Menyulap Bakat Menjadi Prestasi: Semarak FLS3N Tingkat SMA Dan SMK Se-Kabupaten dan Kota Bima

Kab Bima-MP-Suasana penuh semangat dan kreativitas kembali mewarnai lingkungan pendidikan di wilayah Kabupaten Bima dan Kota Bima. Ajang bergengsi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA-SMK) tingkat daerah telah resmi digelar, menjadi panggung utama bagi para pelajar untuk memamerkan bakat, keterampilan, dan gagasan brilian mereka. Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bukti nyata bahwa generasi muda di tanah Mbojo memiliki potensi luar biasa yang siap bersinar di kancah yang lebih luas.

 

Karna tujuan,FLS3N merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan untuk mendorong pengembangan bakat siswa di luar kegiatan akademik. Khusus untuk jenjang SMA, SMK,di wilayah Kabupaten dan Kota Bima, kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting. Selain menjadi sarana penyaluran minat dan bakat, ajang ini juga bertujuan untuk menumbuhkan karakter kreatif, rasa percaya diri, serta jiwa kompetitif yang sehat di kalangan remaja.

Lebih dari itu, penyelenggaraan ini menjadi sarana pelestarian dan pengembangan budaya lokal. Para peserta didorong untuk mengangkat nilai-nilai kearifan daerah ke dalam karya atau penampilan mereka, sehingga warisan budaya tetap hidup dan terus dikenal oleh generasi muda. Tidak kalah pentingnya, ajang ini juga berfungsi sebagai tahap penyaringan untuk menjaring bibit unggul yang nantinya akan mewakili wilayah ini dalam kompetisi di tingkat provinsi hingga tingkat nasional.

 

Berikut ragam Cabang Lomba yang Dipertandingkan adalah:Bidang Seni,Bidang Sastra

Ini kata Bapak Idham kasi kesiswaan
yang mewakili KCD yang lagi dinas luar kota menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai KCD yang telah berhasil menyelenggarakan ajang ini dengan rapi dan lancar. Menurutnya, kegiatan yang di laksanakan selama dua hari
mulai tgl,28-4- sampai tgl 29 ini merupakan bukti nyata komitmen dunia pendidikan untuk tidak hanya fokus pada pencapaian akademik,tetapi juga memperhatikan pengembangan bakat dan minat siswa di bidang seni dan sastra.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dari KCD yang telah bekerja keras menyusun dan melaksanakan acara ini dengan sangat baik. Ini bukan sekadar lomba, melainkan wadah strategis untuk menggali dan mengembangkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh putra-putri kita,” ujar Bapak Idham

Ia juga memuji antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh para peserta yang datang dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten dan kota Bima,Menurutnya, keberanian mereka untuk tampil dan berkarya adalah kemenangan tersendiri, terlepas dari siapa pun yang nantinya keluar sebagai juara.

 
Lebih lanjut, Bapak Idham menekankan pentingnya seni dan sastra dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan seni dan sastra, siswa tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga mengasah kepekaan hati, daya pikir kreatif, serta kemampuan mengekspresikan gagasan dengan cara yang positif dan indah.

” Karna Seni dan sastra adalah cerminan jiwa dan identitas suatu bangsa. Ketika anak-anak kita berkarya, mereka sebenarnya sedang belajar memahami diri sendiri, lingkungan, dan budayanya. Inilah yang akan membentuk mereka menjadi pribadi yang beradab, berkarakter kuat, dan memiliki jati diri yang jelas di masa depan,” tegasnya.

Bapak Idham juga mengingatkan bahwa prestasi akademik yang tinggi perlu diimbangi dengan keseimbangan kemampuan di bidang lain. Generasi muda yang unggul adalah mereka yang cerdas secara pikiran, namun juga kaya akan rasa dan budi pekerti.

Salah satu peserta cabang nyanyian tunggal yang juga merupakan siswa kelas XI, SMAN, 1 Kota Bima Marvel di temui awak media Metro pembaharuan mengungkapkan rasa senangnya bisa terlibat langsung dalam kegiatan ini.

“Rasanya sangat luar biasa dan bangga sekali bisa mewakili sekolah di ajang ini. untuk hobi pribadi, tapi lewat FLS3N, saya bisa bertemu dengan teman-teman lain yang memiliki minat dan bakat serupa dari berbagai sekolah. Saya jadi banyak belajar dari cara pandang mereka dalam berkarya, dan juga mendapatkan masukan berharga dari para juri yang sangat kompeten. Ini pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” ujarnya dengan antusias ke pada awak media.

Hal senada juga disampaikan oleh peserta cabang puisi yang ber asal dari sman 1 lambu miratul dan siswa SMA KAE mengaku sempat merasa gugup saat akan tampil di hadapan penonton dan dewan juri, namun dukungan dari teman-teman, guru pembimbing, serta semangat untuk mengharumkan nama sekolah membuatnya mampu menampilkannya dengan percaya diri.

“Awalnya saya sangat cemas, takut tidak bisa tampil maksimal. Tapi begitu saya naik ke panggung, saya ingat pesan guru pembimbing bahwa yang terpenting adalah mengekspresikan karya dan menikmati momennya. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Terlepas dari hasilnya, saya sudah merasa menang karena berani tampil dan memberikan yang terbaik,” tambahnya.(Yuli)

Check Also

Pembukaan Festival Rimpu Mantika 2026 Dihadiri Wagub NTB

KOTA BIMA-MP-Pembukaan Festival Rimpu Mantika Tahun 2026 yang resmi digelar pada hari Jumat malam sabtu …