Kunker Di kecematan Wawo,Bupati Dialok Dengan Masyrakat

0
IMG_20200805_120305

Wawo-MP-Bupati bima,Hj,indah dhamayanti putri melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan wawo rabu tgl -5-8-2020 Seperti biasanya, dalam setiap kunjungan kerja, Bupati bima,hj indah dhamayanti putri selalu membuka dialog dengan masyarakat guna mendapatkan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Di Kecamatan wawo desa pertama yang ditujuh adala desa mariamau,Bupati bima memberikan arahan hanya dalam waktu sekitar 10 menit.Sedangkan,sesi diaolog hampir satu jam.Dialog dengan keterwakilan oleh kepala dusun,kepala dusun setempat.

Potensi yang dimiliki desa mariamau yakni, potensi pertanian Bidang perkebunan seperti,kelapa, pisang, kemiri,pinang,siri dan jambu mente.Untuk pariwisata dibagi dalam tiga jenis yakni,wisata alam seperti Air Terjun.Selesai mariamau rombongan lanjut ke desa raba,dan desa kombo bupati meresmikan polindes,agar bisa melayani dengan cepat ibu,ibu yang melahirkan.

Ikut dalam kunker Bupati bima yakni,seluruh OPD dan camat setempat.Masyarakat yang hadir diperkirakan lebih dari 1000 orang.Dalam sesi dialog,ada perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi menyangkut kebutuhan yang ada di wilayah mereka masing-masing seperti infrastruktur jalan,rumah layak huni dan irigasih,derenase,program air bersih dan musholah sama mesjid.

Terkait dengan bantuan Covid-19, rata-rata masyarakat tidak mengkeluhkan karena mereka sudah merasakan bantuan dari pemerintah yang telah disalurkan selama ini seperti BLT Dana Desa, PKH,Ntb Gimilang dan Bima ramah.

Mereka hanya meminta perhatian dari Pemkab bima terkait infrastruktur jalan yang belum memadai seperti di Desa riamau jaringan telekomunikasih di beberapa dusun di Desa dan bantuan rumah layak huni hampir semua desa menyampaikan permintaan tersebut.

Sebelumnya menjawab permintaan dari masyarakat, Bupati Bima,hj,indah dhamayanti putri menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kecamatan wawo yang telah mematuhi protokol kesehatan Covid-19 sehingga sampai dengan saat ini kabupaten bima.masih status zona hijau.

Meski demikian,Bupati bima hj indah dhamayanti putri menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak,menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dan menghindari kerumunan massa terutama ketika ke tempat keramaian seperti pasar.

Terkait dengan permintaan dari masyarakat, Bupati bima hj,indah dhamayanti putri menjelaskan,pemerintah akan mencatat semua usulan dari masyrakat dan akan di masukan dalam program pembangunan tahun anggaran 2021.Usulan dari masyarakat belum bisa diakomodir di tahun 2020 karena sebagian besar keuangan daerah dipakai untuk penanganan Covid-19.

Menurut Bupati bima,usulan masyarakat terkait pembangunan jalan akan ditindaklanjuti pemerintahdilakukan guna mengetahui volume jalan dan status jalan hingga pengalokasikan anggaran. Bila jalan yang diusulkan itu bisa dibiayai oleh dana APBD II maka pemerintah kabupaten pasti mengalokasikan dalam APBD, sebaliknya jika jalan tersebut adalah jalan desa maka lewat dana desa bisa dialokasikan.

Khusus untuk pembagunan rumah layak huni, Bupati bima mengatakan akan diakomodir secara bertahap mulai tahun anggaran 2020. Tahun 2021, Pemkab Bima akan tetap selalu mengusulkan anggaran pembangunan yang di butuh kan kabupaten bima.

Jumlah ini tersebar di seluruh Kabupaten Bima. karena yang membutuhkan rumah layak huni bukan hanya masyarakat di Kecamatan wawo tetapi masyarakat seluruh Kabupaten Bima yang ada dalam 191 desa.Untuk program rumah layak huni akan diperjuangkan lewat APBD I,APBN dan Dana Desa.”Ucap umi dinda.

Awak media berita metro pembaharuan memantau dilapangan mulai dari desa mariamau sampai desa raba kombo,kambilo,pesa dan maria mengharapkan Umidinda untuk duduk kembali menjadi bupati bima.

Kata bapak,H,Bahrudin,karna daerah kami sudah sangat berubah terutama jalan,jalannya sangat bagus ungkapnya,dan salah satu warga masyrakat di setiap desa yang ada di wawo selalu mengucapkan kata,kata yang sama,dan disini suara kami tidak bisa di beli dengan uang,karna ini bentuk terimakasih kami terhadap umi dinda.Ungkap sala satu warga yang ada di tiap desa itu terutama bapak,dan ibu yang sudah tua,dan termasuk anak muda.(Yul).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *