Kab Bima-MP-Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti halaman Kantor Bupati Bima, Godo, Kecamatan Woha, pada hari kamis tgl-7-5-2026. Ribuan peserta dari berbagai kalangan berkumpul untuk mengikuti Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Bupati Bima, Ady Mahyudi, selaku Inspektur Upacara.
Upacara dimulai tepat pukul 07.30 WITA dengan susunan acara yang tertib dan penuh makna, sesuai pedoman yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).Di hadiri Oleh Bupati dan wakil bupati,juga sekda,danjajaran pemerintah daerah,kepala dinas dan instansi terkait,tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta perwakilan siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Bima. Sebagian besar peserta mengenakan pakaian adat daerah yang indah dan berwarna-warni, menambah keindahan dan keunikan acara ini.
Tema peringatan Hardiknas tahun ini adalah “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat – mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat luas-dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang merata dan berkarakter.
Dalam amanat yang dibacakan,Bupati Ady Mahyudi menyampaikan pesan penting dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Ia menegaskan bahwa Hardiknas bukan hanya sekadar peringatan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
“Pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa. Oleh karena itu, kita harus terus berupaya memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali,” ujar Bupati Ady Mahyudi.
Ia juga menekankan peran strategis guru sebagai agen pembelajaran dan agen peradaban. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi mentor, konselor, dan orang tua kedua bagi siswa. “Guru harus mampu menjadi teladan, membangun semangat belajar, dan memandu siswa untuk mencapai cita-cita luhur mereka,” tambahnya.
Di sela,sela kegiatan awak media metro pembaharuan menemui Kadis Dikpora Kabupaten Bima,bapak, Drs,Syahrul menyatakan bahwa pendidikan bukan hanya soal mencetak angka kelulusan atau prestasi akademik semata, tetapi lebih kepada membentuk manusia yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing.
Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa hanya ditanggung oleh pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi dari seluruh elemen, mulai dari guru, orang tua, hingga masyarakat,”ujar Kadis Dikpora.
Ia juga menyoroti peran vital para guru dan tenaga kependidikan. Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab besar sebagai ujung tombak pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru terus menjadi perhatian utama pemerintah daerah agar mereka dapat mengajar dengan optimal dan penuh dedikasi.
“Kita ingin pendidikan di Kabupaten Bima tidak hanya merata, tetapi juga berkualitas. Anak-anak kita harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang kuat serta karakter yang luhur sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa dan budaya lokal,” tambahnya.
Lanjut, Kadis Dikpora menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan berbagai terobosan dan inovasi. Mulai dari perbaikan infrastruktur sekolah, penyediaan sarana prasarana yang memadai, hingga program pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme guru.
Di akhir kesempatannya,Kadis Dikpora mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi. Semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara harus dijadikan api pembakar semangat untuk terus maju memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Bima demi terciptanya generasi emas masa depan.(Yuli)
Metropembaharuancq Tajam dan Terpercaya