KOTA BIMA-MP-Pembukaan Festival Rimpu Mantika Tahun 2026 yang resmi digelar pada hari Jumat malam sabtu 24 April 2026, di halaman Museum asi mbojo.Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.IP., Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.wali kota dan wakil walikota bima,unsur Forkopimda Kota Bima, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Bima, dan Dompu. Dandim 1608,Kapolres kota dan kabupaten Bima,Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama,dan Budayawan
Wali kota bima H. A. Rahman H. Abidin,SE,Langsung memberikan sambutan bahwa busana rimpu yang dikenakan oleh para ibu dan putri kita bukan sekadar pakaian, melainkan cerminan nilai-nilai luhur, kesopanan, dan keanggunan yang telah diwariskan oleh leluhur kita. Melalui festival ini, kita ingin memastikan bahwa warisan berharga ini tidak hilang ditelan zaman, melainkan terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan generasi mendatang.
Selain itu, festival ini juga memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Tahun ini, kita menargetkan kehadiran sekitar 85 ribu peserta dan pengunjung, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 80 ribu orang. Dengan adanya bazar UMKM, pameran produk lokal, dan berbagai kegiatan lainnya, saya berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama para pelaku usaha kecil dan menengah.Tuturnya.
Tutupnya,Kehadiran Wagub NTB dan kementrian menjadi bukti dukungan kuat pemerintah provinsi terhadap upaya pelestarian warisan budaya lokal sekaligus mempromosikan potensi pariwisata Bima ke tingkat nasional dan internasional.
Selanjutnya sambutan dari wagub,ntb, Hj. Indah Dhamayanti Putri bahwa Festival Rimpu Mantika bukan sekadar acara tahunan, melainkan simbol identitas masyarakat Bima yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal.
“Festival ini adalah pengakuan terhadap budaya kita sebagai warisan leluhur. Rimpu bukan sekadar busana, tetapi mencerminkan kesopanan, identitas, dan nilai-nilai luhur masyarakat Bima yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Wagub NTB.
Beliau juga menyoroti bahwa budaya memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi. “Rimpu bukan hanya simbol tradisi, tetapi juga aset strategis daerah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Kekuatan budaya lokal seperti Rimpu Colo dan Rimpu Cili harus terus dikembangkan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan menengah,” tambahnya.
Wagub NTB juga mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kota Bima yang telah berhasil mempertahankan eksistensi festival ini hingga masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) selama tiga tahun berturut-turut. Hal ini menjadi indikator bahwa budaya Bima semakin mendapat tempat di kancah nasional.(Yuli)
Metropembaharuancq Tajam dan Terpercaya