Blog

  • Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn. Hadir di Kota Bima dan Kabupaten Bima, Menyerap Aspirasi Masyarakat Tahun 2026

    Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn. Hadir di Kota Bima dan Kabupaten Bima, Menyerap Aspirasi Masyarakat Tahun 2026

    Kab,Bima-MP– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Nusa Tenggara Barat, yang juga merupakan Anggota Komite IV DPD RI, Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn., kembali turun langsung ke tengah masyarakat guna melaksanakan penyerapan aspirasi sekaligus memantau pelaksanaan pembangunan di Kota Bima dan Kabupaten Bima sepanjang tahun 2026 ini.Kehadirannya ini menegaskan komitmennya sebagai wakil daerah yang hadir,mendengar,dan memperjuangkan kepentingan konstituen hingga ke pelosok wilayah.

    Sebagai politisi berprestasi dengan latar belakang hukum dan kenotariatan, serta menjabat dua periode anggota DPD RI (2019–2024 dan 2024–2029), Evi Apita Maya dikenal memiliki pendekatan yang sistematis, berbasis hukum, dan berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat.Dalam kunjungan kerja yang berlangsung sejak awal tahun hingga pertengahan Mei 2026 ini, ia didampingi tim pendamping dan unsur terkait, mengunjungi lebih dari 40 titik lokasi meliputi seluruh kecamatan di Kabupaten Bima serta kelurahan dan desa di wilayah Kota Bima. Kegiatan berupa dialog terbuka, audiensi, kunjungan lokasi, dan diskusi mendalam bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, pelaku UMKM, petani, nelayan, tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

    Dari serangkaian pertemuan tersebut, terhimpun beragam usulan, keluhan, dan harapan masyarakat yang dikelompokkan ke dalam empat prioritas utama oleh Staf Ahlinya bapak Doktor,Alfyan.

    1.Infrastruktur:Perbaikan jalan rusak, pembangunan jembatan penghubung, penerangan jalan umum, serta peningkatan akses jalan ke wilayah wisata dan pusat produksi. Di wilayah pesisir dan dataran tinggi, akses jalan masih menjadi kendala utama distribusi hasil bumi dan laut .
    ​
    2. Pendidikan & Kesehatan: Kelengkapan sarana prasarana sekolah, ketersediaan buku dan alat peraga, serta penambahan tenaga pendidik. Di sektor kesehatan, keluhan terbanyak adalah kekurangan tenaga medis, keterbatasan obat-obatan, dan fasilitas puskesmas/posyandu yang belum memadai, terutama di wilayah terpencil.
    ​

    3.Pemberdayaan Ekonomi: Permintaan akses permodalan lunak, pelatihan keterampilan, serta dukungan pemasaran produk lokal—mulai dari tenun khas Bima, hasil pertanian, produk olahan laut, hingga kerajinan tangan. Masyarakat juga berharap adanya kebijakan yang melindungi harga hasil produksi petani dan nelayan.
    ​
    4.Pariwisata & Budaya: Potensi wisata alam, sejarah, dan budaya yang besar belum terkelola maksimal. Masyarakat meminta dukungan promosi, pengelolaan profesional, dan pembangunan fasilitas pendukung agar pariwisata menjadi penggerak ekonomi daerah.

    Hj. Evi Apita Maya menegaskan,seluruh aspirasi yang diterima tidak hanya dicatat, tetapi akan menjadi bahan utama perjuangannya di tingkat pusat, khususnya dalam pembahasan anggaran, kebijakan, dan pengawasan kementerian/lembaga terkait. Sebagai anggota Komite IV DPD RI yang membidangi urusan keuangan, perbankan, pembangunan daerah, dan infrastruktur, ia memiliki akses dan peran strategis untuk mengawal usulan ini hingga terealisasi .

    “Tugas utama kami adalah menjadi suara daerah di Senayan. Apa yang disampaikan warga Kota Bima dan Kabupaten Bima adalah amanah yang harus saya kawal sampai ada tindakan nyata. Saya tidak akan membiarkan aspirasi ini berhenti di atas kertas,tapi akan saya bawa ke meja rapat,perjuangkan alokasi dana, dan koordinasikan dengan pemerintah daerah serta kementerian terkait agar kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tegas Evi saat berdialog di Kecamatan sape,awal Mei.

    Tim dan Staf ahlinya masih merangkum dan memverifikasi seluruh masukan sebelum disusun menjadi laporan lengkap dan rencana aksi. Hj. Evi Apita Maya berjanji akan kembali ke wilayah ini untuk menyampaikan perkembangan dan hasil perjuangan yang telah dicapai.

    Kehadiran dan kerja nyata Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn. ini membuktikan bahwa wakil daerah benar-benar hadir, merasakan, dan berjuang demi kesejahteraan serta kemajuan Kota Bima dan Kabupaten Bima, sesuai amanat konstitusi dan harapan seluruh masyarakat.(Yuli).

  • Selisih Data PAD Kabupaten Bima, Beda Basis  Data

    Selisih Data PAD Kabupaten Bima, Beda Basis Data

    Kab Bima-MP-Menanggapi informasi yang beredar terkait adanya perbedaan data capaian PAD Kabupaten Bima, bersama ini disampaikan, pada prinsipnya tidak ada terjadi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bima tahun anggaran 2025, selisih angka tersebut disebabkan karena adanya perbedaan basis data yang digunakan.

    Data yang dirilis Bapenda kabupaten Bima adalah data sementara yang disampaikan untuk kepentingan pansus Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Bima sebelum diaudit (unaudit) yang merupakan angka hasil rekon dengan OPD pengelola pendapatan.

    Di lain sisi, angka yang dirilis oleh BPS Kabupaten Bima adalah angka sementara yang diberikan oleh BPKAD ke BPS sebelum selesai dilakukan rekon dengan seluruh Perangkat Daerah pengelola pendapatan dan masih dalam proses karena dalam persiapan penyusunan Laporan Keuangan unaudit yang akan diserahkan ke BPK.

    Angka final pendapatan adalah angka setelah dilakukan audit BPK yang sekarang masih berproses sampai tanggal 31 Mei 2026.

    Tindak lanjut hasil audit BPK akan ditindaklanjuti dengan pembuatan Laporan Realisasi Pertanggungjawaban yang disampaikan ke DPRD yang merupakan hasil final realisasi, baik pendapatan maupun belanja.(Prokim-MP)

  • Upacara HUT Hardiknas Kabupaten Bima Dipimpin Langsung oleh Bupati Ady Mahyudi

    Upacara HUT Hardiknas Kabupaten Bima Dipimpin Langsung oleh Bupati Ady Mahyudi

    Kab Bima-MP-Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti halaman Kantor Bupati Bima, Godo, Kecamatan Woha, pada hari kamis tgl-7-5-2026. Ribuan peserta dari berbagai kalangan berkumpul untuk mengikuti Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Bupati Bima, Ady Mahyudi, selaku Inspektur Upacara.

    Upacara dimulai tepat pukul 07.30 WITA dengan susunan acara yang tertib dan penuh makna, sesuai pedoman yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).Di hadiri Oleh Bupati dan wakil bupati,juga sekda,danjajaran pemerintah daerah,kepala dinas dan instansi terkait,tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta perwakilan siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Bima. Sebagian besar peserta mengenakan pakaian adat daerah yang indah dan berwarna-warni, menambah keindahan dan keunikan acara ini.

    Tema peringatan Hardiknas tahun ini adalah “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat – mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat luas-dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang merata dan berkarakter.

    Dalam amanat yang dibacakan,Bupati Ady Mahyudi menyampaikan pesan penting dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Ia menegaskan bahwa Hardiknas bukan hanya sekadar peringatan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

    “Pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa. Oleh karena itu, kita harus terus berupaya memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali,” ujar Bupati Ady Mahyudi.

    Ia juga menekankan peran strategis guru sebagai agen pembelajaran dan agen peradaban. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi mentor, konselor, dan orang tua kedua bagi siswa. “Guru harus mampu menjadi teladan, membangun semangat belajar, dan memandu siswa untuk mencapai cita-cita luhur mereka,” tambahnya.

    Di sela,sela kegiatan awak media metro pembaharuan menemui Kadis Dikpora Kabupaten Bima,bapak, Drs,Syahrul menyatakan bahwa pendidikan bukan hanya soal mencetak angka kelulusan atau prestasi akademik semata, tetapi lebih kepada membentuk manusia yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing.

    Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa hanya ditanggung oleh pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi dari seluruh elemen, mulai dari guru, orang tua, hingga masyarakat,”ujar Kadis Dikpora.

    Ia juga menyoroti peran vital para guru dan tenaga kependidikan. Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab besar sebagai ujung tombak pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru terus menjadi perhatian utama pemerintah daerah agar mereka dapat mengajar dengan optimal dan penuh dedikasi.

    “Kita ingin pendidikan di Kabupaten Bima tidak hanya merata, tetapi juga berkualitas. Anak-anak kita harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang kuat serta karakter yang luhur sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa dan budaya lokal,” tambahnya.

    Lanjut, Kadis Dikpora menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan berbagai terobosan dan inovasi. Mulai dari perbaikan infrastruktur sekolah, penyediaan sarana prasarana yang memadai, hingga program pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme guru.

    Di akhir kesempatannya,Kadis Dikpora mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi. Semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara harus dijadikan api pembakar semangat untuk terus maju memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Bima demi terciptanya generasi emas masa depan.(Yuli)

  • Lomba Cerdas Cermat Gugus IV Kecamatan Woha Resmi Dibuka Oleh Korwil

    Lomba Cerdas Cermat Gugus IV Kecamatan Woha Resmi Dibuka Oleh Korwil

    Kab Bima,Risa-MP–Suasana penuh semangat dan antusiasme terasa memenuhi ruangan tempat pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Tingkat Sekolah Dasar se-Gugus IV Kecamatan Woha. Acara yang ditunggu-tunggu ini resmi dibuka secara langsung oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Woha pada pagi hari ini tgl, 6 Mei 2026.

    Dalam sambutannya,Korwil,Bapak Ramli,Spd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wadah yang sangat baik untuk mengembangkan potensi dan bakat siswa di bidang pengetahuan umum “Lomba cerdas cermat bukan hanya sekadar ajang persaingan,tetapi juga sarana untuk melatih kecepatan berpikir,ketelitian,serta kerja sama tim. Hal-hal ini sangat penting untuk membentuk karakter dan kemampuan siswa sejak usia dini,” ujarnya.

    Ia juga berharap melalui kegiatan ini, semangat belajar siswa semakin tumbuh dan berkembang,serta terjalin hubungan yang lebih erat antar sekolah dalam satu gugus.

    Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa dari seluruh sekolah dasar yang masuk dalam lingkup Gugus IV. Para peserta tampak bersiap dengan matang, membawa semangat juang tinggi untuk meraih prestasi terbaik. Adapun materi lomba mencakup berbagai bidang pengetahuan, mulai dari ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, bahasa, hingga pengetahuan umum lainnya.

    Selain para peserta hadir pula kepala sekolah, guru pendamping, serta orang tua siswa yang ikut menyaksikan dan mendukung jalannya acara.Awak media metro pembaharuan tidak lupa menemui langsung,ketua panitia tingkat gugus IV kec Woha,Bapak Asikin, Spd.kepala SD Inpres keli,menyatakan bahwa seluruh rangkaian acara telah disiapkan dengan sebaik-baiknya agar berjalan lancar,adil,dan menyenangkan bagi semua pihak.

    Lomba cerdas cermat ini dijadwalkan berlangsung selama satu hari penuh, dengan berbagai babak yang akan menguji kemampuan dan ketangkasan para peserta. Pemenang dari kegiatan ini nantinya akan mewakili Gugus VIV untukmengikuti lomba di tingkat kecamatan.”Tutupnya.(Yuli).

  • SMAN 2 Monta Kabupaten Bima Laksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei

    SMAN 2 Monta Kabupaten Bima Laksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei

    Kab Bima-MP– SMAN 2 Monta yang beralamat di Jalan Lintas Tente-Wane,Desa Sondo, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari sabtu tgl,2 Mei.Kegiatan berlangsung di lapangan sekolah dengan suasana yang khidmat, penuh semangat dan rasa bangga, dihadiri oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan sekolah. Acara dimulai pukul 08.00 pagi dan berjalan dengan tertib sesuai aturan yang berlaku.

    upacara diawali dengan pasukan bendera Merah Putih yang diiringi langkah tegap oleh pasukan pembawa bendera yang terdiri dari siswa terpilih. Selanjutnya, bendera dikibarkan perlahan diiringi nyanyian lagu Indonesia Raya yang dilantunkan dengan suara lantang dan penuh semangat oleh seluruh peserta upacara. Setelah itu, dilakukan pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai wujud kesetiaan dan penegasan kembali nilai-nilai dasar berbangsa dan bernegara.

    Kepala Sekolah SMAN 2 Monta, Bapak Suherman,mengikuti upacara di KCD,dan sebagai inspektur upacara di wakili oleh wakasek bapak AJRIN,SPD, Gr,menyampaikan pidato resmi peringatan Hari Pendidikan Nasional. Dalam pidatonya, bapak AJRIN mengingatkan kembali perjuangan Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, yang telah meletakkan landasan pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membebaskan rakyat dari ketidaktahuan. Bapak AJRIN juga menekankan bahwa di era perkembangan teknologi yang cepat saat ini, tugas pendidikan semakin berat dan menuntut seluruh pihak untuk terus berinovasi.

    “Di tahun 2026 ini, kita tidak hanya dituntut untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter siswa yang tangguh,berakhlak mulia,kritis,dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Sebagai sekolah yang telah beroperasi selama lebih dari 14 tahun dan menerapkan Kurikulum Merdeka, SMAN 2 Monta terus berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran dan fasilitas agar dapat mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar bapak AJRIN dengan tegas di hadapan seluruh peserta upacara.

    Maka salah satu siswa kelas XI yang
    di temui oleh awak media metro pembaharuan menjadi ketua pasukan pembawa bendera mengungkapkan perasaannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.“Saya merasa sangat bangga dan terhormat bisa menjadi bagian dari upacara ini.Melalui momen ini,saya semakin sadar betapa pentingnya pendidikan dan tanggung jawab yang kita miliki untuk membangun bangsa,” katanya dengan wajah berseri.

    Upacara ditutup dengan pembubaran barisan dan sesi foto bersama seluruh warga sekolah di halaman sekolah.Semangat,harapan,dan pesan yang disampaikan dalam peringatan ini diharapkan dapat terus terpelihara dan diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari,menjadikan SMAN 2 Monta sebagai lembaga pendidikan yang terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Bima. (Yuli)

  • SD Negeri Tangga Kabupaten Bima Laksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei Tahun 2026

    SD Negeri Tangga Kabupaten Bima Laksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei Tahun 2026

    Kab Bima,Monta-MP– SD Negeri Tangga, Kmelaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari ini,2 Mei.Kegiatan berlangsung di halaman sekolah dengan suasana yang khidmat dan penuh semangat, dihadiri oleh seluruh siswa,guru, serta tenaga kependidikan sekolah.Acara dimulai pukul 08.30 pagi dan berjalan dengan tertib sesuai rencana.

    Rangkaian upacara diawali dengan pemasukan bendera Merah Putih, diikuti dengan pengibaran bendera yang diiringi nyanyian lagu Indonesia Raya secara serentak oleh seluruh peserta. Selanjutnya, dibacakan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai wujud kesetiaan dan penghormatan terhadap dasar negara.

    Sebagai inspektur upacara,Kepala Sekolah SD Negeri Tangga,Ibu Asni,S,PD,sd,menyampaikan pidato peringatan Hari Pendidikan Nasional.Dalam pidatonya, beliau mengingatkan kembali jasa Ki Hajar Dewantara,Bapak Pendidikan Nasional,yang telah meletakkan landasan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Beliau juga menekankan pentingnya menanamkan nilai karakter, disiplin,dan semangat belajar sejak usia dini. Di tahun 2026 ini,beliau berharap seluruh warga sekolah dapat terus berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran, menciptakan suasana sekolah yang nyaman, serta membentuk siswa yang cerdas, berakhlak mulia, dan berjiwa nasionalis.

    “Hari ini bukan hanya perayaan seremonial, tetapi momen untuk kita merenungkan kembali tanggung jawab kita dalam memajukan pendidikan di lingkungan ini.Setiap langkah kecil yang kita lakukan, baik guru dalam mengajar maupun siswa dalam belajar, adalah sumbangsih bagi kemajuan bangsa di masa depan,” ujar beliau di hadapan seluruh peserta upacara.

    Awak media metro pembaharuan,Menemui salah satu siswa kelas V Tiara,mengungkapkan perasaannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Saya senang bisa ikut upacara ini. Saya jadi tahu betapa pentingnya belajar dan menjadi anak yang berguna bagi orang tua dan negara,” katanya dengan gembira.(Yuli)

  • Seleksi O2SN SD dan SMP Tingkat Kecamatan Woha Resmi Dibuka oleh Korwil Pendidikan

    Seleksi O2SN SD dan SMP Tingkat Kecamatan Woha Resmi Dibuka oleh Korwil Pendidikan

    Kabupaten Bima,Woha-MP-Acara seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD dan SMP tingkat kecamatan tahun 2026 resmi dibuka secara resmi oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Woha pada hari Kamis, 30 April 2026, di Lapangan Olahraga Umum Woha. Acara ini dihadiri oleh kepala sekolah, guru pembimbing, pelatih, ratusan peserta, serta masyarakat setempat yang antusias menyemangati putra-putrinya.

    Dalam sambutannya saat pembukaan, Korwil Pendidikan Kecamatan Woha,Ramli,Spd,menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menjaring bakat olahraga muda di wilayah ini, sekaligus sarana untuk menanamkan semangat sportivitas,disiplin,dan kerja sama tim di kalangan siswa.

    “Sebagai penghubung antara Dinas Pendidikan Kabupaten dan sekolah-sekolah di sini,kami berkomitmen penuh mendukung pengembangan potensi siswa di luar bidang akademik. Seleksi O2SN ini bukan hanya tentang memenangkan pertandingan,tetapi juga tentang membentuk karakter anak-anak yang sehat,tangguh,dan berjiwa sportif,” tegas Ramli.

    Ia juga mengingatkan agar semua peserta bertanding dengan jujur dan menghargai lawan,serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini.

    Seleksi ini berlangsung mulai 1 April hingga Mei 2026,sesuai jadwal nasional yang ditetapkan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.Cabang olahraga yang dipertandingkan disesuaikan dengan pedoman nasional dan kemampuan siswa di daerah,

    yaitu untuk jenjang SD meliputi atletik, bulu tangkis, pencak silat,dll,sedangkan jenjang SMP mencakup atletik trilomba,pencak silat,dll. Seluruh pertandingan diadakan di beberapa lokasi strategis, seperti lapangan olahraga umum dan halaman sekolah yang telah disiapkan fasilitasnya agar berjalan lancar dan aman.

    Panitia pelaksana menyebutkan bahwa ratusan siswa dari berbagai sekolah dasar dan menengah pertama di 15 desa/kelurahan di Kecamatan Woha telah mendaftar dan siap bersaing. Hasil seleksi ini nantinya akan menentukan siapa saja yang berhak mewakili Kecamatan Woha dalam tahap seleksi tingkat kabupaten yang akan digelar pada Mei hingga Juni mendatang.

    Masyarakat setempat menyambut baik pelaksanaan acara ini. Salah satu orang tua peserta mengatakan, “Saya sangat bangga melihat anak saya ikut serta di sini. Kegiatan seperti ini memberi kesempatan bagi mereka untuk menampilkan kemampuan dan mengembangkan bakat yang dimilikinya.”

    Dengan dibukanya seleksi ini, diharapkan semakin banyak bakat olahraga muda di Kecamatan Woha yang terungkap dan dikembangkan, sehingga kelak dapat mengharumkan nama daerah dan bangsa di kancah yang lebih luas.(Yuli).

  • Selasa Menyapa Dua Desa di Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima Tahun 2026

    Selasa Menyapa Dua Desa di Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima Tahun 2026

    Kab Bima–MP-Program unggulan Pemerintah Kabupaten Bima, “Selasa Menyapa”, kembali berlanjut pada tahun kedua pelaksanaannya dan kali ini menyambangi dua desa di Kecamatan Lambitu, yaitu Desa Kaboro dan Desa sambori,pada kamis tgl,30 April 2026. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Bima Ady Mahyudi, Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy, jajaran perangkat daerah, unsur Muspika Kecamatan Lambitu, serta warga masyarakat Lambitu.

    Dalam sambutannya, Bupati Ady Mahyudi menyatakan bahwa program ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi secara langsung, dan menyelesaikan masalah di tempat. “Filosofi program ini adalah ‘doho sama, nuntu sama, ngaha sama, karawi sama, sambea sama’ yang berarti bersama dalam niat, tujuan, usaha, kerja, dan hasil. Kami datang bukan hanya untuk berbicara, tapi untuk mendengar dan bertindak,” ujarnya.

    Selama kegiatan berlangsung, berbagai layanan publik disediakan secara gratis dan terpadu. Dinas Kesehatan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan umum, deteksi dini penyakit, imunisasi, dan pemberian makanan tambahan untuk balita serta ibu hamil. Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melayani perekaman e-KTP, penerbitan kartu keluarga, akta kelahiran, dan akta kematian.

    Selain layanan dasar, juga digelar kegiatan pemberdayaan ekonomi yang dipimpin oleh Dinas Koperasi dan UKM. Di sana, para pelaku usaha mikro dari kedua desa mendapatkan pembinaan, informasi tentang akses modal, serta promosi produk unggulan daerah. Dinas Lingkungan Hidup juga menggerakkan warga untuk menanam pohon di sepanjang jalan desa dan halaman sekolah sebagai bagian dari gerakan “1 Rumah 2 Pohon, 1 Desa 100 Pohon”.

    Sesi diskusi terbuka menjadi momen yang paling ditunggu. Warga dengan bebas menyampaikan keluhan, harapan, dan usulan terkait pembangunan di desa mereka. Beberapa masalah yang sering disampaikan adalah perbaikan jalan akses, peningkatan fasilitas pendidikan, dan pengembangan sumber air bersih. Bupati dan Wakil Bupati secara langsung menanggapi setiap masukan, bahkan menetapkan jadwal penanganan untuk beberapa masalah yang mendesak.

    Kepala Desa Kaboro menyambut baik kehadiran rombongan pemerintah daerah. “Kami sangat berterima kasih karena masalah yang selama ini kami sampaikan lewat laporan resmi kini bisa didengar langsung oleh pimpinan daerah. Kami yakin dengan cara ini, pembangunan di desa kami akan berjalan lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya. Hal serupa juga diungkapkan oleh Kepala Desa sambori yang berharap program ini terus dilanjutkan ke masa depan.

    Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy menambahkan bahwa pada tahun 2026, program “Selasa Menyapa” akan menyasar 36 desa di 18 kecamatan se-Kabupaten Bima, meningkat dari 25 desa pada tahun sebelumnya. “Kami akan memastikan setiap desa mendapatkan kesempatan yang sama untuk berinteraksi langsung dengan pemerintah dan mendapatkan pelayanan yang berkualitas,” tegasnya.

    Kegiatan berakhir dengan makan bersama dan penampilan kesenian tradisional yang menampilkan keunikan budaya masyarakat Kecamatan Lambitu. Suasana hangat dan akrab yang tercipta sepanjang kegiatan menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama mewujudkan visi “Bima Bermartabat”.(Yuli)

  • Menyulap Bakat Menjadi Prestasi: Semarak FLS3N Tingkat SMA Dan SMK Se-Kabupaten dan Kota Bima

    Menyulap Bakat Menjadi Prestasi: Semarak FLS3N Tingkat SMA Dan SMK Se-Kabupaten dan Kota Bima

    Kab Bima-MP-Suasana penuh semangat dan kreativitas kembali mewarnai lingkungan pendidikan di wilayah Kabupaten Bima dan Kota Bima. Ajang bergengsi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA-SMK) tingkat daerah telah resmi digelar, menjadi panggung utama bagi para pelajar untuk memamerkan bakat, keterampilan, dan gagasan brilian mereka. Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bukti nyata bahwa generasi muda di tanah Mbojo memiliki potensi luar biasa yang siap bersinar di kancah yang lebih luas.

     

    Karna tujuan,FLS3N merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan untuk mendorong pengembangan bakat siswa di luar kegiatan akademik. Khusus untuk jenjang SMA, SMK,di wilayah Kabupaten dan Kota Bima, kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting. Selain menjadi sarana penyaluran minat dan bakat, ajang ini juga bertujuan untuk menumbuhkan karakter kreatif, rasa percaya diri, serta jiwa kompetitif yang sehat di kalangan remaja.

    Lebih dari itu, penyelenggaraan ini menjadi sarana pelestarian dan pengembangan budaya lokal. Para peserta didorong untuk mengangkat nilai-nilai kearifan daerah ke dalam karya atau penampilan mereka, sehingga warisan budaya tetap hidup dan terus dikenal oleh generasi muda. Tidak kalah pentingnya, ajang ini juga berfungsi sebagai tahap penyaringan untuk menjaring bibit unggul yang nantinya akan mewakili wilayah ini dalam kompetisi di tingkat provinsi hingga tingkat nasional.

     

    Berikut ragam Cabang Lomba yang Dipertandingkan adalah:Bidang Seni,Bidang Sastra

    Ini kata Bapak Idham kasi kesiswaan
    yang mewakili KCD yang lagi dinas luar kota menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai KCD yang telah berhasil menyelenggarakan ajang ini dengan rapi dan lancar. Menurutnya, kegiatan yang di laksanakan selama dua hari
    mulai tgl,28-4- sampai tgl 29 ini merupakan bukti nyata komitmen dunia pendidikan untuk tidak hanya fokus pada pencapaian akademik,tetapi juga memperhatikan pengembangan bakat dan minat siswa di bidang seni dan sastra.

    “Terima kasih kepada seluruh panitia dari KCD yang telah bekerja keras menyusun dan melaksanakan acara ini dengan sangat baik. Ini bukan sekadar lomba, melainkan wadah strategis untuk menggali dan mengembangkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh putra-putri kita,” ujar Bapak Idham

    Ia juga memuji antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh para peserta yang datang dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten dan kota Bima,Menurutnya, keberanian mereka untuk tampil dan berkarya adalah kemenangan tersendiri, terlepas dari siapa pun yang nantinya keluar sebagai juara.

     
    Lebih lanjut, Bapak Idham menekankan pentingnya seni dan sastra dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan seni dan sastra, siswa tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga mengasah kepekaan hati, daya pikir kreatif, serta kemampuan mengekspresikan gagasan dengan cara yang positif dan indah.

    ” Karna Seni dan sastra adalah cerminan jiwa dan identitas suatu bangsa. Ketika anak-anak kita berkarya, mereka sebenarnya sedang belajar memahami diri sendiri, lingkungan, dan budayanya. Inilah yang akan membentuk mereka menjadi pribadi yang beradab, berkarakter kuat, dan memiliki jati diri yang jelas di masa depan,” tegasnya.

    Bapak Idham juga mengingatkan bahwa prestasi akademik yang tinggi perlu diimbangi dengan keseimbangan kemampuan di bidang lain. Generasi muda yang unggul adalah mereka yang cerdas secara pikiran, namun juga kaya akan rasa dan budi pekerti.

    Salah satu peserta cabang nyanyian tunggal yang juga merupakan siswa kelas XI, SMAN, 1 Kota Bima Marvel di temui awak media Metro pembaharuan mengungkapkan rasa senangnya bisa terlibat langsung dalam kegiatan ini.

    “Rasanya sangat luar biasa dan bangga sekali bisa mewakili sekolah di ajang ini. untuk hobi pribadi, tapi lewat FLS3N, saya bisa bertemu dengan teman-teman lain yang memiliki minat dan bakat serupa dari berbagai sekolah. Saya jadi banyak belajar dari cara pandang mereka dalam berkarya, dan juga mendapatkan masukan berharga dari para juri yang sangat kompeten. Ini pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” ujarnya dengan antusias ke pada awak media.

    Hal senada juga disampaikan oleh peserta cabang puisi yang ber asal dari sman 1 lambu miratul dan siswa SMA KAE mengaku sempat merasa gugup saat akan tampil di hadapan penonton dan dewan juri, namun dukungan dari teman-teman, guru pembimbing, serta semangat untuk mengharumkan nama sekolah membuatnya mampu menampilkannya dengan percaya diri.

    “Awalnya saya sangat cemas, takut tidak bisa tampil maksimal. Tapi begitu saya naik ke panggung, saya ingat pesan guru pembimbing bahwa yang terpenting adalah mengekspresikan karya dan menikmati momennya. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Terlepas dari hasilnya, saya sudah merasa menang karena berani tampil dan memberikan yang terbaik,” tambahnya.(Yuli)

  • Adhar, S.Pd., Terpilih Menjadi Ketua PGRI Kabupaten Bima Secara Aklamasi Tahun 2026

    Adhar, S.Pd., Terpilih Menjadi Ketua PGRI Kabupaten Bima Secara Aklamasi Tahun 2026

    Kab Bima–MP-Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Konferensi Kerja Kabupaten I (Konferkab I) dan Konferensi Luar Biasa (KLB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bima Tahun 2026 yang digelar di Gedung PGRI Kabupaten Bima, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Belo, Sabtu (25/4/2026). Dalam acara yang bertajuk “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas dan Bima Bermartabat” ini, Adhar, S.Pd., resmi terpilih menjadi Ketua PGRI Kabupaten Bima masa bakti 2025-2030 secara aklamasi.

    Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses musyawarah yang demokratis. Awalnya, panitia pemilihan mencatat adanya empat calon yang mendaftar, yaitu Ramli, S.Pd., M.Pd., Dr. Juwaidin, M.Pd., dan Adhar, S.Pd. Namun, dalam proses berlangsungnya acara, tiga calon lainnya menyatakan mundur dengan kesadaran sendiri dan tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Hal ini membuka jalan bagi Adhar, S.Pd., untuk dipilih secara bulat oleh seluruh peserta konferensi yang hadir.

    Ketua Panitia KLB PGRI Kabupaten Bima, Edi Ilham Syah, S.Pd., membenarkan hal tersebut. Ia menyatakan bahwa pemilihan dilakukan dengan mengutamakan prinsip musyawarah untuk mufakat, sehingga tercipta keputusan yang diterima oleh semua pihak dan memperkuat solidaritas antar anggota organisasi.

    Sementara itu,Bupati Bima, Ady Mahyudi, yang hadir dan membuka secara resmi acara tersebut, memberikan apresiasi atas pelaksanaan konferensi yang berjalan lancar dan tertib. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan PGRI yang mampu menghadirkan perubahan nyata serta menjadi wadah yang kuat untuk memperjuangkan aspirasi para guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bima.

    “Konferensi ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat arah gerak PGRI agar lebih adaptif dan progresif dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang. Saya berharap kepengurusan baru dapat bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh pihak terkait demi terwujudnya guru yang bermartabat, berdaya saing, dan mampu mencetak generasi yang unggul,” ujar Ady Mahyudi dalam sambutannya.

    Adhar, S.Pd., dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh anggota PGRI Kabupaten Bima. Ia berjanji akan menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, bekerja keras untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan guru, serta terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini.

    “Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang luar biasa. Saya menyadari bahwa tugas yang diemban tidaklah ringan, namun dengan kerja sama tim yang solid dan dukungan dari semua pihak, saya yakin kita dapat membawa PGRI Kabupaten Bima menjadi lebih baik dan berkontribusi maksimal bagi kemajuan pendidikan,” tegas Adhar.

    Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Wakil Ketua III PGRI Provinsi NTB Drs. H. Lalu Kaharudin, jajaran pengurus PGRI Kabupaten/Kota se-wilayah, para ketua cabang kecamatan, serta tokoh pendidikan dan undangan lainnya. Kegiatan ditutup dengan harapan agar PGRI Kabupaten Bima di bawah kepemimpinan Adhar, S.Pd., dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dan rumah yang nyaman bagi seluruh guru dalam berkarya dan berjuang.(Yuli)

  • Dua Sri Kandi,Wagub Ntb dan Ketua PKK Kota Bima Ikut Partisipasi Rimpu Mantika Tahun 2026

    Dua Sri Kandi,Wagub Ntb dan Ketua PKK Kota Bima Ikut Partisipasi Rimpu Mantika Tahun 2026

    Kota Bima-MP-Kota Bima kembali memukau mata dunia dengan gelarnya Pawai Rimpu Mantika pada setiap hari ulang tahun Kota Bima yang dilaksanakan setiap bulan April.Acara tahunan yang menjadi bukti kekayaan budaya Nusa Tenggara Barat ini semakin istimewa dan bermakna berkat kehadiran dua sosok wanita hebat yang layak disapa sebagai “Dua Sri Kandi” masa kini.

    Mereka adalah Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bima. Kedua tokoh ini turut serta berjalan beriringan bersama ribuan peserta lainnya, mengenakan busana adat dengan penuh keanggunan dan wibawa.

    Dengan langkah mereka yang tegap namun lembut, senyum yang ramah, serta sikap yang rendah hati seolah menjadi teladan nyata bagi seluruh masyarakat. Kehadiran mereka membuktikan bahwa jabatan dan status tidak menjadi penghalang untuk tetap mencintai dan melestarikan akar budaya sendiri. Mereka adalah perwujudan nyata perempuan tangguh yang tetap menjaga kesopanan dan keanggunan untuk melestarikan budaya lokal bersama masyarakat.

    Menurut beliau Wagub,Umi dinda,Rimpu Mantika memiliki makna yang sangat dalam, bukan hanya sekadar busana adat, melainkan cerminan karakter perempuan Bima.

    “Rimpu Mantika ini adalah simbol kesopanan, kelembutan, dan martabat kita sebagai perempuan Bima. Cara kita memakainya yang rapi dan menutup aurat mengajarkan kita untuk selalu menjaga kehormatan dan nama baik keluarga. Ini warisan yang sangat berharga dari nenek moyang kita.”

    Wagub, Umi dinda menekankan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi ini sangat selaras dengan program pembinaan keluarga yang selama ini digalakkan oleh PKK.”Tutupnya.

    Selanjutnya Ketua PKK Umi Badra,menegaskan komitmennya untuk terus mengangkat dan melestarikan budaya daerah melalui berbagai kegiatan.

    “Sebagai organisasi yang bergerak di tengah masyarakat, PKK Kota Bima sangat mendukung penuh kegiatan seperti ini. Kami ingin mengajak seluruh ibu-ibu dan kader PKK agar selalu mencintai budaya sendiri. Mari kita jadikan pakaian adat ini sebagai kebanggaan,bukan hanya saat acara pawai, tapi juga dalam kegiatan sehari-hari.”

    Partisipasi beliau dalam pawai ini menjadi contoh nyata bahwa PKK hadir menyatu dengan masyarakat, menjaga tradisi, sekaligus mempererat tali persaudaraan.

    Di akhir perbincangannya dengan awak media Metro pembaharuan, Ketua PKK Kota Bima umi Badra berpesan agar tradisi ini tidak putus di tengah gempuran zaman.

    “Kita tidak boleh melupakan akar budaya kita. Mari kita ajarkan anak-anak dan cucu-cucu kita cara memakai Rimpu yang benar, mengenal motif tenun, dan memahami artinya. Agar kelak mereka juga ikut menjaga dan mencintai identitas bangsa sendiri.”Tutupnya”.(Yuli)

  • Wabup dr. H. Irfan Lepas Keberangkatan 393 JCH Kabupaten Bima

    Wabup dr. H. Irfan Lepas Keberangkatan 393 JCH Kabupaten Bima

    Kab Bima-MP-Pada musim haji tahun ini, Kabupaten Bima memberangkatkan 393 jamaah calon haji (JCH) Kloter 4 untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah.

    Para jamaah yang bergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 4 tersebut Jumat (24/4) dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy di Masjid Agung Kabupaten Bima.

    Di hadapan ratusan jamaah calon haji tersebut, Wakil Bupati yang didampingi Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bima H. Ikhwan Zulkifli, Asisten Pemerintahan dan Kesra Fatahullah S.Pd. dan para Kepala Perangkat Daerah menyampaikan beberapa arahan sebagai bekal pada jamaah.

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Bima, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji. Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dalam keadaan selamat dan memperoleh predikat haji yang mabrur,” Ujarnya.

    Wabup juga menyampaikan beberapa pesan penting kepada jamaah calon haji.

    “Karena perjalanan ini merupakan perjalanan jauh, seluruh jamaah harus mematuhi arahan dari ketua Kloter. Untuk kekhusyukan ibadah, jangan ragu untuk bertanya kepada pembimbing dan petugas haji apabila ada hal yang belum dipahami”. Pesannya.

    Selain itu, para jamaah dihimbau agar menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah haji. “Jika mengalami gangguan kesehatan, segera periksa kepada petugas kesehatan. Dokter dan perawat akan mendampingi jamaah selama 24 jam”. Terang Wabup.

    Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bima H. Ikhwan Zulkifli menyampaikan JCH asal Kabupaten Bima diberangkatkan pada tanggal 24 April 2026 dalam Kloter 4 sebanyak 393 jemaah menggunakan 11 unit bus.

    Selanjutnya, Minggu (03/05/2026) akan diberangkatkan sebanyak 128 orang jemaah Kloter 11 akan menggunakan 4 unit bus dari Lapangan Kara Bolo Kabupaten Bima, serta Kamis (07/05/2026) akan diberangkatkan sebanyak 58 orang jemaah Kloter 14 menggunakan 2 unit bus dari Masjid Agung Kabupaten Bima.

    Kakan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bima menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bima atas dukungan dan bantuan fasilitas transportasi bagi jamaah calon haji, baik saat keberangkatan maupun kepulangan para Jamaah haji.

    Untuk memastikan penanganan para jamaah, pada tahun 2026 ini, sebanyak 6 orang petugas haji akan mendampingi para jamaah selama melakukan ibadah di tanah suci (Prokim-MP).