Kab Bima-MP-Penyusunan dokumen perencanaan sekolah harus menjadi fondasi utama peningkatan mutu pendidikan, bukan sekadar kewajiban administrasi. Hal ini ditegaskan secara tegas oleh Kadis Dikpora, bapak Drs, Syahlul dalam pertemuan koordinasi dan pendampingan bagi kepala sekolah serta pengawas pendidikan dan operator se-kabupaten. di aula dinas dikpora pada hari Kamis tgl, 11-6-2026.
Dalam arahannya,Kadis Dikpora,bapak,Drs,Syahrul menekankan bahwa Rencana Kerja Tahunan (RKT), Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), serta Analisis Rencana Kegiatan Sekolah (ARKS) adalah tiga dokumen yang saling berkaitan dan menentukan arah pengelolaan sekolah selama satu tahun ajaran.
“Selama ini masih ada anggapan bahwa RKT, RKAS, dan ARKS cukup disusun sama seperti tahun sebelumnya atau hanya menyesuaikan angka saja. Ini harus diubah total,” ujar Kadis Dikpora.
Ia menegaskan prinsip utama yang harus dipegang: “Setiap baris tulisan, setiap kegiatan, dan setiap rupiah anggaran yang tercantum dalam dokumen itu harus punya dasar yang jelas, yaitu data nyata di lapangan. Jangan merencanakan sesuatu hanya karena dianggap bagus,tapi karena memang dibutuhkan oleh sekolah dan siswa.”
Menurutnya, data yang dimaksud meliputi kondisi sarana prasarana, kualifikasi guru, capaian hasil belajar, tingkat kehadiran siswa, hingga kondisi sosial ekonomi lingkungan sekitar. Dengan landasan ini, perencanaan menjadi objektif, terukur, dan mudah dipertanggungjawabkan.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa dokumen ini menjadi dasar utama dalam penyaluran dan pengawasan penggunaan dana, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Kalau perencanaannya rapi dan berbasis data, maka pengelolaan dana menjadi transparan, akuntabel, dan manfaatnya langsung terasa bagi peningkatan kualitas pembelajaran,” tambahnya.
Selanjutnya,Kabid Dikdas,ibu husnul berpesan kepada seluruh pengelola sekolah
“Buatlah RKT, RKAS, dan ARKS bukan untuk dinas atau pengawas saja, tapi untuk siswa. Kalau rencananya tepat berdasarkan data, maka dana akan tepat guna, pembelajaran meningkat, dan masa depan anak-anak Kabupaten Bima akan lebih baik”.
Pendekatan berbasis data ini diharapkan menjadi budaya baru di seluruh satuan pendidikan dasar,sehingga perencanaan sekolah benar-benar menjadi kunci kemajuan pendidikan di Kabupaten Bima.(Yuli)
Metropembaharuancq Tajam dan Terpercaya