guru yaitu tenaga kesehatan dan tenaga penyuluh yang sudah memiliki kualifikasi pendidikan minimal D3.

    Kebijakan lainnya terkait gaji dan tunjangan dimana kebutuhan ASN diusulkan oleh instansi Pusat dan daerah dengan memperhatikan kemampuan pembayaran gaji dan tunjangan sesuai peraturan perundang-undangan.

    Bupati Bima yang hadir dengan Kepala BKD dan Diklat Drs. Agus Salim M.Si usai Rakor tersebut menjelaskan bahwa kebijakan yang disampaikan oleh Menpan tersebut akan menjadi pedoman Pemerintah daerah dalam proses pengadaan ASN di Kabupaten Bima sesuai asas dan pedoman yang telah dikeluarkan.

    Hal ini juga lanjut Bupati, sejalan dengan upaya visi yang dijabakan dalam RPJMD 2021-2026 yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel yang bertujuan mewujudkan aparatur Pemerintah yang baik dan bersih sehingga tercipta pelayanan publik yang profesional, prima dan berkualitas.

    Sejumlah narasumber yang memberikan paparan yaitu Deputi Sinka BKN Suharmen, S.Kom, M.Si, Sekjen GTK Kemendikbudristek Prof. Dr. Nunuk Suruani, M.Pd dan Deputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan RB Dr. Ir. Alex Denni, M.M.(Prokim-MP)

  • Lokakarya Evaluasi P3TB, Wagub NTB: Komitmen Mensejahterakan Rakyat tanpa Merusak Lingkungan

    Lokakarya Evaluasi P3TB, Wagub NTB: Komitmen Mensejahterakan Rakyat tanpa Merusak Lingkungan

    Mataram-MP-Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menyatakan, bahwa untuk perencanaan pariwisata kedepannya, NTB memiliki komitmen untuk mensejahterakan masyarakat tanpa merusak lingkungan sekitarnya.

    Hal tersebut diungkapkannya saat membuka kegiatan Lokakarya Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB) di Ballroom Golden Palace Hotel, Senin (12/9).

    “Sangat disayangkan apabila tempat yang indah ini tidak dijaga dengan baik, terutama dari sisi lingkungannya, sehingga apapun yang dilakukan dapat terencana dengan baik untuk seluruh destinasi pariwisata nasional yang ada,” ujarnya.

    Ketua Tim Pelaksana P3TB, Amalia Adininggar Widyasanti berharap bahwa adanya pertemuan ini dapat memperbaharui pemahaman dan memperkuat komitmen untuk kolaborasi, berdiskusi dan mengevaluasi hal-hal yang telah dilaksanakan juga rencana-rencana yang akan dilakukan tahun mendatang.

    “Seiring penanganan Pandemi Covid-19 yang semakin baik, kondisi ini memperlihatkan peningkatan mobilitas dan aktivitas masyarakat dibuktikan dengan mulainya digerakkan event-event pariwisata seperti WSBK dan MotoGP”, ungkap Amalia yang juga Deputi Bidang Ekonomi pada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

    Menurutnya, P3TB ini merupakan program pemerintah dengan Bank Dunia yang bertujuan memajukan industri pariwisata Indonesia dengan meningkatkan kapasitas kelembagaan, peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan iklim investasi.

    Tahap awal P3TB ini memprioritaskan 6 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yakni Danau Toba, Borobudur-Yogya-Prambanan, Lombok, Bromo-Tengger-Semeru, Wakatobi dan Labuan Bajo.

    Turut hadir dalam kegiatan ini, Dirjen Bina Pembangunan Derah Kemendagri, Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas, Kepala Bappeda 7 Provinsi, Kepala Bappeda 25 Kabupaten/Kota, serta seluruh pemangku kepentingan terkait(Diskominfotik-MP)

  • Persembahan Dinda-Dahlan Periode II,  Dekranasda Hadirkan Talkshow dan Festival

    Persembahan Dinda-Dahlan Periode II, Dekranasda Hadirkan Talkshow dan Festival

    Kab bima-MP-Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten Bima bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mitra terkait di lingkungan pemerintah Kabupaten Bima menggelar satu rangkaian event seni, budaya dan ekonomi kreatif di Tahun 2022 ini.

    Rangkaian kegiatan di Taman Panda Kecamatan Palibelo ini diawali Road Show dan Talkshow bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat, Bupati Bima dan Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian RI,mengusung tema”Peningkatan Kualitas Komoditi Unggulan Kabupaten Bima dan Diversifikasi Produknya”,akan digelar Kamis 15 September 2022.

    Roadshow tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan sinergitas industrialisasi dan pembangunan ekosistem industri di NTB yang selain menggelar Talkshow tematik industrialisasi juga digelar Expo produk industri, klinik konsultasi dan layanan dari masing-masing OPD serta stakeholder dengan mengundang industri kecil mikro binaan OPD.

    Pada hari yang sama, Roadshow tersebut dirangkaikan dengan Festival Bima RAMAH (FBR) Tahun 2022 sebagai persembahan kepemimpinan di Dinda-Dahlan Periode ke-2. FBR menghadirkan beragam potensi yang ada di Kabupaten Bima dan akan menjadi event tahunan yang menghadirkan pameran produk unggulan daerah

    Event akbar ini bertajuk Dana Mbojo Expo, Bima Fashion Show berupa Lomba Desain Pakaian Sekolah, Lomba Desain Pakaian Casual serta Street Fashion Show yang semuanya berbahan dasar kain tenun tradisional Bima. Juga Pameran UMKM dan Ekonomi kreatif, Tampilan Pentas Seni Budaya dan Lomba Marawis yang mengusung tema “Festival Bima Ramah 2022 Dalam Khasanah Fashion Mendunia Yang Ramah”.

    Festival Bima RAMAH 2022 direncanakan berlangsung Kamis – Sabtu (15 sampai dengan 17 September 2022) di Venue Panggung Taman Wisata Panda.(Prokim-MP)

  • Bendung Sori Rasa dan Tolo Moti Wera Diresmikan

    Bendung Sori Rasa dan Tolo Moti Wera Diresmikan

    Kab bima-MP-Penandatanganan Prasasti oleh Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE Kamis (8/9) menandai dimulainya pemanfaatan Bendung Sori Rasa dan Tolomoti untuk kegiatan pertanian masyarakat setempat. Bendung Sori Rasa yang dikerjakan tahun 2022 dan bendung Tolo Moti dibangun tahun 2021, siap difungsikan untuk melayani air irigasi pada musim tanam 2021-2022.

    Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas PUPR secara bertahap berupaya meningkatkan infrastruktur sumber daya air dengan memanfaatkan sumber mata air dan lahan pertanian sehingga dapat meningkatkan produksi hasil pertanian di kecamatan Wera.

    Bupati Bima dalam sambutannya dihadapan Camat dan Muspika Kecamatan Wera, para Kades, Ketua BPD, Ketua-ketua LMD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda kehadiran bendung sebagai wujud kasih sayang kepada warga desa Hidirasa, Tadewa dan sekitarnya demi meningkatkan produksi pertanian.

    “Pembangunan sarana dan prasarana pertanian perlu dibarengi dengan rasa memiliki dan memelihara infrastruktur yang sudah dibangun.

    Disamping itu, agar prasarana yang ada dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang masyarakat perlu menjaga kelestarian hutan dan alam di lingkar kawasan daerah irigasi tersebut melalui penghijauan dan penanaman pohon. Terang Bupati yang hadir bersama Wakil Bupati Drs.H. Dahlan M Noer Staf Ahli Bupati Drs.Isyrah, Camat Wera H. Ridwan S.Sos, Muspika dan sejumlah kepala OPD terkait.

    Sebelumnya, Kadis PUPR Kabupaten Bima yang diwakili Kabid Pengairan Edy ST, MT dalam laporannya memaparkan, Pembangunan dua bendung melalui Program Integrated Participatory Development Management of Irrigation Program (IPDMIP) dari sumber dana Asian Development Bank (ADB).

    Kedua bendung tersebut mampu melayani air irigasi seluas 900 hektare. Pembangunan Bendung Sori Rasa menyerap anggaran senilai Rp 2,4 milyar dengan lebar badan 49 meter, tinggi mercu 2 meter dan panjang saluran mencapai 64 meter dsn dikerjakan oleh CV. Cahaya pada bulan Maret-Mei 2022. Sedangkan Bendung Tolomoti Desa Tadewa menyerap anggaran Rp 3 milyar dengan lebar badan 35 meter, tinggi mercu 2 meter dan panjang saluran 80 meter yang dilaksanakan oleh PT.Putra Lintas Raya.

    “Kehadiran bendung tersebut diharapkan dapat mengurangi aktifitas masyarakat dalam hal penggundulan hutan, dimana air hujan berpotensi terjadinya banjir, erosi dan sedimentasi yang tinggi serta berkurangnya sumber mata air di Kecamatan Wera dan sekitarnya”. Terang Edy.(Prokim-MP)

  • Bupati Bima Beri Pembekalan 57 Kades Baru

    Bupati Bima Beri Pembekalan 57 Kades Baru

    Kab bima-MP-Pelatihan peningkatan kapasitas kepala desa Se-Kabupaten Bima yang merupakan Kepala desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa secara serentak yang dilantik pada tanggal 3 Agustus 2022 lalu berlangsung Rabu- Kamis, 7 – 8 September 2022 di Hotel Marina Inn. Bimbingan Teknis yang mengusung tema, “Desa Unggul, Bima RAMAH ” tersebut dibuka secara resmi Rabu (7/9) oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.

    Bupati Bima yang didampingi Inspektur Kabupaten Bima H.Abdul Wahab Usman SH M.Si dan Sekretaris DPMD Ibrahim, SH, MM dalam arahannya mengungkapkan para Kades harus banyak belajar, mau membaca dan memperbanyak silaturahmi, bekerja sebagai sebuah tim yang kompak dengan Sekretaris Desa, perangkat desa dan berkoordinasi dengan para pengurus BPD dalam pengelolaan pembangunan di desa”.

    Dirinya juga meminta para Kades segera melakukan penyesuaian diri, selalu memperbaiki diri dan membuktikan dengan kerja nyata dan kerja sukses sesuai kemampuan dari dalam diri sendiri harapan masyarakat pemilih.

    Oleh karena itu, para kepala desa harus memiliki kemampuan untuk bekerja sama, memberdayakan orang lain untuk menyukseskan program yang dilaksanakan di tingkat desa. Berikan jawaban secara langsung kepada masyarakat dengan menunjukkan kepemimpinan dan kinerja nyata. Imbuh Bupati.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bima yang diwakili Sekretaris Ibrahim SH M.M dalam laporannya menjelaskan dari 57 Kades yang mengikuti peningkatan kapasitas selama dua hari tersebut, ada delapan orang diantaranya merupakan kepala desa petahana.
    Dalam pelaksanaan tugas kepala desa, sering timbul masalah karena Kades kurang memahami aturan yang ada. Para Kades harus mulai bekerja dengan baik dan ilmu yang cukup. Bimbingan teknis ini diharapkan bisa menjadi dasar bagi para Kades dalam menjalankan tugas”. Tandas Ibrahim.

    Selama dua hari, beberapa materi yang akan disampaikan kepada para peserta yaitu Pedoman Perencanaan Desa (RPJMDesa, RKPDesa), Pedoman Penyusunan APBdes/Pengelolaan Keuangan Desa, pengawasan, penyusunan produk hukum desa, Mekanisme Pertanggungjawaban Pengelolaan Keuangan Desa dan Strategi Pengelolaan BUMDES.(Prokim-MP)