Kab,Bima-MP– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Nusa Tenggara Barat, yang juga merupakan Anggota Komite IV DPD RI, Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn., kembali turun langsung ke tengah masyarakat guna melaksanakan penyerapan aspirasi sekaligus memantau pelaksanaan pembangunan di Kota Bima dan Kabupaten Bima sepanjang tahun 2026 ini.Kehadirannya ini menegaskan komitmennya sebagai wakil daerah yang hadir,mendengar,dan memperjuangkan kepentingan konstituen hingga ke pelosok wilayah.
Sebagai politisi berprestasi dengan latar belakang hukum dan kenotariatan, serta menjabat dua periode anggota DPD RI (2019–2024 dan 2024–2029), Evi Apita Maya dikenal memiliki pendekatan yang sistematis, berbasis hukum, dan berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat.Dalam kunjungan kerja yang berlangsung sejak awal tahun hingga pertengahan Mei 2026 ini, ia didampingi tim pendamping dan unsur terkait, mengunjungi lebih dari 40 titik lokasi meliputi seluruh kecamatan di Kabupaten Bima serta kelurahan dan desa di wilayah Kota Bima. Kegiatan berupa dialog terbuka, audiensi, kunjungan lokasi, dan diskusi mendalam bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, pelaku UMKM, petani, nelayan, tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.
Dari serangkaian pertemuan tersebut, terhimpun beragam usulan, keluhan, dan harapan masyarakat yang dikelompokkan ke dalam empat prioritas utama oleh Staf Ahlinya bapak Doktor,Alfyan.
1.Infrastruktur:Perbaikan jalan rusak, pembangunan jembatan penghubung, penerangan jalan umum, serta peningkatan akses jalan ke wilayah wisata dan pusat produksi. Di wilayah pesisir dan dataran tinggi, akses jalan masih menjadi kendala utama distribusi hasil bumi dan laut .
2. Pendidikan & Kesehatan: Kelengkapan sarana prasarana sekolah, ketersediaan buku dan alat peraga, serta penambahan tenaga pendidik. Di sektor kesehatan, keluhan terbanyak adalah kekurangan tenaga medis, keterbatasan obat-obatan, dan fasilitas puskesmas/posyandu yang belum memadai, terutama di wilayah terpencil.
3.Pemberdayaan Ekonomi: Permintaan akses permodalan lunak, pelatihan keterampilan, serta dukungan pemasaran produk lokal—mulai dari tenun khas Bima, hasil pertanian, produk olahan laut, hingga kerajinan tangan. Masyarakat juga berharap adanya kebijakan yang melindungi harga hasil produksi petani dan nelayan.
4.Pariwisata & Budaya: Potensi wisata alam, sejarah, dan budaya yang besar belum terkelola maksimal. Masyarakat meminta dukungan promosi, pengelolaan profesional, dan pembangunan fasilitas pendukung agar pariwisata menjadi penggerak ekonomi daerah.
Hj. Evi Apita Maya menegaskan,seluruh aspirasi yang diterima tidak hanya dicatat, tetapi akan menjadi bahan utama perjuangannya di tingkat pusat, khususnya dalam pembahasan anggaran, kebijakan, dan pengawasan kementerian/lembaga terkait. Sebagai anggota Komite IV DPD RI yang membidangi urusan keuangan, perbankan, pembangunan daerah, dan infrastruktur, ia memiliki akses dan peran strategis untuk mengawal usulan ini hingga terealisasi .
“Tugas utama kami adalah menjadi suara daerah di Senayan. Apa yang disampaikan warga Kota Bima dan Kabupaten Bima adalah amanah yang harus saya kawal sampai ada tindakan nyata. Saya tidak akan membiarkan aspirasi ini berhenti di atas kertas,tapi akan saya bawa ke meja rapat,perjuangkan alokasi dana, dan koordinasikan dengan pemerintah daerah serta kementerian terkait agar kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tegas Evi saat berdialog di Kecamatan sape,awal Mei.
Tim dan Staf ahlinya masih merangkum dan memverifikasi seluruh masukan sebelum disusun menjadi laporan lengkap dan rencana aksi. Hj. Evi Apita Maya berjanji akan kembali ke wilayah ini untuk menyampaikan perkembangan dan hasil perjuangan yang telah dicapai.
Kehadiran dan kerja nyata Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn. ini membuktikan bahwa wakil daerah benar-benar hadir, merasakan, dan berjuang demi kesejahteraan serta kemajuan Kota Bima dan Kabupaten Bima, sesuai amanat konstitusi dan harapan seluruh masyarakat.(Yuli).
Metropembaharuancq Tajam dan Terpercaya