Kodim 1608/Bima, Deklarasi Gerakan Jaga Alam dan Air, Bekerjasama Dengan Pemuda Peduli Alam dan Air Kota Bima

Bima-MP-Pada pukul,09.30 wita,bertempat di Lingkungan Toloweri Kelurahan Nungga Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima melaksakan kegiatan Deklarasi Gerakan Jaga Alam dan Air yang diselenggarakan oleh Kodim 1608/Bima bekerjasama dengan Pemuda Peduli Alam dan Air Kota Bima dengan jumlah peserta yang hadir sekitar 100 orang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut,Dandim 1608/Bima Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal, Pasil Ter Kodim 1608/Bima Kapten CPL Kapten Rusdi Mail, Danramil 1608-01/Rasanae Kapten Inf Sininot Sribakti, Kapolsek Rasntim di wakili kanit sabara polsek IPDA Iksan,Camat Rastim Said SE, KPH Donggo masa diwali kepala Resort Bpk Hananto SP, Kepala kelurahan Nungga Bpk. Burhanudin S.Pd, Anggota Kodim 1608/Bima, Toga, Toma, Toda, dan, Pemuda Toloweri.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, diawali dengan pembacaan Deklarasi oleh seluruh peserta dalam hal ini, pertama, kami segenap warga masyarakat Kota Bima dengan ini menyatakan mendukung sepenuhnya, gerakan jaga alam dan air guna melindungi kelestarian alam untuk kesejahteraan masyarakat

Kedua, kami meyakini bahwa alam dan air adalah sumber daya karunia tuhan yme yang harus selalu di pelihara oleh setiap manusia mari kita jaga alam maka alam akan jaga kita”.

Dandim 1608/Bima, Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal, dalam sambutannya, mengatakan bahwa kita melakukan GEJALA (gerakan menjaga alam dan air) yang sebenarnya sudah sering kita lakukan kegiatan seperti ini, untuk menjaga alam tetap stabil supaya air dan hutan tetap terjaga.

Lanjut Dandim, Kota Bima terkenal Kota tepian air tapi masyarakat banyak yang kekurangan air maka dari itu kita harus menjaga alam dan air ini, Bima ini terkenal denga serambi madinah pasti tanahnya subur,kita harus saling menjagan alam ini supaya tetatap saling membutuhkan, Kita hidup itu jangan rakus sampai merusak alam karena keserakahan kita inilah yang membuat terjadinya bencana alam padahal kita ini orang islam.

Kalau kita membagun rumah panggung harus ada pasak begitupum alam ini membutuhkan pasak, pasakya alam adalah gunung maka jangan kita merusak gunung itu nanti akan menimbulkan bencana, Dengan adanya Deklarasi ini maka kita wajib menjaga alam ini supaya kehidupan kita kedepan terhindar dari bencana dan musibah, masalah rejeki sudah ada yang atur tidak perlu kita merusak hutan dan jangan memiliki prinsip kalau kita tidak menanam di gunung kita tidak mendapatkan hasil apa-apa.

Tujuan manusia di ciptaka adalah untuk beribadah menjaga alam ini termasuk beribadah kita harus menacari pahala dengan menanam pohon supaya air bisa terjaga dan di nikmati oleh orang lain.

Deklarasi ini dengan tujuan mengajak masyarakat Bima untuk sama-sama menjaga kelestarian alam dan Air, guna mencegah terjadinya penebangan secara liar yang mengakibatkan hutan gundul.

Kegiatan ini diakhiri sekitar pukul, 10.00 wita, dengan membaca do’a, serta dilanjutkan dengan penanama pohon secara simbolis oleh Dandim 1608/Bima dan di ikutin oleh peserta yang hadir,dengan penanaman Bibit Alpokat sebanyak 100 Pohan.(HSN-MP)

Check Also

Bupati Bima,Hj. Indah Dhamayanti Putri SE,Harapkan PMII Ciptakan Ide Kreatif

Kab bima-MP-“Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bima diharapkan dapat melahirkan ide-ide kreatif untuk …

1,428 comments

  1. Hey very interesting blog!

  2. Spot on with this write-up, I actually feel this site needs a lot more attention. I’ll probably be returning to see more, thanks for the info!

  3. buy cialis 5mg 1 339 423, urine output 13

  4. Thanks for another informative website. Where else could I am getting that kind of information written in such an ideal means?
    I have a project that I’m simply now operating
    on, and I have been at the glance out for such info.

  5. Good post. I learn something new and challenging on blogs I stumbleupon every day.

    It’s always exciting to read content from other authors and use a little something from their websites.

  6. Самой древней формой жертвы считается жертва животного.
    Его мясо поедалось всем племенем совместно с богом, которому приносилась жертва.
    Также выпивалась кровь этого животного.
    Совместная трапеза ассоциировалась с принятием
    обоюдных обязанностей. Связующим звеном при этом, равно как
    и самим моментом установления
    обязанностей, считалось непосредственное принятие пищи.
    не продавая – 10 секретных способов